Irzani : TGB Pancor dan TGB Anjani Bertemu Bahas Islah

Jakarta, SN - Dua petinggi NW TUan Guru Bajang Zainul Majdi PBNW Pancor dan Tuang Guru Bajang Raden Zainuddin Atsani Anjani bertemu kedua kalinya di Jakarta. Pertemuan pertama pada saat penganugerahan Pahlawan Nasional bagi ayahandanya TGH Zainuddin Abdul Majid dan pertemuan keduanya kemarin di Menkumham.

Pertemuan dua tokoh sentral di NW Pancor dan NW Anjani dilakukan di kantor Kementerian Hukum Dan HAM RI pada hari ini, Jumat, [10/1/2020].

Pertemuan langka ini dihadiri langsung oleh kedua pimpinan masing masing. Hadir dari kubu Pancor, TGB. Zaenul Majdi dan kubu Anjani, RTGB. Zaenudin Tsani. Selain kedua tokoh penting itu, para pengurus dan Tuan Guru dari kedua belah pihak juga ikut terlibat dalam pertemuan ini.

 Sekretaris Pengurus Wilayah NW Pancor, pertemuan ini dalam rangka mencari titik temu atas sengketa kepemilikan sah perkumpulan NW pasca ditinggalkan oleh pendirinya, TGKH. Zaenudin Abdul Majid. Kemenkumham RI mencoba memfasilitasi kedua kubu ini untuk bisa bersatu.

” Dimediasi oleh Kemenkumham melalui Dirjen, baguslah sangat positif. barusan selesai. dari jam 2 siang undangannya sampai sebelum magrib. Dipimpin sama TGB berserta seluruh wakil ketua sama sekjend, Anjani juga dipimpin oleh RTG, wakil ketua dan Sekjend. lengkap,” terang H. Irzani.

Proses islah dan semangat sama tapi semua butuh proses kan,” tambahnya.

Irzani juga menerangkan ada beberapa poin yang menjadi pembicaraan serius dalam mediasi ini, salah satunya adalah tentang Surat Keputusan kepemilikan NW dan juga soal soal rembesan lainnya yang secara rinci tak dijelaskan.

” Soal SK dan semuanyalah. poinnya sama sama bersepakat segera melakukan islah. sama spiritnya. tinggal mekanismenya dibicarakan dalam pertemuan berikutnya, apakah muktamar bersama, apakah semuanyalah. sangat positiflah yang penting ketemu lengkap dulu,” terangnya.

Untuk menindaklanjuti hasil mediasi ini, nantinya akan dilakukan pertemuan lanjutan. Irzani berharap NW segera bersatu dalam waktu dekat ini,” saya optimis NW bersatu,” pungkas Irzani.

Konflik pecahnya NW ini sudah berlangsung bertahun tahun, akibatnya berimbas terhadap perebutan SK kepemilikan sah yang diterbitkan Kemenkumham RI. Dimana diketahui saat ini, secara legal, NW Pancorlah yang disahkan berdasarkan putusan pengadilan terbaru. NW Pancor mendapatkan SK tersebut melalui Peninjauan Kembali [PK]. Dimana yang sebelumnya SK Kemenkumham sempat disandang NW Anjani. Keluanya putusan PK ini sempat terjadi demontrasi dari Kubu NW Anjani ke kantor Kemenkumham RI perwakilan NTB. Jkt01



Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "Irzani : TGB Pancor dan TGB Anjani Bertemu Bahas Islah "

  1. Halo teman-teman, nama saya Asep Darjat
    saya sangat senang dan saya berterima kasih kepada Bunda Deborah dari PINJAMAN AVANT. Saya baru saja mendapatkan pinjaman saya dan cepat dan aman Anda bisa mendapatkan pinjaman Anda juga, saya adalah kesaksian hidup dari pekerjaan baiknya. WhatsApp padanya jika Anda membutuhkan pinjaman apa pun melalui
    WhatsApp: +6281334785906
    email: avantloanson@gmail.com

    ReplyDelete
  2. Saya benar-benar akan berterima kasih kepada Allah atas kebaikan yang Anda lakukan dengan membantu saya dan hari ini saya mendapat pinjaman Rp120.000.000,00 untuk menyelesaikan masalah saya.
    Saya menerima telepon di ponsel saya pagi ini dari Bank CIMB yang menyatakan bahwa saya berhasil mendapatkan pinjaman di akun saya.
    Saya berterima kasih kepada nyonya Debora karena saya tetap mempercayai Anda dan atas karunia Allah, saya telah menerima pinjaman saya dengan sukses.
    Terima kasih banyak.
    Saya juga akan memberi tahu Anda teman-teman dan orang-orang terkasih yang membutuhkan pinjaman. Terima kasih banyak Nyonya Deborah, saya berdoa semoga Allah menyertai Anda.
    Hubungi Ibu Deborah melalui
    email: avantloanson@gmail.com
    WhatsApp: +6281334785906

    ReplyDelete
  3. Selamat siang untuk semua, nama saya Steven Nesty Binti, saya ingin membagikan kesaksian hidup saya yang sebenarnya di sini di platform ini sehingga semua pencari pinjaman akan berhati-hati dengan pemberi pinjaman di internet

    Setelah beberapa waktu mencoba mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan terus ditolak, saya memutuskan untuk mengajukan pinjaman online tetapi saya ditipu dan kehilangan Rp10,7 juta, untuk seorang pria di Afrika.

    Saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman, jadi saya berdiskusi dengan teman saya Ny. Tieka Melawati (tiemelaw@gmail.com) yang kemudian memperkenalkan saya kepada Ny. Deborah, Manajer AVANT Loan Firm, jadi teman saya meminta saya untuk memproses pinjaman saya dengan Nyonya Deborah. Jadi saya menghubungi Ny. Deborah melalui email: (avantloanson@gmail.com) dan juga di WhatsApp: +6281334785906

    Saya mengajukan pinjaman sebesar IDR 380 juta dengan tingkat bunga 2%, sehingga pinjaman itu disetujui dengan mudah tanpa tekanan dan semua persiapan dilakukan dengan transfer kredit, karena tidak memerlukan jaminan dan jaminan untuk transfer pinjaman, Saya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari satu setengah jam, uang pinjaman saya dimasukkan ke dalam rekening bank saya.

    Saya pikir itu lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa akun saya telah dikreditkan dengan IDR380 juta. Saya sangat senang bahwa akhirnya Tuhan telah menjawab doa saya dan dia telah memberi saya keinginan hati saya.

    Semoga Tuhan memberkati Ny. Deborah untuk memberikan kehidupan yang adil bagi saya, jadi saya menyarankan siapa pun yang tertarik mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Ny. Deborah melalui email: (avantloanson@gmail.com) atau melalui WhatsApp: +6281334785906 untuk pinjaman Anda

    Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda semua karena telah meluangkan waktu untuk membaca kesaksian sejati hidup saya tentang kesuksesan saya dan saya berdoa kepada Tuhan untuk melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda. Anda dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut melalui email saya: (nestybintisteven@gmail.com) Salam

    ReplyDelete