300 Penjahit di Loteng Keroyok Pembuatan 2 Juta Masker

300 Penjahit di Loteng Keroyok Pembuatan 2 Juta Masker

Lombok Tengah, SN- Sebanyak 300 penjahit di Kabupaten Lombok Tengah keroyok Alat Pelindung Diri (APD) yang dipesan  Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Tak tanggung-tanggung sebanyak  2 Juta Alat Pelindung Diri (APD) berupa Masker dan sabun cuci tangan dipesan. Menurut rencana Masker itu akan dibagikan kepada semua masyarakat Lombok Tengah secara Gratis guna mencegah penyebaran Covid -19 melalui camat masing masing.

"APD berupa masker dan sabun cuci tangan tersebut nantinya akan diberikan kepada semua masyarakat melalui Camat, Kepala Desa dan Kadu masing-masing" kata Bupati di Pendopo.

Nantinya, setiap orang akan menerima dua Masker. Masker ini terbuat dari kain sehingga nantinya masyarakat dapat mencuci nya setelah selesai dipakai.

APD ini nantinya akan di produksi pertengahan april dengan pemantaun khusus karena pembuatan APD ini harus sesuai standar yang telah ditentukan, sedangkan para pembuat APD ini juga akan dicek kesehatanya dulu sehingga APD tersebut benar- benar steril dan memenuhi standar. Lth01
Read More
Pecah Telor, Satu Warga Loteng Positif Covid 19

Pecah Telor, Satu Warga Loteng Positif Covid 19

Lombok Tengah, SN - Lombok Tengah sempat percaya diri tidak akan terjangkit virus Corona, namun Berdasarkan release Pemprov NTB Tengah yang ditandatangani ketua pelaksana harian gugus tugas H.L.Gita Ariadi dilanjutkan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah H.L.Herdan melalui WA mengatakan bahwa warga berinisial H laki laki usia 33 tahun warga Bagu Kecamatan Pringgarata itu dinyatakan positif Covid 19 setelah dilakukan pemeriksaan. Saat ini pasien tengah dirawat di RSUP NTB.

Pasien memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri dari negara terjangkit Covid 19 yakni Amerika Serikat selama 3 tahun. Dia bekerja di kapal pesiar dan pulang tangal 16 Maret 2020 dan langsung ke rumah tanpa dikarantina. Pada tanggal 17 Maret dia mengalami demam karena terkena hujan. Dia langsung berobat ke Klinik Lingsar selama 3 hari namun tidak ada perubahan. Pasien kemudian berobat ke RSAM dan melakukan rawat jalan selama 3 hari tetapi keluhannya semakin berat.  Pada tanggal 23 Maret 2020,  Pasien kembali ke IGD RSAM untuk rawat inap sampai tanggal 28 Maret 2020 dan langsung dilakukan uji lab DL dan Poto Torax. Pasien kemudian dirujuk ke RSUP NTB jam 23.00 wita. Tanggal 3 April 2020 Pasien dinyatakan positif Covid 19 dari bakeslitbang pusat dan saat ini pasien dirawat di Ruang isolasi RSUP NTB. pasien saat ini dalam kondisi stabil.

Selain warga Lombok Tengah, satu lagi warga Lingkungan Pengempel RT 3 Kelurahan Baratais Kecamatan Cakranegara Kota Mataram berinisial M usia 59 tahun juga dinyatakan positif Covid 19. Riwayat Perjalanan, pasien baru pulang dari Makasar dalam rangka mengikuti Tabligh Akbar tanggal 21-24 Maret 2020. Saat ini pasien tengah dirawat di Ruang isolasi RSUP NTB dalam keadaan baik atau stabil. Lth01

Read More
Soal Sholat Jumat, MUI Loteng Minta Bupati Tak Tebang Pilih

Soal Sholat Jumat, MUI Loteng Minta Bupati Tak Tebang Pilih

Lombok Tengah, SN - Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Lombok Tengah TGH.L.Minggre Hamy mendukung langkah Pemda Lombok Tengah mengganti sholat Jumat dengan Sholat Zuhur selama Virus Covid 19 ini masih mewabah di Indonesia termasuk di Lombok Tengah. "Kami sangat mendukung dikeluarkannya Surat Edaran yang meminta masyarakat tidak sholat Jumat dan diganti dengan sholat Zuhur dirumah, bahasanya kita garis bawahi mengganti, bukan melarang" katanya di Pendopo Bupati kemarin.

