Sekda ; Tolak Harga Tanah Moto GP, Silahkan Gugat Ke Pengadilan

Sekda ; Tolak Harga Tanah Moto GP, Silahkan Gugat Ke Pengadilan

Lombok Tengah, SN - Pemda Lombok Tengah terus berupaya menyelesaikan persoalan pembebasan tanah yang masih tersisa sekitar 4 hektar.

Sebanyak 11 orang pemilik dari lahan yang belum dibebaskan itu diundang pemda Lombok Tengah  Pada hari Sabtu tanggal 18 Januari 2020 sekitar pukul 10.00 wita bertempat di ruang Tastura l Kantor Bupati Kabupaten Lombok Tengah. Mereka diundang untuk rapat tertutup terkait dengan penyelesaian lahan sirkuit Moto GP yang di kawasan KEK Mandalika.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Sekda Kabupaten Loteng Nursiah, Asisten ll Sekda Kabupaten Loteng, Wakapolres Loteng Kompol Kt. Tamiayana SH, Pihak ITDC,  Kabid Perwakilan Tanah Kanwil NTB Lalu Harli, Camat Pujut Lalu Sungkul


Menurut Sekda, kegiatan ini untuk melanjutkan rapat sebelumnya yang membahas penyelesaian lahan Moto GP di kawasan KEK Mandalika. Sekda menyampaikan pesan bupati Lombok Tengah bahwa meminta kerelaan warga Kuta untuk mendukung pembangunan yang saat ini sedang berjalan diwilayah Ds. Kuta Kecamatan Pujut. "Pemda Loteng tidak ada niat sedikitpun untuk menyakiti masyarakat akan tetapi pembangunan tersebut juga untuk kepentingan masyarakat banyak" kata Sekda.

Sekda mengatakan lahan masyarakat yang ada masuk dalam sirkuit MotoGP sudah disurvei dan dihitung harga oleh team Apprasial dan pemerintah tidak akan merugikan masyarakat. Untuk itu sekda meminta kepada masyarakat agar tidak mempertahankan lahannya karena lahan tersebut dibutuhkan oleh negara.

Apabila masyarakat tidak menerima harga yang ditetapkan oleh pemerintah, proyek tersebut tetap akan berjalan dan apabila dipermasalahkan disarankan masyarakat menggugat di Pengadilan.
"Apabila pemilik lahan bersedia dengan harga yang telah ditentukan maka kami dari Pemerintah siap menyelesaikan hal tersebut untuk melakukan pembayaran namun apabila tidak menerima nanti akan diselesaikan di Pengadilan" kata Sekda.

Sementara itu perwakilan pemilik tanah Muhadi mengatakan dari hasil musyawarah semua pemilik lahan tidak menyetujui harga yang ditetapkan oleh pemerintah karena harga yang ditetapkan tidak sesuai dengan keinginan warga dan apabila pemerintah bersedia agar ditukar guling tanah masyarakat tersebut. "Kami sepakat menolak harga pemerintah karena tidak sesuai, kalau mau silahkan ditukar guling saja" kata Muhadi.

Camat Pujut L.Sungkul yang hadir pada rapat itu mengatakan, pada dasarnya pertemuan ini dilakukan untuk menentukan harga ganti rugi yang terkena dampak pembagunan sirkuit Moto GP.
Untuk itu tanah yang dipakai untuk pembangunan sirkuit Moto GP adalah proyek pemerintah dan dipakai oleh negara.

Camat meminta kepada pemilik tanah agar membantu dalam penyelesaian proyek pembangunan sirkuit Moto GP sehingga bisa berjalan lancar karena itu dia meminta kepada masyarakat untuk mengiklaskan karena untuk kepentingan masyarakat banyak.
"Pemerintah tidak ada niat untuk merugikan masyarakat sehingga dibentuk tim untuk menentukan harga lahan namun setelah ditentukan pemilik lahan tidak menerima harga yang ditentukan dan apabila masyarakat tidak menerima harga yang ditetapkan pemerintah proyek tersebut tetap jalan dan apabila dipermasalahkan disarankan masyarakat menggugat di Pengadilan" kata Sungkul

Waka polres Loteng ikut memberikan pandangannya terkait masih ngototnya sejumlah pemilik tanah.
Menurutnya dalam pembebasan tanah ada mekanisme atau aturan mainnya sehingga tidak bisa dilakukan sesuai keinginan pemilik. "Ada tim penaksir harga independen yang menentukan harga bukan pemerintah" ungkapnya

