sasamboku

sasamboku

Hasil Monev, Disdik Temukan 5 Hari Sekolah Masih Bermasalah

LOMBOK TENGAH, sasambonews.com - Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No.23 tahun 2017 tentang lima hari sekolah atau Five Day School  yang saat ini mulai diberlakukan bagi 39 SMP dan 37 SD, mulai dievaluasi Dinas Pendidikan Lombok Tengah. Terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, H.Sumum, M.Pd mengatakan, pemberlakuan lima hari sekolah di Lombok Tengah masih dalam tahap uji coba selama tiga bulan terakhir.

Dari hasil evaluasi, ditemukan beberapa kendala dalam penerapan lima hari sekolah. Salah satunya sarana prasarana ibadah yang belum refresentatif. Namun demikian, pihaknya berharap pihak sekolah bersama komite bisa mendukung program ini untuk terus dilanjutkan.

Sebab berdasarkan arahan dari Bupati H Moh Suhaili FT, berkenaan dengan pemberlakuan lima hari sekolah di mana siswa melaksanakan pembelajaran di siang hari dan kesulitan sarpras seperti tempat berwudu dan kamar mandi pihak sekolah diharapkan  tidak menyerah.  Adapun solusi yang bisa dilakukan pihak sekolah adalah dengan mengarahkan para siswa/siswi untuk melaksanakan ibadah di musala atau masjid sekitar sekolah.

Jika sekolah masih ngotot beribadah di musala maupun halaman sekolah, ia menyarankan pihak sekolah menganggarkan pengadaan terop bersama komite.

“Kalau tiga bulan ini saja sudah bagus penerapannya, maka semua sekolah bisa kita rekomendasikan untuk menerapkan lima hari sekolah,” kata H.Sumum

Di samping itu, kegiatan siswa di luar jam sekolah seperti Sabtu dan Minggu, ia mengharapkan pihak keluarga sebagai pondasi awal sebuah pendidikan peserta didik, bisa menjaga kuantitas dan kualitas kebersamaan dengan anaknya dalam membangun pendidikan karakter.|wis


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hasil Monev, Disdik Temukan 5 Hari Sekolah Masih Bermasalah "

Post a Comment