Danrem Kunjungi Ponpes Usman Bin Afan di Dompu

Danrem Kunjungi Ponpes Usman Bin Afan di Dompu

Dompu, sasambonews - Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani S .Sos SH M.Han bersama Dandim 1614/Dompu Letnan Kolonel Inf Arief Hadiyanto, S.IP dan rombongan menggelar acara silaturrahmi ke Pondok Pesantren Usman bin Affan di Desa O'o Kecamatan Dompu, Sabtu (25/5/2019).
Foto Bersama Danrem 162/ WB Bersama Dandim 1614/ Dompu Bersama Pimpinan Ponpes Usman bin Affan Dompu dan Santri Ponpes setempat saat Ajangsana di Ponpes Usman bin Affan Dompu, Sabtu (25/5/2019).

Danrem bersama rombongan disambut hangat pimpinan Ponpes Ustaz Syamsuddin, S.Pdi., Ustaz Zainuddin MY, S.Pdi. dan para santri Ponpes Usman bin Affan.

Dalam sambutannya, pimpinan Ponpes Ustaz Syamsuddin menyampaikan terimakasih atas kunjungan Danrem 162/WB beserta rombongan di Ponpes yang sederhana, namun melahirkan para tahfiz Alquran.

sejak diselenggarakanya kegiatan Rapim Kodam Pangdam IX/Udayana pada tahun 2014 lalu, maka sejak itulah Ponpesnya mendapat perhatian khusus dari Korem.
Adapun kondisi ekonomi santrinya, sambung Syamsuddin, sebanyak 60 persen di bawah garis standar.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu terutama bantuan dari Dandim 1614/Dompu yang hampir rutin setiap bulan,” katanya.

H. Syamsuddin juga berharap agar ke depan ada santrinya yang bisa menjadi prajurit TNI AD. Danrem 162/WB pada kesempatan tersebut mengajak seluruh yang hadir untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah di bulan puasa dan membaca Alquran secara kontinyu sehingga Allah memberikan predikat almuttaqin kepada kita semua.

Tekait dengan adanya keinginan para santri untuk menjadi prajurit TNI, sambung Danrem, pihaknya akan memberikan prioritas terutama terhadap santri yang hafis 30 juz Alquran.

“Bagi santri yang hafiz 30 juz akan diberikan peluang untuk menjadi anggota TNI AD, namun dengan persyaratan tetap sehat dan kondisi fisik yang prima,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Danrem juga memberikan semangat dan motivasi kepada para santri untuk terus belajar dan belajar mengingat kunci sukses adalah banyak membaca dan belajar.

Acara silaturrahmi yang juga dihadiri Kasiter Korem Letkol Arh Budiono, Kasdim Dompu, Dantim Intelrem, para perwira staf dan ibu-ibu Persit KCK Cabang Dompu tersebut diakhiri penyerahan bingkisan secara simbolis Danrem 162/WB kepada perwakilan santri dan Ketua Persit KCK Koorcabrem 162 Kirana Rizal Ramdhani kepada perwakilan santriwati.
Read More
Ibu Shinta Wahid Ajak Terus Setia Jaga Kemajemukan Bangsa

Ibu Shinta Wahid Ajak Terus Setia Jaga Kemajemukan Bangsa

Mataram, sasambonews - Membahas keberagaman dan kemajemukan bangsa Indonesia dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika di hadapan berbagai kalangan yang terdiri dari pejabat publik, birokrat, politisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, aktivis pemuda dan mahasiswa, wartawan, aktivis LSM, kelompok tuna netra, difabel, loper koran, masyarakat kampung, pondok pesantren dan anak-anak yatim dan terlantar, terasa penting di tengah situasi bangsa yang sedang diuji oleh pertikaian para elit politik. Hal itu disampaikan oleh Ibu Dra Shinta Nuriyah M.Hum, istri dari Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa dengan Gus Dur di Ballroom, Islamic Center, Mataram Rabu, 22 Mei 2019, dalam acara Buka Bersama Ibu Shinta dengan tema ““Dengan Berpuasa Kita Padamkan Kobaran Api Kebencian dan Hoaks”.
n
Ketua Umum INTI, Teddy Sugianto memberikcindera
mata kepada Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah


Acara yang diselenggarakan oleh Indonesia Tionghoa (INTI) NTB bekerjasama dengan INTI Pusat itu dipandu langsung oleh MC Indra Bekti dan Inayah Wulandari Wahid, yang tak lain adalah putri bungsu dari Gus Dur.