Seandainyapun kata Wakapolres masyarakat menolak dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah, proyek tersebut tetap berjalan dan akan diselesaikan di pengadilan nantinya. Pemerintah tentu tidak mungkin membayar sesuai dengan keinginan pemilik tanah dan harga tanah sudah ditetapkan oleh tim yang sudah dibentuk oleh pemerintah. "Kita harus bersyukur proyek tersebut berada di Lombok Tengah sehingga akan membantu masyarakat nantinya" katanya.

 Kabid Pengadaan Tanah Kanwil NTB L.Harli menimpali, bahwa pembangunan mengenai sirkuit Moto GP ini sudah ditetapkan oleh SK Bupati Loteng dan dalam undang - undang.
 Bahwa pemerintah sudah menunjuk lokasi terkait dengan pembangunan proyek tersebut dan tidak bisa dilakukan pembatalan. Pemerintah sudah melakukan keterbukaan kepada masyarakat terkait permasalahan tersebut dan meminta kepada masyarakat untuk bersama - sama memajukan wilayah Kabupaten Lombok Tengah.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.46 wita berjalan dengan aman dan lancar. Lth02
Read More
Mahasiswa Lamaholot NTT, Gelar Pentas Seni Promosikan Budaya Lokal

Mahasiswa Lamaholot NTT, Gelar Pentas Seni Promosikan Budaya Lokal

Mataram , SN - Himpunan Mahasiswa LAMAHOLOT (HIMLA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Pentas Seni Budaya NTT di Taman Budaya Mataram Jumat 17-18 Januari 2020.
 Tema dari kegiatan itu adalah "Melestarikan harta leluhur Flobamorata".

Kegiatan tersebut di buka dengan resmi oleh  Baiq Rahmayati kepala Pengelola Taman Budaya NTB, dengan memukul gong secara simbolis.

Eduar tokoh masyarakat NTT mengatakan , Seni dan budaya itu adalah sesuatu yang sangat netral, budaya itu aspeknya sangat luas di tengah arus globalisasi in. "kita butuh identitas bangsa, dengan adanya kegiatan ini orang NTB yang belum ke NTT bahkan belum mengenal budaya NTT bisa mengenal budaya daerah dari NTB. "selamat buat panitia adek adek mahasiswa LAMAHOLOT yang telah menyelenggarakan kegiatan ini" ujarnya.

Sementara itu Pembina organisasi Himpunan Mahasiswa LAMAHOLOT  berharap pemerintah Kota Mataram bisa bekerja sama kedepannya guna untuk mempromosikan Budaya lokal.

Pada pentas seni dan budaya yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Lamaholot menampilkan kreasi tari yang mencerminkan budaya di NTT. Pementasan tari itu mampu menghipnotis penonton yang memadati arena Taman Budaya Mataram.

Untuk diketahui, Lamaholot (atau Lamkolot, Lamholot, Solor, Larantuka) adalah salah satu suku bangsa yang berdiam di dalam wilayah Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Suku Lamaholot mendiami sebagian besar wilayah kabupaten tersebut, yang meliputi bagian timur Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Lembata, Pulau Solor, dan Pulau Alor. Dalam kabupaten ini mereka hidup berdampingan dengan kelompok-kelompok lain, seperti orang Kedang, bersama dengan kelompok pendatang seperti Bugis, Makassar, Buton, serta keturunan Cina. (Sevrianus Adirto Utus)
Read More
Bupati Resmikan Jembatan Tendak Endak Aik Brik, Jalur Pariwisata Normal Lagi

Bupati Resmikan Jembatan Tendak Endak Aik Brik, Jalur Pariwisata Normal Lagi

Lombok Tengah, SN - Setelah menunggu lama akhirnya masyarakat Desa Aik Brik dapat bernapas lega lantaran jembatan penghubung desa Aij Brik dengan desa lainnya di Kecamatan Batukliang Utara sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Peresmian Jembatan Tendak - Endak Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara itu dilakukan Bupati Lombok Tengah H.M.Dinaiki FT Jum'at, 17 Januari 2020 Pukul 08.30 Wita bertempat Dusun Aik Berik Barat Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Loteng, NTB.

