Showing posts with label Hukum. Show all posts
Showing posts with label Hukum. Show all posts
Komisi IV Saksikan Pengembalian Sisa Bantuan PIP Yang Dipotong Sekolah

Komisi IV Saksikan Pengembalian Sisa Bantuan PIP Yang Dipotong Sekolah

Lombok Tengah, SN - Walimurid SDN Jango bisa bernapas lega, uang yang seharusnya diterima penuh untuk anaknya dari dana PIP terpotong sepihak oleh pihak sekolah. Kini sisa dana hasil potongan tersebut dikembalikan lagi ke Walimurid. Pengembalian dana tersebut diserahkan langsung ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Tengah H.Supli  disaksikan aparat kepolisian dan pihak UPT Dikdas Kecamatan Janapria. 


Supli terpaksa membantu menyerahkan sisa dana Program Indonesia Pintar (PIP) kepada wali murid siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jango sebab wali murid enggan menerima pengembalian yang diserahkan oleh Kepala Sekolah.

Ketua Komisi IV, H. Ahmad Supli SH, menjelaskan, pihaknya telah menerima dana dari kepala sekolah SDN Jango pada hari Rabu tanggal 7 April lalu sejumlah 23 juta 575 ribu rupiah.

“Saya harap wali murid menerima sisa dana PIP ini. Silahkan diterima dan bagi rata kepada wali murid yang siswanya terdaftar sebagai penerima PIP,” kata Supli, saat berkunjung ke SDN Jango, Senin (12/4).

Mau tidak mau, kata Supli, karena penyaluran dari awal sudah ada kejanggalan maka jalan terbaik adalah membagi rata sisa uang yang ada.

“Dalam mekanisme penyaluran PIP, di sana ada pihak Bank, Komite, dan Kepala Sekolah. Adapun kejanggalan yang terjadi dalam sistem penyaluran silahkan wali murid bentuk tim investigasi,” sarannya.

Akhirnya, wali murid yang hadir dalam kesempatan tersebut sepakat menerima sisa dana PIP yang dititipkan pihak sekolah lewat Komisi IV. 

Read More
Kapok, Mengancam Wartawan Kini Berurusan Dengan Polisi

Kapok, Mengancam Wartawan Kini Berurusan Dengan Polisi

Lombok Tengah, SN - Hari ini, wartawan yang di Ancam untuk dibunuh oleh oknum inisial A dan S, warga Tunjang, Desa Pagutan, Batukliang, resmi melapor ke Polres Lombok Tengah.


Langkah ini dilakukan supaya tidak ada lagi oknum yang berusaha intervensi kerja jurnalistik, terlebih mengancam jiwa dan ketenangan insan pers dengan cara mengancam untuk dibunuh.

"Saya tidak main-main dengan kasus ini, karena telah mengancam jiwa saya dengan ancaman akan dibunuh," ungkap Ahmad Sakurniawan, seusai melapor di Polres Loteng, Sabtu 10 April 2021.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Media Suara Nusa, Yudi Suyatna, SH, akan mengawal laporan kliennya itu untuk mendapatkan hak perlindungan hukum.

Yudi mengatakan, laporan pengancaman itu telah dilaporkan per Sabtu 10 April 2021 ke Polres Loteng, dan berharap supaya aparat penegak hukum segera ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Yudi mengaku, terduga pelaku pengancaman inisial A dan S pernah mendatangi kliennya (korban), untuk meminta maaf atas ancaman melalui telepon seluler itu.

"Bagi saya, bukan persoalan telah meminta maaf, namun upaya pengancaman membunuh ini telah membuat klien kami tidak tenang," kata dia.. LTH01

Yudi mengapresiasi upaya oknum pelaku telah meminta maaf, tapi bukan berarti tidak diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Terlebih wartawan telah di lindungi UU Pers 40 tahun 1999.


"Kejadian pengancaman pembunuhan ini jelas mengarah kepada pembunuhan karakter seorang jurnalis," tutupnya.

Read More
Kapolres Ingatkan "Pengganggu" Sirkuit Moto GP

Kapolres Ingatkan "Pengganggu" Sirkuit Moto GP

 Lombok Tengah, SN - Masih ada pengganggu dari oknum masyarakat yang mengatasnamakan masyarakat pemilik tanah di Sirkuit Mandalika membuat Kapolres Lombok Tengah geram. Dia mengancam akan melakukan tindakan hukum jika masih saja menghalangi proses pembangunan. "Katanya mengatas namakan masyarakat, masyarakat yang mana, wong pemilik tanah saja tak keberatan, jangan mengada ada, kalau tetap saja mengganggu maka kita bisa lakukan tindakan tegas, kita proses secara hukum" ungkap Kapolres yang ditemui di Kantor Bupati Senin 29/3.


Sejauh ini proses pembangunan sirkuit Mandalika masih berjalan normal kendati ada gangguan dari oknum masyarakat. Pihaknya bersama aparat TNI akan terus mengamankan jalannya pembangunan. 

