sasamboku

sasamboku
CPNS Honorer K2 Diistemewakan

CPNS Honorer K2 Diistemewakan

Lombok Tengah, sasambonews.com- pada poenerimaan CPNS tahun 2918 ini. Jatah untuk honorer K2 khususnya dibnawah usia 35 tahun cukup banyak yakni 250 orang. Memang jumlah itu ebih sedikit dibandingkan pengangkatan 4 tahun yang lewat.

Kepala BKD Kabupaten Lombok Tengah L.Nazili mengatakan pengangkatan Honorer K2 menjadi PNS lebih diistemwakan dengan jalur umum sebab perlakuannya berbeda. Pengengkatan K2 menggunakan jalur khusus yang berbeda jauh dengan jalur Umum. "Kalau jalur umum tesnya 3 kali maka K2 tesnya hanya sekali" ungkapnya.

Saat ini pemerintah pusat sedang melakukan verifikasi terhadap tenaga honorer yang berhak untuk ikut CPNS. Pemerintah pusat memiliki kewenangan untuk melulkuskan atau tidak peserta CPNS itu sendiri.
Read More
Bidan, Perawat, Guru SMP Dan SMA, Ditolak BKN

Bidan, Perawat, Guru SMP Dan SMA, Ditolak BKN

Lombok Tengah, sasambonews.com- Harapan para Bidan dan Perawat dapat ikut serta pada seleksi CPNS tahun 2018 ini gagal totoal. Pemerintah pusat menolak formasi yang diusulkan pemerintah daerah Lombok Tengah. yang miris lagi tidak hanya bidan dan perawat saja yang ditolak akan tetapi juga sarjana pendidikan untuk guru SMP dan SMA juga tidak diterima. yang diterima hanya untuk formasi guru kelas atau guru SD dan juga guru agama.

Kepala BKD Lombok Tengah H.L.Nazili mengatakan pemerintah pusat sudah menolak usulan yang diusulkan sehingga dengan demikian pemerintah daerah tidak bisa berbuat apa apa lagi. "Sudah final, tak bisa diubah lagi" ungkapnya.

Diakuinya pemerintrah Daerah Kabupaten Lombok Tengah sudah mengusulkan seluruh formasi yang dibutuhkan termasuk juga bidan dan perawat, hanya saja pihak BKN menolaknya. Selain itu guru umum juga ditolak, yang cari adalah pendidikan PGSD dan juga guru agama untuk SD. "Kita sudah berusaha, anak saya juga perawat tidak bisa ikut, apa mau dikata" ungkapnya. Am
Read More
Honorer K2 Diatas 35 tahun Tetap Ditolak

Honorer K2 Diatas 35 tahun Tetap Ditolak

Lombok Tengah, sasambonews.com- Puluhan tenaga honrer K2 melakukan hearing dengan DPRD Lombok Tengah dan BKD. Mereka menuntut agar pemerintah pusat memperlakukan sama dengan honorer K2 yang dibawah umum 35 tahun. Mereka diterima di ruang Komisi 4 DPRD Lombok Tengah. Hadir Wakil Ketua DPRD Loteng Ahmad Ziadi, Ketua Komisi 4 L.Supriadi dan Kepala BKD Lombok Tengah Rabu 19/9.

Namun harapan Honorer K2 diatas usia 35 tahun dapat diangkat menjadi PNS seperti halnya yang lain pupus. Pemerintah pusat tetap menolak usulan daerah yang memasukkan seluruh tenaga honorer tanpa terkecuali dalam formasi CPNS tahun 2018.

Kepala BKD Lombok Tengah H.M.Nazili mengatakan pihaknya tidak bisa menerima usulan dan harapan dari tenaga honrer K2 diatas 35 tahun itu sebab pemerintah tidak menerimanya sehingga apapun usaha pemda tidak akan bisa diluluskan. "Tidak ada harapan lagi, tetap ditolak pusat, ini sudah final" ungkapnya usai menerima peserta hearing.

Read More