 Selain meresmikan Jembatan Tendak - Endak kegiatan itu juga serangkaian dengan Launching Pusat Durian oleh Bupati Loteng H.Moh. Suhaili F.T SH. Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut al. Seluruh Kepala Dinas dan Badan berserta staf lingkup Pemerintah Loteng, Para Asisten Kab. Loteng, Camat Batukliang Utara Drs H.L. Wiraningsun, Sekdes Desa Aik Berik beserta Staf, Pembimbing Ponpes Al.Kausar Tgh.Hazwin Sobirin, Toga,Tomas dan ASN lingkup Pemda Lombok Tengah.



 Bupati Lombok Tengah mengatakan, pada kesempatan ini dia pribadi berterima kasih kepada masyarakat Desa Aik Berik karena jembatan yang sudah lama putus akibat Pasca Gempa dan bisa diperbaiki bersama dan jembatan sepanjang 12 meter dan lebar 6 meter, jembatan ini merupakan jalan terhubung dari Desa Teratak menuju Pemotoh Desa Aik Berik, dan jembatan ini yang langsung menuju Akses Geopark Gunung Rinjani. "Seperti kita ketahui bersama bahwa Potensi Wisata alam di wilayah Batukliang Utara sangat luar biasa karena jalan ini yang langsung menuju  potensi  wisata alam air terjun benang setukel dan benang kelambu dan banyak wisata alam lainnya yang ada di Kabupaten Lombok Tengah" ujarnya.

Menurutnya pemembangun jembatan ini mempertimbangkan segala aspek. Untuk diketahui proses pembangunan jembatan ini kurang lebih 8 bulan, karena butuh pertimbangan dari beberapa aspek, kekuatan konstruk bangunan keselamatan dan lainnya diharapkan dengan dibangunnya jembatan ini bisa mengurangi kemacetan menuju potensi wisata alam air terjun Benang Setukel dan Benang Kelambu dan menuju Akses Geopark Gunung Rinjani selain itu juga tentunya perekonomian diwilayah bisa memudahkan dan melancarkan jalur transportasi untuk mengangkut hasil pertanian bagi warga masyarakat Desa Aik Berik dan sekitarnya.
Untuk sementara Jembatan ini tidak boleh dilewati oleh kendaraan yang membawa material dan  melebihi Kapasitas

Selanjutnya dilakukan Doa,zikir dan pembacaan surat yasin dipimpin oleh Tgh.Hazwin Sobirin

Peresmian ditandai dengan Pemotongan Pita penandatangan prasasti oleh Bupati Loteng dan pemberian santunan kepada anak yatim. Lth02


Read More
 Fahri Hamzah Cerita Alasan Tak Nyaleg Ke Warga Batunampar

Fahri Hamzah Cerita Alasan Tak Nyaleg Ke Warga Batunampar

Lombok Timur, SN - Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah akhirnya mengungkapkan alasannya kenapa dirinya tak maju lagi dalam pileg DPR RI 2019 lalu.

Fahri mengatakan setelah keluar dari PKS banyak sekali sahabat temannya maupun petinggi parpol yang mengajak dirinya untuk maju atau menjadi pengurus Parpol namun dia mengatakan ingin istirahat sejenak.

"Tadi beliau pak Kades Batunampar bertanya kok Fahri nggak maju menjabat kembali. Memang saya diminta oleh semua partai untuk maju di daerah yang mereka bilang pasti terpilih semua partai dari partai besar sampai kecil semua minta saya jadi pejabat jadi ketua umum ada wakil ketua umum ada sekjen semua minta bahkan pernah di kamar saya teman-teman utusan daerah dari DPD datang ke ruangan saya minta saya maju tapi saya ingin ambil jeda sedikit ambil jarak sedikit dan itu yang sedang saya lakukan sekarang" kata Fahri

Kunjungan Fahri Hamzah di Desa Batu Nampar Selatan Kamis 16/1 sebagai ajang silaturahmi dan ingin menawarkan investasi untuk para Nelayan di Desa Batu Nampar para Nelayan dan pembudidaya Bibit Lobster.
 Kegiatan berakhir pada ukul 12.30 Wita, berlangsung aman dan tertib, Kegiatan di lanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ngobrol santai  bersama masyarakat Desa Batunampar Selatan. Ltm01


Read More