Warga Ngeluh, Jatah Rasta Kerap Kurang


LOMBOK TENGAH, sasambonews.com,- Warga Leneng Kelurahan Praya Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng) merasa geram dengan ulah Bulog. Pasalnya, kouta beras Rasta yang diterima, selalu berkurang dari berat semestinya yakni 15 kg per pisnya. “Rata-rata beratnya hanya berkisaran 13 sampai 14 kg per pisnya. Tidak ada yang sampai 15 kg,” ungkap Ketua Badan Keamanan Kelurahan Leneng, Selamet Riyadi dikantor Lurah Leneng, Rabu (31/5).

Malah kata Selamet, dulu pernah beratnya sampai 12 kg. Artinya, kalau seperti ini dibiarkan terus terjadi, berapa sudah total kerugian bila dikalkulasikan dengan jumlah Kelurga Penerima Manfaat (KPM) di Leneng. “Bila diambil rata 1 sampi 2 kg saja, sudah berapa yang diambil pihak yang tidak bertanggungjawab itu,” ujarnya.

Apalagi lanjut Selamet, persoalan ini bukan hanya kali ini saja terjadi, melainkan setiap pendistrubisian. Untuk itu, pihaknya meminta aparat penegak hukum untuk mengusutnya. Sehingga tidak lagi terulang hal yang sama. “Kami minta penegak hukum untuk mengusut persoalan ini,” pintanya.

Perlu diketahui juga terang Selamet, bila kekurangan ini disebabkan atas ulah gancu, itu tidak mungkin. Soalnya karung Rasta itu masih mulus. “Artinya tidak ada indikasi bekas gancu,” ujarnya.

Selain itu, Selamet juga mengeluhkan terhadap kualitas beras. Karena, warnanya yang agak kehitam-hitaman. Malah setiap kali pendistribusian, kualitas beras juga selalu menjadi keluhan masyarakat. “Ini juga kami minta pihak Bulog untuk mengevaluasi kualitas beras yang diberikan ke KPM,” ucapnya.

Sementara, Lurah Leneng, Isnaini membenarkan laporan Ketua BKK nya itu. Untuk itu, pihaknya meminta Bulog untuk tidak mengulangi kejadian seperti itu lagi. “Bila terjadi, kami minta pihak Bulog untuk menggantinya,” katanya.

Sedangkan, KPM di Leneng sebanyak 388 KK dari jumlah penduduk 2.400 KK. Dan setiap tahun kelurahan Lenang menerima Rasta sebanyak 69.840 kg. “Jadi untuk perbulan kami menerima sebesar 5.820 kg,” tungkasnya. |dk


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Warga Ngeluh, Jatah Rasta Kerap Kurang"

Post a Comment