Gelar RDPU, DPRD Undang Kontraktor Penambangan

Gelar RDPU, DPRD Undang Kontraktor Penambangan

Dompu, SN - DPRD Kabupaten Dompu memanggil PT STM dan pihak Lapaten dan sejumlah kontraktor ke Kantor DPRD. Mereka diundang terkait Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan agenda Kemitraan Pengelolaan Pertambangan.

Hadir Andi Bakhtiar Ketua DPRD Dompu didampingi ketua komisi II M Subhan  dan anggota. Abdul Sahid SH, Kadis Nakertrans Kabupaten Dompu, Yani Hartono sekretaris Dinas  Lingkungan Hidup Kab. Dompu Aulia, Novita, Robby Syuhada Oca (perwakilan PT STM). Direktur PT.Prasmanindo Boga Utama (PBU). Perwakilan  PT.Cipta Bangun Nusantara (CBN), Perwakilan PT.Smec Denka Indonesia, Perwakilan  PT.Indodrill, Perwakilan PT.Bintang Raya Inti Bumi (BRIB), Perwakilan PT. Golder, Perwakilan  PT.Coates Hore, Perwakilan  PT. CSA Global Indonesia, Perwakilan  PT. Bepi; Direktur PT. Bina Swadaya Konsultan, Perwakilan  PT. Tunggal Buana Utama, Perwakilan PT. Nawa Kara, Amirullah Ketua Lembaga Persatuan Pengusaha Lingkar  Tambang dan Energi (Lapaten) Kab. Dompu,

Ketua DPRD Dompu Andi Bakhtiar, mengharapkan agar pada RDPU tersebut dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. "Dasar RDPU tersebut berawal dari surat permintaan dari Lapaten Kabupaten Dompu ke pihak Lembaga DPRD Kabupaten Dompu" ujarnya.

Ketua Lapaten (Lembaga Persatuan Pengusaha Lingkar Tambang dan Energi)  Dompu Amirullah, yang intinya mengatakan, bahwa tujuan dalam RDPU yakni bagaimana keberadaan tambang akan bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Kegiatan pertambangan pada dasarnya yakni ada 3, yang pertama dasar aturan syarat dan azas manfaatnya. Pihaknya ingin membantu PT STM dalam melaksanakan kegiatan operasional di wilayah Dompu umumnya dan khususnya di Kecamatan Dompu. Lapaten ingin mengajak PT STM untuk memberdayakan masyarakat khususnya kontraktor lokal dalam membangun sarana dan prasarana di proyek PT STM. Bukan berarti Lapaten tidak mendukung kontraktor Nasional. Artinya jika kontraktor lokal tidak ada yang memiliki spesifikasi yang diminta oleh PT STM, maka kontraktor luar/nasional bisa mengambil alih. "Intinya berdayakan dulu kontraktor lokal sebelum mengambil kontraktor Nasional. Dalam RDPU tersebut pada intinya kita ingin mengajak PT STM untuk bermitra dengan pengusaha lokal" harapnya.

Perwakilan PT STM Aulia yang merupakan Humas PT STM,menyampaikan saat ini masih dalam tahap study kelayakan pertambangan tembaga dan emas. Tahun 2017 sempat berhenti kegiatannya karena soal ijin pemanfaatan hutan dari Kementrian Kehutanan belum turun. Selanjutnya tahun 2018 ijin keluar dan 2019 beraktifitas kembali. Dalam operasionalnya saat ini PT STM melibatkan sebanyak 50 kontraktor baik dibidang infrastruktur, perhubungan, sarana dan prasarana lainnya. Dari 50 kontraktor saat ini ada 16 kontraktor lokal baik yang ada diwilayah kecamatan Huu dan di luar kecamatan Huu.

Untuk kontraktor Nasional katanya, dalam melaksanakan pekerjaannya juga wajib melibatkan kontraktor atau tenaga lokal. Dalam rekrutmen  karyawan PT STM juga sangat transparan dan terbuka untuk masyarakat umum dan bekerjasama dengan pihak Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Dompu.