Dia mengatakan penggunaan kata mengganti dan bukan melarang sudah sangat tepat sebab jika kata melarang maka akan ada friksi ataupun multitafsir ditengah masyarakat, apalagi tingkat pemahaman masyarakat berbeda beda. "Masyarakat kita ini kita katagori kan menjadi tiga kelompok, yakni kelompok yang ilmunya tinggi, sedang dan kelompok yang ilmunya rendah, nah yang kita khawatir kan adalah kelompok yang ilmunya rendah, bisa salah faham kalau tak dijelaskan dengan baik" ujarnya.

Menurutnya Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Lombok Tengahpun telah mengeluarkan fatwa terkait dengan sholat Jumat diganti dengan sholat Zuhur tersebut dan mestinya seluruh warga mematuhinya hanya saja masih ada Masjid yang digunakan sholat Jumat. Hal itu menurut MUI Loteng karena masih belum seragamnya penindakan oleh Pemda ataupun aparat keamanan. "Harus ada keseragaman tindakan, jangan hanya di Masjid Agung saja dilarang namun ditempat lain dibiarkan" ujarnya.

Untuk itulah MUI berharap agar Pemda tak pandang bulu dalam menyikapi hal ini sebab kalau ada yang dibiarkan maka tidak ada artinya ikhtiar untuk mencegah virus Corona itu. "Ada anggapan hanya masjid yang di Kota saja yang diminta tak sholat Jumat sementara didesa dibolehkan, ini harus disikapi dengan baik" kata Ketua MUI itu.

Hal yang sama juga diungkapkan anggota majelis Fatwa MUI NTB TGH. Ma'arif Makmun Dirangsa. Menurutnya MUI pusat sudah mengeluarkan Fatwa. Tentu Fatwa yang dikeluarkan sudah dipelajari, sudah dikaji secara mendalam oleh ulama ulama besar di Pusat sehingga mengeluarkan Fatwa larangan sholat Jumat di daerah yang sedang mewabah. "Dalam Hadis juga disebutkan soal larangan sholat saat suatu daerah dilanda wabah, Muhammadiyah sudah keluarkan Fatwa, NU dan organisasi lainnya juga sudah mengeluarkan Fatwa, lalu kita mau minta fatwa kemana lagi, jadi kami dukung langkah Pemda dan pemerintah daerah dalam soal larangan sholat Jumat sementara waktu sampai wabah ini hilang" ujarnya.

Sementara itu Bupati Lombok Tengah H.Suhaili yang dikonfirmasi menegaskan bahwa tidak ada perbedaan perlakuan antara jemaah yang satu dengan jemaah atau mukim yang lainnya. "Pokoknya Jumat yang akan datang tidak boleh, kalau ada yang memaksa, kita akan persoalkan, kita akan panggil penanggung jawabnya" kata Bupati. Lth01


Read More
Marbot Umumkan Tak Sholat Jumat Besok

Marbot Umumkan Tak Sholat Jumat Besok

Lombok Tengah, SN - Anjuran Pemda Lombok Tengah agar Marbot mengumumkan Sholat Jumat diganti dengan sholat Dzuhur mulai dituruti.  Marbot mulai mengumumkan ke warga masyarakat agar tidak sholat Jumat besok namun menggantinya dengan sholat Zuhur.

Didesa Jurang Kaler misalnya, Marbot sudah mengumumkan ke masyarakat bahwa esok harinya Jumat tidak dilakukan melainkan diganti dengan sholat Zhuhur di rumah.

Sebelumnya Bupati Lombok Tengah meminta kepada Marbot atau takmir masjid untuk mengumumkan mulai sholat Jumat besok dan seterusnya tidak dilakukan namun diganti dengan sholat Zuhur di rumah saja. Bagi warga masyarakat melakukan sholat maka akan dibubarkan atau memanggil Pengurus Masjid untuk diproses. "Sepanjang kasus Covid 19 ini belum selesai maka sholat Jumat ditiadakan sementara waktu, yang ngeyel kami minta polisi panggil" ujarnya. Lth01
Read More