Terkait dengan keberatan warga masyarakat terkait pemindahan makam karena masuk dalam jalur bay pas BIL-Kuta I, Kapolres menegaskan pihaknya akan segera melakukan pendekatan kepada masyarakat. "Itu kan kena sama jalan, maka harus direlokasi, kan lahan juga ditambah oleh pemda" ungkapnya. 

Read More
Satu Mobil Fuso, Satu Minibus dan Mobil Tronton Tabrakan Beruntun, Satu Tewas

Satu Mobil Fuso, Satu Minibus dan Mobil Tronton Tabrakan Beruntun, Satu Tewas

 Lombok Tengah, SN - Belum hilang trauma masyarakat akan kasus rem blong fuso lalu terguling kesawah beberapa waktu lalu. Kali ini Tabrakan beruntun terjadi di jalan raya Jaler Desa Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah Kilometer 5 dari Kota Praya. Satu minibus, satu mobil truk fuso dan satu mobil Tronton bermuatan alat berat terlibat tabrakan beruntun. Akibatnya satu orang tewas. TKP nya bawah tanjakan Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah tidak jauh dari kejadian fuso terguling akibat rem blong.



Menurut cerita warga, mobil Tronton bermuatan alat berat meluncur dari arah utara menuju selatan beriringan dengan mobil Fuso sementara satu minibus warna hitam datang dari arah selatan. Sampai di TKP mobil minibus dihantam mobil Tronton akibatnya mobik terguling dan terpental. Sementara mobil fuso dibelakang mobil Tronton menghantam mobil didepanya. 

Akibatnya mobil ringsek berat sedangkan roda mobil Tronton patah. Beruntung alat berat tak terbalik. 


Sejauh ini unit Laka Lantas polres Lombok Tengah sudah datang ke TKP untuk olah TKP. Sementara itu hingga saat ini belum diperoleh identitas korban tewas maupun sopir yang terlibat tabrakan. 

Kapolres Lombok Tengah AKBP Satu Setiap Nugroho melalui pesan WA menceritakan  kronologis kejadiannya. 

Kendaran Hino B9939UX yang di kendarai oleh Heru Purwantoro beriringan dengan kendaran Hino B9625UEI yang dikemudikan oleh Yoyok Perwito datang dari arah Utara menuju keselatan sampai di TKP kendaraan Hino B9625UEI pecah ban dan menabrak kendaran Hino B9939UX sehingga kendaran berhenti untuk mengganti kepala kendaran yang rusak, pada saat mendongkrak kernet kendaran atas naman Wawan tiba tiba dari arah Utara datang kendaran truk Fuso EA8738A dengan rem belong dan menabrak kendaran Hino B9625UEI, kernet Wawan, kendaran Xenia DR1227SA serta kedaran SPM Yamaha Nmax DR2854UF, akibat kejadian tersebut kernet kendaran an Wawan meninggal ditempat kejadian.

Hingga berita ini diturunkan Senin 22/3 jam 17.30 wita, polisi masih melakukan evakuasi bangkai mobil. Lth01



Read More
Polisi Ringkus 28 Pelaku pada 24 Kasus Kejahatan

Polisi Ringkus 28 Pelaku pada 24 Kasus Kejahatan

 Lombok Tengah, SN - Dalam Operasi Jaran Rinjani 2021 yang digelar selama 14 hari, Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Lombok Tengah berhasil mengungkap 24 kasus tindak pidana dengan jumlah tersangka 28 Orang. Meski demikian Polres membidik beberapa kasus saja yang menjadi sasaran pengungkapan. 

“Tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) dan tindak pidana pencurian sepeda motor (curanmor) yang menjadi sasaran pengungkapan selama operasi berlangsung,” kata Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK saat konperensi pers di Lombok Tengah, Rabu (17/3).


Esty menjelaskan, selama 14 hari operasi itu berlangsung yang dilaksanakan sejak tanggal 1-14 maret, Polres Loteng berhasil mengungkap salah satu kasus menonjol yaitu pencurian sepeda motor yang terekam CCTV dan sempat viral di media.

“Kita berhasil menangkap satu tersangka namun satu tersangka lain berikut barang bukti sepeda motor masih dalam proses pengejaran,” jelasnya.

Kapolres menyampaikan terkait pengungkapan kasus pada pelaksanaan Operasi Jaran Rinjani 2021 terjadi peningkatan dibandingkan tahun lalu dan termasuk kualitas pengungkapan itu sendiri.

“Ada 9 kasus curanmor, 6 kasus curat dan selebihnya pencurian biasa yang berhasil kita ungkap, jadi dari kuantitas dan kualitas ada peningkatan,” paparnya.

Lanjut Esty, nanti Polres Lombok Tengah akan merelease barang bukti yang berhasil diamankan sehingga nanti pasca perkara itu disidangkan, masyarakat yang merasa menjadi korban tindak pidana bisa mengambil melalui panitera pengadilan negeri Praya.