 Ketua DPRD Kabupaten Dompu Andi Bakhtiar, menanyakan sejauh mana kegiatan PT STM saat ini.

 PT STM melalui Novita menegaskan saat ini tahapan yang sedang dilakukan adalah tahap eksplorasi, "ini sudah disetujui oleh Menteri ESDM RI. Kegiatan Eksplorasi diperkirakan sampai dengan tahun 2026" ujarnya.

 Humas PT STM Aulia menambahkan, bahwa memberdayakan masyarakat Lokal sudah menjadi komitmen PT STM khususnya warga masyarakat yang berada diwilayah kecamatan Huu yang masuk dalam ring 1. Kemudian ring ke 2 merupakan wilayah diluar Kecamatan  Huu. Termasuk juga di Kabupaten Bima karena wilayah kerja PT STM sebagian berada diwilayah kecamatan Parado kabupaten Bima. Contoh, kontraktor bidang kelistrikan di areal PT STM berasal dari wilayah kecamatan Pajo Kabupaten Dompu.

 Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Dompu Abdul Sahid SH, melalui Kabid Hubungan Industri Safarudin SE dan Kabid Penempatan dan pelatihan Tenaga Kerja Abdul Salam) mengatakan, bahwa pihaknya selama ini terus memantau dan berkordinasi terkait tenaga kerja yang ada di PT STM. Berharap kepada PT STM untuk menyampaikan data dan profil kontraktor (Subkon) ke Dinas Tenaga Kerja terkait karyawan/pekerja.

 Pihaknya yakin bahwa PT STM adalah perusahaan yang komit mengikuti aturan terkait ketenagakerjaan. Kemitraan dengan PT STM dengan Disnaker sampai  saat ini cukup baik. Setiap ada rekrutmen calon karyawan, PT STM tetap berkordinasi dengan Disnaker. Kedepan Disnaker Kab Dompu akan melakukan kegiatan pelatihan terhadap masyarakat Dompu dengan bidang - bidang yang nantinya akan dibutuhkan oleh PT STM.


Diakhir pertemuan Ketua DPRD kab Dompu Andi Bakhtiar berharap ke depan agar PT STM terus meningkatkan silaturahmi dan kemitraan kepada pihak pihak terkait dan elemen yang ada. Semua sepakat akan mengawal investasi yang ada di Wilayah kab Dompu. PT STM sedang dalam tahapan eksplorasi, diharapkan PT STM terus memanfaatkan potensi lokal yang ada. Mengapresiasi PT STM dan jajaran yang sudah melakukan kemitraan dengan baik selama ini. DPRD akan menjadi agen penyambung informasi dan komunikasi antara masyarakat dengan PT STM dan seluruh mitra kerjanya.

Pada pukul 13.00 Wita RDPU selesai dengan aman dan lancar. Dmp01.



Read More
Camat Praya Barat ; Musrenbang Penting, Jangan Anggap Sia Sia

Camat Praya Barat ; Musrenbang Penting, Jangan Anggap Sia Sia

Lombok Tengah, SN - PLT Camat Praya Barat Drs. H. Herdan mengatakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenban) tetap penting dalam rangka untuk menjaring aspirasi masyarakat terkait kebutuhan masyarakat soal rencana pembangunan di desa. Hal itu dikatakan Herdan untuk menepis anggapan masyarakat bahwa Musrenbang tidak penting hanya saja untuk realisasi dari usulan program itu tidak serta merta dilakukan pada tahun tersebut. "kalau tidak sekarang mungkib tahun depan karena ada skala prioritas kalau tak di APBD kita dorong ke APBN" kata Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah itu saat membuka kegiatan Pra Musrenbang di Aula Kecamatan Praya Barat Selasa 18/2.


