Revitalisasi SD di Loteng Disorot, Diduga Ada “Kong Kalikong” Dalam Penentuan Sekolah Penerima
Lombok Tengah , SN – Dana Revitalisasi Pokir DPR RI selama ini disorot masyarakat lantaran sekolah sasaran program diduga syarat kepentingan. Penentuan lokasi sekolah terindikasi ada permainan yang dilakukan broker pokir dengan oknum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah.
Ditengarai ada “andang andang” yang diantar pihak sekolah
penerima program ke oknum Dinas sebagai pelicin program.
Menanggapi isu itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok
Tengah H.L.Idkham Halid membantah isu tersebut. “Tidak benar nike dik”
bantahnya melalui pesan singkat kemarin
Menurut Kadisdik Idham Khalid lebih dari 100 sekolah diusulkan
untuk calon penerima manfaat namun penentuan sekolah penerima sesungguhnya dari
partai ataupun dewan yang memiliki pokir tersebut. “Yang jadi kandidat 154
sekolah, niki yang menentukan kementrian Dikdasmen. Ada juga jalur pokir dewan,
Niki fraksi yang tentukan sekolahnya” ungkapnya
Saat ini datang lagi program Kemasyarakatan Presiden RI
Prabowo Subianto kepada puluhan sekolah. Lagi lagi dicurigai ada kong kalikong
dalam penentuan titik sekolah penerima. Pemerintah
dinilai lebih mengutamakan sekolah maju dan besar ketimbang sekolah kecil. “Seharusnya
dana revitalisasi ini utamakan yang kondisi sekolahnya sangat mempeihatinkan,
bukan sekolah yang sudah maju dan besar” ungkap salah satu kepala Sekolah yang
enggan disebut namanya.
Dia menilai pemerintah tidak berpihak kepada sekolah kecil
di kota dan sekolah di pedesaan. “banyak sekolah sekolah yang di desa yang
kondisinya mempeihatinkan” ungkapnya
Menurut informasi beberapa sekolah besar mendapatkan dana
revitalisasi seperti SDN 22 Praya. Padahal sekolah dasar termegah dan terbesar serta teelyas saat ini adalah SDN 22 Praya. Maklum sekolah tersebut adalah bangunan eks SMAN 2 Praya Sekolah yang mendapatkan revitalisasi itu diusulkan oleh Dinas Pendidikan sementara
sejumlah sekolah yang mau ambruk dikesampingkan.
Wakil Ketua DPRD NTB L. Wirajaya yang dikinfirmasi
membensrkan ada program revitalisasi dari Presiden. Namun sekolah yang
diusulkan belum semuanya diketahui.
Anggota Fraksi Gerindra ini mengatakan pihaknya hanya
menverifikasi kelayakan sekolah penerima. “yang menentukan adalah pusat, kami
hanya mengecek kondisinya” ungkapnya
Terkait dengan SDN 22 Praya sebagai calon penerima manfaat, Wirajaya
membenarkan dan sudah melakukan pengecekan. “Saya sudah cek kondisi sekolahnya
dan memang perlu direnov khususnya lantai dua” ungkapnya.
Meskipun demikian pihaknya tidak menjamin dapat sebab akan
dilihat dan disandingkan lagi dengan kondisi sekolah yang lain. “Silahkan
diusulkan saja sekolah sekolah mana yang memang layak dapat” ungkapnya.
Program Revitalisasi ini memang terua jadi sorotan
masyarakat terutama kalangan pendIdik. Penentuan lokasi yang dinilai tidak
profesional dan proporsional menjadi alasan sejumlah kalangan dikabarkan akan
membawa kasus itu ke APH dan ke Presiden.

Posting Komentar