3 Hari di Loteng, Deputi Odo Terkesan Pembangunan Pariwisata

Lombok Tengah, SN - Tiga hari di  Kabupaten Lombok Tengah benar benar dimanfaatkan oleh Deputi Bidang koordinasi, pariwisata dan ekonomi kreatif Kemenko Kemaritiman Odo RM Manuhutu untuk menyerap aspirasi dan kondisi lapangan di kawasan KEK.


Masa pandemi masyarakat 80 persen sudah menjalankan protokol kesehatan. Dimasa ini juga Pemerintah melarang izin pembangunan hotel di bawah hotel bintang' 4, Hotel Hotel yang disetujui adalah Hotel yang ada pertemuan ruang ruang. 

Menurutnya, Pariwisata bukan hanya menguntungkan pengusaha tetapi juga menguntungkan masyarakat. Kebijakan presiden membantu pertumbuhan ekonomi salah satunya Perpres soal KEK, mendorong investor datang. Kebijakan presiden, harus bergerak sektor pariwisata.

"Jangan ragu ragu, jika kurang pendanaan dalam pengembangan pariwisata, nanti dibantu pak Suparman,  membantu 24 jam dalam satu Minggu" ungkapnya.

Odo menjelaskan, kehadirannya di Lombok Tengah selama 3 hari adalah dalam rangka untuk menyerap atau Memperoleh informasi dan menyelesaikan masalah yang ada dan bersinergi terhadap program  pemerintah daerah da Pemerintah pusat. 

Sementara itu Wabup Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri mengatakan pemerintah daerah terus berupaya maksimal dalam membangun sektor pariwisata. Sebab sektor ini diyakini akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan supporting dari pemerintah pusat dan stake holder lainnya.

Pembangunan hotel berbintang mutlak harus segera dilakukan dalam rangka mengantisipasi Moto GP nanti, sementara jumlah hotel dan ruang tidurnya sangatlah terbatas. 

"Kami sering diskusi dengan ITDC, tamu kita besok saat motor GP digelar sekitar 150 ribu, Lombok kamarnya 20-35 ribu. Mau diinapkan dimana, makanya home stay yang sedang dibangun. Homestay 525 maka sangat kurang sehingga butuh pembangunan hotel, sedangkan ada Hotel sedang dibangun tiba tiba-tiba berhenti pembangunan nya dengan alasan yang belum jelas" ujarnya.

Wabup berharap agar pembangunan hotel yang ditinggal kan oleh investor segera dibangun kembali. "Tidak tahu alasannya, mudahan segera dibangun. Berharap homestay bisa segera dibangun juga" jelasnya. Lth01





Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "3 Hari di Loteng, Deputi Odo Terkesan Pembangunan Pariwisata "

  1. Assalamualaikum wr wb. Saya Sangat berterimah kasih kepada Ustadz Abdul Nandar berkat semua bantuan yg diberikan saya sdh buka usaha dan memiliki beberapa Restoran ternama di Surabaya mengatakan ”Saya dulu seperti orang gila, bahkan hendak bunuh diri, usaha saya ditipu sahabat karib dan membawa lari semua uang saya. Saya pun harus menanggung hutang supplier dari usaha kontraktor yang dibawa lari teman saya. Kesana kemari minta bantuan gak ada yang nolong. Bahkan saya sudah keliling Indonesia untuk mendapatkan atau mencari pinjaman dan dana gaib, tapi untung di ujung keputus asa’an saya bertemu dgn Ustadz Abdul Nandar yang dikenalkan oleh adik ipar saya, akhirnya bliau menawarkan bantuan Dana Gaib tanpa tumbal/resiko diawal ataupun akhir dan dari golongan putih.setelah persyaratanya dilengkapi dan ritual selesai, MENGEJUTKAN !!!, saya mendapatkan dana gaib sebesar 700jt dihadapan saya. ATAU Anda Mau sperti sya silakan anda tlp Ustadz Abdul Nandar Di No 0853-3733-4757 Atau
    KLIK DISINI

    ReplyDelete