“Bagi masyarakat yang merasa menjadi korban tindak pidana, nanti bisa mengambil barang bukti melalui panitera PN Praya, pasca perkara tersebut sudah selesai,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Fathul Bahri, SIP, mengapresiasi Polres Lombok Tengah beserta jajarannya dalam hal penegagakan perundang-undangan serta berharap tetap menjalin sinergitas dalam mengemban tugas menjaga kondusifitas keamanan di bumi tastura atau Kabupaten Lombok Tengah.

“Saya sangat berterimakasih dan mengapresiasi kepada Bapak Kapolres beserta jajarannya dalam upaya penegagakan hukum dan menjaga kondusifitas di wilayah Lombok Tengah,” kata H. Lalu Fathul Bahri saat mengikuti konperensi pers di halaman apel Mapolres Loteng

Read More
Kekurangan Air Bersih, Lapas Terbuka Ngadu Ke Bupati

Kekurangan Air Bersih, Lapas Terbuka Ngadu Ke Bupati

 Lombok Tengah, SN - Kalapas Terbuka Tojong Ojong Kecamatan Batukliang bersama jajarannya bersilaturahmi dengan Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri di Kantor barunya RSUD Praya Selasa 16/3.

Dalam pertemuan tersebut pihak Lapas Terbuka menceritakan kondisi lapas yang memprihatinkan khususnya air bersih sementara jumlah penghuni Lapas terus bertambah. "Kami kekurangan air bersih, suplai dari PDAM belum maksimal sehingga kami butuh sumur bor" kata Kalapas kepada Bupati.


Menanggapi hal itu Bupati langsung merespon dengan menelepon Bappeda untuk segera dimasukkan dalam usulan pengadaan barang. "Tolong dimasukkan dalam usulan untuk sumur Bor untuk Lapas Terbuka" perintahnya kepada Kabid Fisik Bappeda L.Wir

Pihak lapas sangat berterima kasih dengan respon cepat Bupati. Dia berharap dengan adanya sumur bor maka persoalan air bersih bisa diatasi. Lth01

Read More
Warga Kuta Ditemukan Tewas Di Pantai Senek

Warga Kuta Ditemukan Tewas Di Pantai Senek

Lombok Tengah, SN - Minggu 21/2 Pagi hari sekitar jam 10.00 wita. Masyarakat Desa Kuta digegerkan dengan penemuan mayat mengapung di pantai. Mayat yang diketahui bernama Ali warga dusun Kuta 3 itu ditemukan meninggal di laut Pantai Senek pada saat melaksanakan mancing.


Kuat dugaan saudara Ali meninggal disebabkan karena penyakit ayan/mupuk yang diderita kambuh.

Menurut penuturan warga, Ali selain memiliki riwayat penyakit Ayam, dia juga  mengalami gangguan jiwa. "Saat ini almarhum sudah berada di rumah duka dusun Kuta 3" kata Samsul warga setempat. Lth01

Read More
Pemda Atensi, Polisi Bantah Tahan Ibu dan Anak Kasus Pengerusakan Tembakau

Pemda Atensi, Polisi Bantah Tahan Ibu dan Anak Kasus Pengerusakan Tembakau

 Lombok Tengah, SN - Kasus pengerusakan pabrik atau gudang tembakau, yang diduga dilakukan empat ibu rumah tangga atau IRT di wilayah hukum Polres Lombok Tengah, yang berujung penahanan bersama dua anak di bawah umur lima tahun (balita) menjadi atensi pemerintah daerah Kabupaten Lombok Tengah. 


Pemda Loteng mulai mengumpulkan data terkait dengan ibu da  keluarganya yang dituduh pelaku pengerusakan. "Kita sedang data ibu dan keluarganya, sebagai bahan rapat kita" kata Kabag Hukum Setda Lombok Tengah Abdi Mantap SH melalui pesan singkatnya.

Dilain pihak Polda NTB melalui Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.Si. membantah polisi menahan ibu da  keluaganya yang diduga sebagai pelaku pengerusakan pabrik Tembakau di Desa Wajageseng Kecamatan Kopang beberapa waktu lalu.

Kombes Pol. Artanto melalui siaran persnya, Sabtu (20/2) malam, menegaskan bahwa pihak Polres Lombok Tengah yang menerima laporan kasus pengerusakan sesuai Pasal 170 KUHP itu, telah melakukan proses hukum sesuai prosedur.

“Pihak Polres Lombok Tengah telah melakukan lebih dari dua kali mediasi keduabelah pihak untuk penyelesaiannya, namun tidak ada titik temu dan kesepakatan, kemudian penyidik melanjutkan proses penyidikan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ungkapnya.

“Selama proses itu (penyidikan dan penyelidikan, red) Polisi tdk melakukan penahanan,” tegasnya.

Sehingga, lanjut Kombes Artanto, pihak Polres Lombok Tengah melanjutkan laporan menjadi berkas perkara. Setelah dinyatakan P21(Lengkap) berkas tersebut diserahkan dan atau dilimpahkan penanganannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya.

“Jadi, saya tegaskan kembali bahwa tidak ada penahanan selama proses hukum yang dilakukan Polres Lombok Tengah,” tutupnya. Lth01

Read More