Jadi Rektor dan Pimpinan Ponpes, Baiq Mulianah Tak Merasa Berat

Lombok Tengah, SN - Siapa yang tak kenal sosok Baiq Mulianah dikalangan NU. Selain menjadi aktivis NU, dia juga merupakan Rektor di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Mataram. Tak mudah menjadi seorang rektor apalagi seorang perempuan yang nota bene ibu rumah tangga mengurus suami waktu itu namun semua itu dijalani dengan penuh tanggung jawab.

Kini beban tanggung jawab semakin berat setelah didampuk  menjadi pimpinan Pondok Pesantren Al Masyuriah Bonder menggantikan suaminya almarhum TGH Ahmad Taqiudin Mansur yang sudah meninggal dunia.

Bagi orang lain memimpin dua lembaga besar jelas amat berat apalagi sang suami yang selalu mendampinginya telah meninggalkannya dengan 2500 santri, namun bagi Mulianah hal itu tidaklah berat baginya sepanjang ikhlas dan menganggap semua itu adalah anugerah. "Bagi saya ini adalah anugrah yang diberikan oleh Allah untuk saya jalankan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab" katanya di Ponpes saat kedatangan pejabat OJK beberapa hari lalu.

Memang katanya, mengurus 2500 santri dan penghuni asrama sekitar 800 orang jelas bukan perkara mudah namun ini amanat yang harus dijalankan sepeninggal suaminya. "Pasti ada hikmahnya, makanya jalani saja dengan ikhlas" katanya.


Diakuinya mengurus anak didik adalah bentuk amal jariyah, begitu pula dengan mengurus perguruan tinggi. "Saya sudah terbiasa dengan pekerjaan ini, lagian ada orang orang hebat yang membantu saya mengelola kedua lembaga ini, jalani saja, bagi saya semua itu anugrah yang luar biasa diberikan Allah" ungkapnya.

Dia selalu berdoa agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah ini, demi pendidikan ribuan anak didiknya. Am



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jadi Rektor dan Pimpinan Ponpes, Baiq Mulianah Tak Merasa Berat "

Post a Comment