Pendidikan dan Kebudayaan
LOMBOK
TIMUR (23/3)- Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Aikmel Kecamatan Aikmel tahun ini
memiliki 374 siswa dengan jumlah Rombongan Belajar (Rombel) sebanyak 19,
sementara ruang belajar yang tersedia hanya 9 ruang. Akibatnya, proses belajar
mengajar dibagi menjadi dua shif pagi dan siang.
Kurang Ruang Kelas, Musholla Jadi Ruang Belajar
LOMBOK
TIMUR (23/3)- Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Aikmel Kecamatan Aikmel tahun ini
memiliki 374 siswa dengan jumlah Rombongan Belajar (Rombel) sebanyak 19,
sementara ruang belajar yang tersedia hanya 9 ruang. Akibatnya, proses belajar
mengajar dibagi menjadi dua shif pagi dan siang.
Untuk
yang masuk pagi 9 Rombel dan 7 Rombel lagi masuk pada siang hari. Hal ini
disampaikan oleh Kepala sekolah SDN 2 Aikmel Mahmudin kepada wartawan belum
lama ini.
Pada
musim ujian seperti saat ini, pihak sekolah pun harus memutar otak mencari
jalan keluar kekurangan ruang tersebut karena semua siswa dari kelas III sampai
Kelas VI harus masuk pada jam yang sama, saat ujian ini, kami terpaksa menggunakan
Mushalla, gudang dan ruang guru sebagai tambahan ruang ujian anak-anak
sementara kelas I dan II terpaksa belajar di rumah (liburkan)" kata
Mahmudin.
Mahmudin
berharap kepada dinas terkait untuk bisa memberikan bantuan tambahan ruang
belajar agar bisa menampung semua siswa yang ada.
"Kami
berharap kepada pemerintah ada bantuan tambahan ruang untuk sekolah kami,"
harap kepala sekolah ke-7 di SD ini.
Terlepas
dari kekurangan ruang yang dimiliki, sekolah ini terus berusaha mengembangkan
bakat dan minat anak didiknya dengan menyediakan kegiatan ekstra kurikulum
seperti drumband, pencak silat dan pengembangan prestasi sains.
Jumlah
tenaga pendidik di Sekolah ini sebanyak 26 orang yang terdiri dari 16 Pegawai
Negeri Sipil (PNS) dan 10 orang non PNS termasuk pegawai tata usaha (ar)
Posting Komentar