Dengan gayanya yang khas Ibu Shinta langsung mengubah suasana tausyah menjadi dialog lewat tanya jawab. Bagi Ibu Shinta, yang dikenal sebagai tokoh yang selalu menggemakan pentingnya persatuan dan kesatuan serta kerukunan antar umat beragama ini, keberagaman bangsa ini merupakan keniscayaan yang membuat setiap orang memiliki hak sama dalam hidup dan kehidupannya, meskipun dalam soal keberuntungan hidup antara satu orang dengan lainnya tidak selalu sama. Artinya, ada yang hidupnya beruntung karena memiliki kelebihan harta, pangkat dan jabatan. Sementara yang lainnya masih hidup susah dan malah termarjinalkan. Itu sebabnya Ibu Shinta lebih memilih untuk berbaur dengan kelompok yang belum beruntung. Yang menurutnya, menemani kelompok yang belum beruntung memberi satu kebahagiaan tersendiri.

Dalam dialog itu juga, selain menguraikan komitmen dirinya untuk terus mengajak setiap elemen bangsa untuk terus bersetia menjaga NKRI, Ibu Shinta juga menjelaskan kegiatan sahur keliling yang sudah lama diadakan. “Sejak Gus Dur masih menjadi Presiden, kegiatan sahur keliling selalu saya adakan bersama masyarakat kecil, kaum yang masih belum beruntung hidupnya dan yang termarjinalkan di lokasi kehidupan mereka,” urainya.

 Kegiatan sahur dan buka bersama, menurutnya, menjadi cara untuk merajut tali persaudaraan yang sejati di antara sesama anak bangsa. “Karena salah satu pelajaran yang diberikan Allah SWT pada bulan Ramadhan adalah saling tolong menolong dan saling bisa merasakan kekurangan orang lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr H Zulkiflimansyah merasa bersyukur dan bahagia dengan kehadiran sosok Ibu Shinta Nuriyah dengan pesannya yang tegas, apalagi di tengah banyaknya informasi yang kurang benar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ibu Shinta, puji Zul, adalah sosok yang meneduhkan, sosok yang merangkul semua pihak untuk tetap cinta dan tidak pernah lelah mencintai Indonesia. “Kita butuh sosok yang meneduhkan, bukan sebaliknya, mengobarkan api kebencian sesama anak negeri,” kata Zul.

Ia berharap kehadiran istri Presiden RI ke-4 ini bisa memberikan inspirasi kalangan muda untuk berfikir jernih, berhati besar memaknai keberagaman dan perbedaan dengan penuh cinta. “Sehingga kita semua bisa merajut kebersamaan dalam bingkai kebhinekaan di negeri Republik Indonesia yang kita cintai ini,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Cukup Wibowo, Ketua Panitia dari kegiatan itu, menghayati apa yang disampaikan oleh Ibu Shinta setidaknya  membuka kesadaran siapapun yang hadir bahwa klaim diri sebagai yang paling baik dan kebencian satu kelompok atas kelompok lainnya hanya akan  merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa.

 Bangsa Indonesia yang memiliki kemajemukan atas suku, agama, ras, budaya, dan latar belakang perbedaan lainnya sesungguhnya bisa menjadikan semua itu sebagai energi bangsa yang luar biasa. Jalan menuju cita-cita kebangsaan yang sama di keberagaman yang meniscaya itu landasannya adalah kesanggupan untuk terus saling mau memahami sekaligus mengerti bagaimana meletakkan perbedaan yang ada secara produktif, tidak malah destruktif yang justru membuat keutuhan bangsa menjadi porak poranda.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua INTI NTB, Alwan S Thio mengatakan, penyelenggaraan acara yang merupakan kerjasama antara Panitia INTI Pusat dan INTI NTB ini diharapkan bisa makin memperkenalkan kiprah Perhimpunan INTI di masyarakat yang belum mengetahuinya. Sebagai bagian dari keberadaan bangsa Indonesia, INTI akan terus mendorong dan membuka kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam urusan kebangsaan.

Acara yang menghadirkan Ibu Shinta seperti yang terselenggara di Mataram bukan merupakan kali pertama diadakan oleh INTI. Menurut penjelasan Ketua Umum INTI Pusat, Teddy Sugianto, melalui acara ini kami ingin menunjukkan bahwa INTI merupakan organisasi kebangsaan yang berjiwa Pancasila. Yang paling penting, kita yang hadir di sini itu satu dan sama, yaitu sebangsa dan setanah air Indonesia.

Menyudahi tausyahnya, Ibu Shinta memimpin yang hadir dengan mengumandangkan shalawat secara bersama. Acara kemudian ditutup dengan berbagai pembagian kenang-kenangan, di antaranya dengan dibagikannya Alqur-an kepada perwakilan kaum tunanetra. HR
Read More
HMI NTB Kutuk Tindakan Refresif Polisi Di 22 Mei 2019

HMI NTB Kutuk Tindakan Refresif Polisi Di 22 Mei 2019

Mataram, sasambonews.com - Pada hari Jumat  tanggal 24 Mei 2019 pukul 15.20 WITA bertempat di  Simpang Empat BI Jl.Pejanggik Kota Mataram dan depan Polda NTB Jl.Langko Kota Mataram telah berlangsung aksi unjukrasa oleh kurang lebih 50 orang dari Badan Koordinasi HMI Nusa Tenggara (Himpunan Mahasiswa Islam) dipimpin Furkan,SH dan kordum Rizal Mukhlis (Ketua HMI Nusa Tenggara.
Aksi tersebut terkait tindakan refresif aparat kepolisian terhadap aksi massa pada  22 Mei di Jakarta yang menelan korban jiwa.