Dengan pelaksanaan pramsrenbang ini kata dia untuk madukan program dari bawah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). "Jangan ada sinyalemen musrembag sia sia. Prioritas pembangunan yang absar harus dituangkan dalam RAPBDES didesa. Kalau tidak tahun ini bisa dimasukkan pada tahun selanjutnya" jelasnya

Untuk dia berharap agar peserta dapat mengikuti kegiatan pra Musrenbang ini dengan sebaik baiknya.
Read More
Pelayanan Air Bersih Dikeluhkan Pelanggan, Komisi II Panggil Direksi PDAM

Pelayanan Air Bersih Dikeluhkan Pelanggan, Komisi II Panggil Direksi PDAM

Komisi II DPRD Lombok Tengah senin 17/2 memanggil jajaran direksi dan pejabat PDAM Tirta Ardhia Rinjani ke ruang rapat komisi II. 
Pemanggilan Direktur Utama dan jajarannya terkait dengan kondisi pelayanaan air bersih yang dinilai buruk. 

Hadir Dirut PDAM H.L.Kitab, Direktur Umum H. Nursahim, Para Kepala Bagian, Para Kepala UPT dan sejumlah petinggi PDAM lainnya.

Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi II H.L.Kelan itu terungkap bahwa kurangnya maksum pelayanan air bersih PDAM disebabkan oleh beberapa faktor di antara kondisi debit yang sudah sangat jauh menurun, kondisi pipa yang sudah menua akibatnya terjadi kebocoran dimana mana dan juga banjir bandang yang mengempaskan beberapa pipa distribusi serta bangunan reservoir yang rusak akibat banjir bandang. "Ada bak penampungan kita yang belum diserah terimakan ke kita sudah keburu ambruk akibat banjir bandang" kata Dirut.

Menurut Kitab, terhadap kondisi diatas pihaknya tidak bisa berbuat apa apa sebab untuk pembangunan fan perbaikan buka menjadi tanggung jawab PDAM melainkan tanggung jawab pemerintah. "Pipa PDAM tiba tiba pecah, bocor disana sini dan itu diluar prediksi kami" jelasnya.

Diakui,  Persoalan PDAM sangat pelik. Jadi tugas pemerintah daerah sesuai dengan Kepmendagri untuk pembangunan jaringan dan juga bak penampungan sementara PDAM hanya menjual air. "Ini Kami tidak ngeluh tapi wajib kami sampaikan, inilah kondisinya yang sebenarnya" jelasnya. 

Dalam dikusi, sejumlah anggota DPRD mengungkapkan pertanyaan terkait kondisi PDAM.

L. Bagus Anggota DPRD Loteng dari Demokrat mengungkapkan data mengenai pelayanan PDAM dan kondisi eksesting belum diterima padahal data itu penting dalam upaya mencari solusi menyelesaikan persoalan yang dihadapi PDAM. "data harus kita terima 2 atau 3 hari terima agar kita pelajari. Yang kita ingin lakukan sekarang adalah bagaimana solusi. Lalu langkah kongkrit itu apa. Berapa sih anggaran yang dibutuhkan untuk infrastruktur, semua harus jelas" paparnya.

Terkait pemetaan pipa di Loteng, Bagus mempertanyakan apakah kondisinya bagus atau apa. Sebab bukan persoalan debit saja tetapi pipa tersumbat. Selain itu yang dikeluhkan adanya kenaikan tarif sementara distribusi air kurang.

"Perlu juga alat deteksi air dalam pipa. Tentu kita ingin cari solusi kalau pun tidak bisa tuntaskan sekaligus tetapi bisa bertahap" katanya.

Majrun anggota DPRD dari Nasdem itu mempertanyakan apakah PDAM Loteng masuk
Katagori PDAM sehat atau apakah masih lemah atau sakit.

Variabel apa yang digunakan untuk mengetahui air kurang sebab kalau musim kemarau bisa kita terima argumennya tetapi ini musim hujan ini kenapa air masih saja kurang "Apakah karena pipa tersumbat atau mesin yang rusak atau apa, termasuk juga istilah SAKETAP" tanyanya

Muhdan Rum anggota Fraksi Gerindra mempertanyakan ada bantuan pusat untuk bak penampungan air tetapi belum dipakai sudah rusak lalu langkah apa yang sudah dilakukan ke pusat, mungkin ada cari jalan keluar. 

