Wamen Diktisaintek: Presiden Komit Tingkatkan Sains dan Teknologi
Sumbawa, SN ,- 9 Januari 2026- Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof Stella Christie, Ph.D., menegaskan komitmen Presiden RI Prabowo Subianto terkait peningkatan Sains dan Teknologi. Komitmen Presiden ini ditunjukkan dengan ditingkatkannya anggaran untuk riset dan inovasi sebesar 218 persen.
Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Prof Stella di hadapan seluruh civitas akademika Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dalam acara Sharing Session dengan tema “Kampus Berdampak melalui Sinergi Multisektor: Perguruan Tinggi, Industri, dan Masyarakat di gedung Pascasarjana UTS, Jumat (9/1/25).
Sharing Session yang dimoderatori langsung oleh Direktur Pascasarjana UTS, Dr Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc itu juga dihadiri oleh civitas akademika STAIS dan Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM), dan sejumlah Kepala sekolah di bawah yayasan Dea Mas.
Wamen yang kini menjadi Profesor di Chinghua University, Tiongkok ini mengatakan tidak perlu menunggu negara menjadi maju terlebih dahulu untuk menjadi universitas yang besar. Tetapi negara perlu menginvestasikan sains dan teknologi untuk menjadi sebuah negara maju.
“Tiongkok itu 30 tahun yang lalu, lebih miskin dari kita Indonesia. Tapi setelah 30 tahun berubah menjadi negara adidaya karena sains dan teknologinya,” kata lulusan Harvard Amerika ini.
Kepada mahasiswa dan segenap civitas akademika UTS, AKOM, STAIS yang hadir, Stela memberikan. Tips agar sukses dalam membuat riset. “Pertama (risetnya) harus ada kekhususan ,” katanya. Kalau ada kekhususan, maka akan memudahkan dilirik oleh industri .
Kedua, para pimpinan dan peneliti harus mampu melihat peluang. Harus dibuat tim khusus untuk melihat peluang-peluang yang ada. Sehingga riset yang dilakukan ada pembelinya.
Ketiga, agar mahasiswa dilibatkan dalam penelitian. Bahkan menurutnya, program riset ini harus dihitung sebagai kredit SKS. “Jangan khawatir. Ini dilakukan oleh banyak universitas terkemuka di dunia. Jangan sampai riset tidak dianggap sebagai kelas,” tegasnya.
Sebagai pembuka cara, Rektor Universitas Teknologi Sumbawa Hj Niken Saptarini, SE., M.Sc memperkenalkan UTS. UTS yg berdiri sejak 2013 hingga kini sudah mewisuda 5634 lulusan. Menurutnya, UTS didirikan untuk menjawab tantangan bagaimana anak di daerah bisa mendapat pendidikan yang berkualitas, maju dan mengejar ketertinggalan.
Niken mengungkapkan, dalam acara Anugerah Ristek 2025, UTS berhasil mendapatkan penghargaan sebagai perguruan tinggi terproduktif dalam bidang STEM. UTS meraih 5 kategori LLDIKTI 8 Award 2025. (*)

Posting Komentar