Mereka menuntut Pemerintah RI (Presiden Joko Widodo) bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan yang menewaskan  8 orang masa aksi dan 730 lainnya lula-luka.

Selain itu mereka mendesak pemerintah untuk segera membentuk Tim Pencari Fakta atas meninggalnya 527 orang anggota KPPS di berbagai daerah.

Mereka juga mengecam dan mengutuk tindakan represifitas aparat kepolisian dalam mengamankan aksi demonstrasi 22 Mei di Jakarta.

Kendati demikian mereka juga meminta kepada Paslon Presiden dan Wakil Presiden no urut 01 dan 02 untuk menunjukan sikap kenegarawannya dengan segera melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi secara Nasional, supaya terciptanya kondusifitas dan tidak terjadi konflik berkepanjangan.

"Kami meminta kepada Komnasham untuk mengusut dugaan pelanggaran  HAM yang dilakukan oleh Polri dalam membubarkan massa aksi dengan menggunakan peluru Tajam" ungkap pengunjukrasa.

Seraya membawa pamflet yang bertuliskan "demokrasi bukan membunuh tapi membangun", "kecam represifitas#save NKRI" mereka meminta agar Presiden mencopot Kapolri dan Menkopolhukam karena mereka dinilai bertanggungjawab atas tragedi 22 mei itu.

Sebelumnya Pada tanggal 22 Mei  2019 di Jakarta telah terjadi  tragedi yang tidak diharapkan bersama, ribuan massa aksi dan kepolisian (Brimob ) saling serang dan baku hantam sehingga memakan korban jiwa dan luka-luka, total yang meninggal dunia 8 orang sedangkan yang luka sekitar 730 orang dari massa aksi.

Atas bentrok berdarah itu, HMI mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat Kepolisian, "kita harus rapatkan barisan agar keadilan bisa kita tegakan di Indonesia.Hari ini kita turun ke jalan karena melihat harga diri kita yang semakin bobrok, di Ibukota telah terjadi kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Polri, 8 warga negara dilaporkan tewas bahkan ada yang menggunakan peluru tajam" tegasnya.

Sebelumnya Kapolri berdalih bahwa peluru tajam tersebut bukan dari kepolisian dan menyebutkan bahwa pada hari itu ada kelompok yang akan membuat kericuhan.

Bagi mahasiswa Rezim Jokowi sudah mengekang kebebasan berpendapat, hal itu terlihat dari banyaknya tokoh-tokoh yang ditangkap dengan dalih makar, kena UU ITE bahkan menghalangi masyarakat yang ingin ikut aksi di Jakarta.

"Kami prihatin dan menyayangkan terkait adanya korban yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap massa aksi. pihak kepolisian yang di harapkan mengayomi masyarakat justru menembaki   massa aksi yang berujung kepada jatuhnya korban jiwa dan luka-luka" ungkapnya.

"Kami Badko HMI Bali Nusra sangat menyayangkan tidakan tersebut karna menurut kami hal itu melanggar Asas Pancasila dan UUD NKRI 1945 dan jangan sampai merujuk kepada Mahkamah Internasional atas tragedi ini" tambahnya..

 Dalam aksi itu mahasiswa menyatakan bela sungkawa terhadap tragedi demokrasi dan mendoakan NKRI agar keutuhan dan perdaiman kembali dirajut dan juga para korban jiwa mulai awal pelaksaan hingga pasca  Pemilu agar yang meninggal semoga khusnul khotimah.

Sebelumnya pukul 15.10 WITA, Massa bergerak dari titik  kumpul di Sebelah barat Islamic Center NTB Jl.Langko Kota Mataram menuju Simpang Empat BI Jl.Pejanggik Kota Mataram.

 Pukul 15.20 WITA, Tiba di Simpang Empat BI Jl.Pejanggik Kota Mataram dan langsung berorasi

 Massa aksi selanjutnya bergerak dari Simpang Empat BI menuju Mapolda NTB Jl.Langko Kota Mataram dengan berjalan kaki

Setiba di depan Mapolda NTB Jl.Langko Kota Mataram dan langsung berorasi dan Pembacaan puisi dan pernyataan Sikap serta Tuntutan oleh korlap

Aksi tersebut  tidak mendapat tanggapan dari Pihak Polda NTB dan berjalan aman dan kondusif. Gs
Read More