M. Rifai fraksi PKS mengatakan jika dilakukan survei kepuasan pelanggan terhadap kinerja pelayanan PDAM maka ada 90 persen tidak puas. Untuk itu perlu diperhatikan. Apa saja masalah dan berapa saja anggaran dibutuhkan silahkan saja disampaikan. Soal kecil nya debit, solusinya seperti apa. Tahun 2019 ada pemasangan pipa dari pertigaan lingkok buak sampai perbatasan lekor kok tidak tuntas.

Iwan Sutrisno 
Dari tahun ke tahun terus bermasalah, disatu sisi PDAM tambah pelanggan. Saat sekarang ini air tidak ada tetapi tetap bayar beban.
"Apakah PDAM dalam keadaan sehat, tidak sehat atau sakit agar kita carikan solusi. Mari kalau mau nambah anggaran silahkan bicara dengan komisi" tanyanya. 

Didik Ariesta 
Kritikan dari masyarakat dan dewan anggap sebagai pemicu dan pemacu untuk lebih baik lagi. Dewan tidak sedang cari siapa yang salah tetapi cari solusi agar masalah kebutuhan masyarakat paling vital bisa teratasi.
Apakah PDAM punya program unggulan untuk atasi masalah air ini. 
"Di Jonggat, di Barejulat pernah ada pendataan untuk penambahan jaringan atau pelanggan namun tak ada tindak lanjutnya. Apa masalah dan solusinya" tanyanya.

Menjawab pernyataan itu, Direktur Utama PDAM H.L.Kitab mengatakan variabel untuk mengetahui kehilangan air itu ada dua yakni Konsumsi resmi berapa yang djual dan Berapa yang hilang 

Dari yang kedua variabel ini dijabarkan lagi dalam katagori Konsumsi resmi dimana pelanggan menikmati air bersih termasuk juga masyarakat yang tidak menikmati air  bersih. Kemudian Konsumsi resmi tak berekening. Biasanya dilakukan oleh oknum pegawai untuk permintaan air buat acara kondangan atau begawe dari sahabat atau teman, dan Kehilangan air fisik.

Semua ini di uji oleh BPKP. Ada alat ukur tetapi tidak semua pipa bisa diukur. Tahun ini pemasangan meter induk dilaksanakan oleh provinsi.

Ada spam atau bak penampungan yang rusak dengan kapasitas 200 liter perdetik, namun belum diserah terimalah sudah terhempas banjir. "Sangat kami harapkan bisa dibantu untuk selesaikan kerusakan itu" kata Dirut. 

Soal pernyataan Didik Ariesta soal adanya pendataan di Barejulat, Dirut menegaskan tidak ada yang survei dari PDAM sedangkan yang di . Janapria terkait pemasangan pipa, Kitab mengatakan tidak dilakukan oleh PDAM. "Mungkin oleh PU, kalau kami pipa tersier saja" ungkapnya.

Soal pertanyaan H.L.Kelan yang mempertanyakan soal jabatan Dirut oleh Bupati dengan mengacu ke perbup dianggap bertentangan dengan undang undang, Kitab menegaskan Jabatan dirut tidak bertetangan. Karena di hitung satu periode.

Masalah BTN hanya minta direkomendasi dari PDAM sebagai sarat untuk Pinjam Bank. "Kami tidak memasang jaringan ke perumahan tersebut" ungkapnya.

Soal pertanyaan Didik Ariesta soal kondisi PDAM Sakit atau sehat, H.L.Kitab menegaskan dalam 10 tahun PDAM sudah temasuk dalam perusahaan sehat berdasarkan audit akuntan publik dan sekarang sedang auidt dan BPKP. 

Soal pembayaran air tinggi tidak ada air. Untuk kasus ini pihaknya berlakukan pengahapusan rekening tertunggak "kita blokir atau hapus rekeningnya" jelasnya. 

