24 C
en

Koalisi Tujuh Parpol Usung Calon Sendiri

 
LOMBOK TENGAH,(sasambonews). Setelah melalui diskusi panjang, tujuh partai politik (Parpol) yang telah menyatakan koalisi yakni PDIP, PPP, PKB, Hanura, Nasdem, Demokrat, dan Gerindra ternyata semakin solid.
Hal itu, ditunjukkan dengan rencana akan melakukan pendandatangan Memorandum of Understanding (MoU). Kemudian baru, akan mendeklarasikan diri sebagai bentuk kesepakatan.
Keutuhan koalisi itu juga ditunjukkan, dengan diadakan pertemuan, di Hotel Aerotel Mandalika Praya, pada hari Rabu (25/2). Dengan dihadiri masing-masing Ketua DPC tujuh parpol di Lombok Tengah. Partai Demokrat dihadiri Ketua DPC, Ahmad Ziadi, PDIP Suhaimi, PPP HM Mayuki, PKB Burhanudin Yusuf, Nasdem Marjun dan M Nasir, dan Hanura Ketua Tim Tujuh, Japun, dan Gerinda H Muhdan Rum.
Disamping itu, dalam pertemuan itu disepakati, ketujuh parpol ini akan membentuk sejarah baru. Menurut Koordinator Tujuh Parpol, Suhaimi, pihaknya ingin membentuk sejarah baru di Lombok Tengah dan Indonesia. Biasanya, parpol akan menggodok calon terlebih dulu, baru kemudian membentuk MoU koalisi. Tapi, tujuh parpol ini akan melakukan sebaliknya, yaitu membentuk MoU dulu untuk kemudian menggodok bakal calon.
dilanjutkannya, masing-masing parpol membuka bakal calon yang sudah mendaftar di setiap partai. Sehingga, ketujuh parpol itu berhasil menjaring 6 nama bakal calon yang sudah mendaftar. Diantaranya Fathul Bahri, Burhanudin Yusuf, Zaenul Aidi, TGH L Gede Wira Sakti Amir Murni, HL Suprayatno (Gede Derip), dan Ruslan Turmuzi.
Keenam balon yang terjaring selanjutnya akan digodok sesuai ketentuan tujuh parpol itu. Siapa yang memenuhi kriteria, maka dialah yang akan diusung untuk mengikuti Pemilukada 2015 nanti. Tentunya, pembahasan memilih balon ini akan melalui proses pembicaraan yang cukup alot.
Dalam penjaringan juga, sudah ditentukan beberapa kriteria. Diantaranya kualitas sumber daya manusia (SDM) balon, kemudian elektabilitas. Dalam menguji kualitas SDM balon ini akan diambil dari beberapa ketentuan, seperti pengalaman politik, kemampuan berkomunikasi, pengetahuan dan lainnya yang masuk dalam kriteria kualitas.
Sedangkan elektabilitas akan dilakukan melalui uji wawancara dan memaparkan misi misi dihadapab publik. Kriteria ini dibagi lagi dalam beberapa indikator, seperti survei publik, mengenai elektaribilitas, popularitas dan minat serta dukungan masyarakat.
Tahapan indikator selanjutnya dalam elektabilitas ini adalah finansial. Artinya, siapa balon yang mampu membiayai ongkos operasional pemenangan. Hal ini akan dibicarakan mengingat kebutuhan biaya secara meteril tidak bisa dipungkiri dalam politik. “Kami bukannya mencari yang berduit, tapi ketika calon hanya menang popularitas dengan SDM bagus. Tapi tidak punya biaya, percuma juga diusung karena lawan politik akan dengan mudah mengalahkannya ketika operasional tidak bisa dilakukan,” terangnya.
ditambahkannya, indikator financial itu juga disebut dengan jujur. Artinya, parpol tujuh koalisi ini tidak mau muluk-muluk memberikan dukungan, sementara di belakang meminta uang. Karenanya, pihaknya menentukan indikator finansial ini sebagai kejujuran agar balon sendiri siap dengan masalah itu.
Dipaparkannya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menyusun tor atau semacam hasil pembicaraan tujuh parpol dari awal. Tor ini nantinya akan dijadikan alasan tujuh parpol ini untuk dibawa ke masing-masing tingkatan di DPD dan DPP. Sehingga pembentukan bakal calon dilakukan secara realistis.
Jika seperti ini, maka balon yang diusung parpol ini akan memiliki eksekutif dan legislatif jika tepilih. Tidak seperti koalisi sebelumnya, tidak ada perjanjian khusus. Sehingga balon yang menang bisa saja mencampakkan parpol pengusungnya. “Intinya, kita inginkan balon nanti, bisa memimpin Loteng kedepan. Dengan visi dan misi yang jelas,” pungkasnya. |dk
Older Posts
Newer Posts

Post a Comment

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4