Berita NTB
LOMBOK
TENGAH, (23/3)-Dalam upaya mewujudkan Pemilu yang damai, Kepolisian Daerah
(Polda) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus
melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan terus menjalin koordinasi dengan
para petinggi partai politik. Hal itu terlihat dengan dilaksanakannya
telekonfren dengan seluruh jajaran kepolisian dan petinggi Parpol di seluruh
kabupaten/kota di NTB dan untuk Lombok Tengah sendiri dipusatkan di Aula
mapolres Lombok Tengah. Dalam kesempatan tersebut, hampir seluruh perwira dan
petinggi Parpol di Lombok Tengah nampak hadir dalam acara tersebut. Dalam
arahannya, Ketua KPU NTB menyambut baik acara telekonfren tersebut. Hal itu menurutnya
adalah bukti komitment aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban
pelaksanaan pemilu. Untuk itu, pihaknya berharap kepada seluruh pengurus Parpol
untuk tetap patuh pada fakta integritas yang telah disepakati sebelumnya. Salah
satu hal yang tertuang dalam fakta integritas tersebut adalah, Parpol tidak
boleh membawa isu sara dan melakukan aksi provokatif dalam kegiatan kampanye
yang dilakukan. “Kami harap, seluruh Parpol menggunakan cara cara yang santun,
berika masyarakat cara berpolitik yang baik dan benar,”harapnya.
Polda NTB Dan KPU NTB Gelar Telekonfren
LOMBOK
TENGAH, (23/3)-Dalam upaya mewujudkan Pemilu yang damai, Kepolisian Daerah
(Polda) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus
melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan terus menjalin koordinasi dengan
para petinggi partai politik. Hal itu terlihat dengan dilaksanakannya
telekonfren dengan seluruh jajaran kepolisian dan petinggi Parpol di seluruh
kabupaten/kota di NTB dan untuk Lombok Tengah sendiri dipusatkan di Aula
mapolres Lombok Tengah. Dalam kesempatan tersebut, hampir seluruh perwira dan
petinggi Parpol di Lombok Tengah nampak hadir dalam acara tersebut. Dalam
arahannya, Ketua KPU NTB menyambut baik acara telekonfren tersebut. Hal itu menurutnya
adalah bukti komitment aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban
pelaksanaan pemilu. Untuk itu, pihaknya berharap kepada seluruh pengurus Parpol
untuk tetap patuh pada fakta integritas yang telah disepakati sebelumnya. Salah
satu hal yang tertuang dalam fakta integritas tersebut adalah, Parpol tidak
boleh membawa isu sara dan melakukan aksi provokatif dalam kegiatan kampanye
yang dilakukan. “Kami harap, seluruh Parpol menggunakan cara cara yang santun,
berika masyarakat cara berpolitik yang baik dan benar,”harapnya.
Selain
itu, seluruh Parpol juga diminta untuk tetap mengikuti jadwal kampanye
sebagaimana yang telah diatur sebelumnya dan mengkoordinasikan setiap
perkembangan yang terjadi, sehingga ketika terjadi potensi kerawanan, bisa segera
diantisipasi.
Para
pendukung Parpol juga diminta untuk ikut menjaga ketertiban , yakni dengan
tidak melakukan konfoi dan aktifitas yang bisa menyinggung simpatisan Parpol
lain dan hal itu sudah dikoordinasikan dengan aparat kepolisian. Jika terjadi pelanggaran,
pihaknya telah meminta aparat kepolisian untuk memberikan sanksi, sebagaimana
kesepakatan sebelumnya.
Sementara
itu, Dirlantas Polda NTB dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa angka laka
lantas yang terjadi selama masa kampanye cukup besar. Setidaknya, sampai dengan
saat ini sekitar 202 surat teguran yang kesemuanya itu dilayangkan langsung
Parpol.
Semua
itu menurutnya akibat tidak patuhnya para simpatisan Parpol terhadap peraturan,
seperti melakukan kebut kebutan, melanggar jalur, mengikut sertakan balita,
membawa penumpang dengan bak terbuka, tidak menggunakan helm dan lain-lain.
Untuk itu, sebelumnya telah disepakati bahwa bagi pelanggaran berat akan
dikenakan sanksi berupa tilang dan penahanan kendaraan yang digunakan.
Adapun
yang dikategorikan sebagai pelanggaran berat diantaranya, kebut kebutan,
melanggar jalur dan hal-hal yang dapat membahayakan pengendara lainnya.
Sedangkan untuk pelanggaran ringan, cukup dengan diberikan teguran tertulis.
Pelanggaran ringan yang dimaksud diantaranya, tidak menggunakan helm standar,
membawa penumpang dengan bak terbuka, menggunakan knalpot reacing serta membawa
balita. Dalam hal ini, pihaknya berharap kepada para petugas di lapangan untuk
menjalankannya dengan cara-cara yang santun dan tetap mengedepankan etika.
“Saya minta kepada jajaran Satlantas di selulur kabupaten/kota untuk segera
menindaklanjuti kesepakatan ini,”harapnya.
Untuk
itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap taat dan patuh pada
aturan, sehingga pesta demokrasi 9 April mendatang bisa terlaksana dengan
sebaik-baiknya. Sementara itu, Kabinda Polda NTB dalam kesempatannya
menjelaskan, potensi kerawanan dalam Pemilu tahun ini cenderung meningkat, baik
dari segi keamanan maupun politik. Untuk menghindari semua itu, sleuruh Parpol
diharapkan bisa bersaing segara elegant dan mengedepankan cara-cara yang
santun.
Salah satu potensi
kerawanan yang harus diantisipasi adalah potensi terjadinya money politik dan
peredaran uang palsu dan jika ada temuan akan hal itu, masyarakat diminta
segera melaporkannya kapada aparat berwajib. Selain itu, aparat kepolisian juga
diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan dalam mengawal logistic pemilu.
Penjagaan di Kantor KPU harus diperketat, sebab memiliki potensi kerawanan yang
cukup besar. Oleh karena itu, pihaknya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat
untuk bersama sama mensukseskan jalannya Pemilu, sehingga apa yang menjadi
hajatan Pemili bisa tercapai.01
Via
Berita NTB
Posting Komentar