Hanya saja pelanggan juga perlu dikasi pemahaman bahwa angka di meter takkan bergerak atau jarum tak berputar kalau tidak ada desakan air, jadi pergerakan angka meter dan jarum itu karena adanya dorongan air, jadi pasti mereka sudah terima air. "PDAM juga harus kita didik untuk faham dan juga irit. Penghapusan sudah kita lakukan bagi yang tidak dapat air" ujarnya. 

"Jadi sekali lagi saya katakan, tidak ada air di sumber mata air bukan tugas PDAM melainkan tugas pemerintah untuk mengatasinya, kami hanya menjual air" tutup Dirut.

Diakhir diskusi Ketua Komisi II H.L.Kelan meminta PDAM untuk perhatian apa yang menjadi keluhan masyarakat dan juga perlu diperhatikan oleh pemerintah untuk pembebasan lahan. "Kami ingin tinjau dimana lahan tersebut yang perlu dibebaskan. Diklasifikasikan berapa lahan pemda. Ada penyertaan modal dalam rangka mengatasi permasalahan ini baik itu melalui pokir dewan. Bisa melalui dinas terkait. Pemda berinvestasi untuk spam kecil yang nilaianya Rp. 3 M untuk 6 titik dengan harga 500 juta per spam.

"Akan kita tinjau spam yang rusak dan belum terpakai termasuk di nyerdep terkahir saya katakan manajemen PDAM sudah sehat sebab kita belum temukan ada temuan namun yang tidak sehat adalah airnya" ujarnya.

Selanjutnya Seluruh anggota komisi II DPRD bersama direksi PDAM meninjau kondisi sumber mata air di ribu lempanas desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara. Lth01
Read More
Gubernur Dan Bupati Kompak Buka Festival Bau Nyale

Gubernur Dan Bupati Kompak Buka Festival Bau Nyale

Lombok Tengah, SN - Festival Bau Nyale tahun 2020 ini penuh bermakna. Dua pemimpin daerah yang selama ini perang dingin terkait perubahan bandara Internasional Lombok, kini dimalam Bau Nyale keduanya tanpak mesra dan kompak.

Bupati Lombok Tengah H.Suhaili bersama Gubernur NTB Zulkiflimansyah berjalan bersama menuju panggung hiburan untuk membuka kegiatan Festival Bau Nyale.

Gubernur mengawali sambutannya. Dia mengatakan Lombok Tengah akan jadi magnet baru dengan berbagai event besar seperti halnya Moto GP. Untuk itu Pemprov harus kompak dan bersinergi dengan Lombok Tengah. "kita siap jadi tuan rumah moto GP yang baik" ujarnya.

Sementara itu Bupati Lombok Tengah mengatakan
Sangat bersyukur atas berbagai karunia Allah. Lebih lebih malam ini dikunjungi oleh pemerintah pusat dan NTB. "Mewakili masyarakat Lombok Tenga, saya ucapkan ahlan wasahlan kepada gubernur dan tamu tamu dari luar daerah dan forkopinda NTB. Misi tugas untuk support atas kehadiran. Bentuk cinta kasih pimpinan kita.
Esensi bangub ukuwah islamiyah dan wujudkan Loteng yang maju" ungkap Bupati.

Ke depan kata Bupati akan ada moto GP, untuk itu semua masyarakat harus memeriksakannya. "Sepakat kita sukseskan Pelaksanaan moto GP?" tanya Bupati yang diamini ribuan masyarakat yang menyaksikan acara pembukaan festival Bau Nyale.

Bupati meminta bimbingan dan arahan Gubernur untuk kemajuan Lombok Tengah. " Bimbing kami, arahkan kami untuk Lombok Tengah yang lebih baik" ujarnya.

Gubernur, kemudian menimpali dengan berterima kasih atas kerja keras dan kerja hebat sehingga hasilkan acara spektakuler ini bisa terlaksana dengan baik. "Terima kasih kepada Kapolda, terimakasih kepada panitia dan pemda Lombok Tengah" ungkapnya mengakhiri sambutannya. Lth01
Read More