Showing posts with label Pemerintahan. Show all posts
Showing posts with label Pemerintahan. Show all posts
Target 100 Hari Dukcapil Tuntas

Target 100 Hari Dukcapil Tuntas

Lombok Tengah, SN - Belum genap 100 hari kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah, NTB H.L.Pathul Bahri-DR Nursiah, capaian kinerja SKPD sudah menunjukkan kemajuan bahkan beberapa SKPD sudah menuntaskan program 100 hari yang dibebankan Bupati-Wabup. Salah satunya adalah Dinas Dukcapil. "Kita dah selesaikan Terget program 100 hari kita, tinggal di louncing" kata Kadis Dukcapil Bq. Anita Nindiana di Kantor Bupati Lombok Tengah Jumat 8/4.


Program 100 hari kinerja Bupati-Wabup di Dinas Dukcapil antara lain loket pelayanan adminduk di tiap kecamatan, loket di puskesmas, RSUD, RSI Yatofa, keliling gubuk atau sambang gubuk untuk pelayanan akta dan KK, goes to school dan Pelayanan online melalui aplikasi namun masih ditunggu ke Kominfo menyelesaikan perangkat internetnya.

Selain itu kerjasama dengan Kementrian Agama yakni langsung dapat KTP Yang menyatakan tidaksudah menikah juga sudah dilakukan. Begitu juga Kerjasama dengan Pengadilan Agama (PA) terhadap warga masyarakat yang bercerai juga langsung dapat KK. "Semua loket Sudah beroperasi semua, kerjasama kita dengan Kemenag dan PA pun sudah berjalan" paparnya. Lth01

Read More
 Hebat, Bupati Jemput Bola, Kode Desa Pemekaran Segera Keluar

Hebat, Bupati Jemput Bola, Kode Desa Pemekaran Segera Keluar

Lombok Tengah, SN - Kabar baik bagi 15 desa usulan pemekaran. Kode Desa atau nomor induk desa akan segera keluar dalam waktu dekat dengan syarat Pemerintah Daerah diberikan waktu paling lama 6 bulan untuk menyelesaikan beberapa catatan dari pemerintah pusat.


 Untuk Lombok Tengah ada beberapa catatan dari tim penataan desa pusat terkait syarat administrasi dan batas desa diantaranya : Karena musyawarah desa untuk pemekaran dilaksanakan pada tahun 2011 dimana periode pemerintahan desa sudah berganti maka tim meminta supaya ada garansi bahwa pemekaran desa ini masih diinginkan oleh pemerintah desa dan masyarakat agar tidak terjadi gejolak di depan dengan menyampaikan surat pernyataan dari kepala desa pemekaran desa ini bahwa masih diinginkan oleh pemerintah desa dan masyarakat.

Beberapa kelengkapan dokumen evaluasi yang harus dilengkapi kembali antara lain : laporan perkembangan desa dari kepala desa persiapan semester 1 dan 2 tahun 2017, 2018 dan 2019. Evaluasi tingkat perkembangan desa induk supaya dilengkapi tanggal pada hasil evaluasi yang ditandatangani oleh kepala desa induk.  Melengkapi rekomendasi kekayakan  (tahun 2016 dan 2019) dan kajian pemekaran oleh tim penataan desa kabupaten (tahun 2015 dan 2019) dan Penyajian peta diubah ke citra otro supaya lebih jelas tersaji kondisi lapangan. Berita acara penyepakatan sudah jelas dideskripsikan hanya saja perlu ditambahkan  TK seperti yang tertuang dalsm perbup di berita acara penyepakatan. 

 Terakhir Pemda diminta untuk betkoordinasi dengan Ditjend Adminitrasi Wilayah (adwil) Kemendagri terkait batas daerah antara Loteng dan Lobar yang sesuai permendagri yang sudah dikeluarkan.

Menanggapi catatan yang diberikan pemerintah pusat itu,  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Drs. Jalaluddin mengatkan apa yang menjadi catatan Pemerintah pusat tersebut akan segera diselesaikan. Dia optimistis sebelum tenggang waktu pihaknya sudah merampungkan catatan tersebut. "Tak sampai 6 bulan, sebulan saja kami sudah bisa selesaikan, tidak ada yang berat dari catatan itu" ungkapnya via ponsel usai bertemu dengan pihak Pemerintah pusat mendampingi Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri Kamis 1/4.

Bupati Lombok Tengah bersama Kadis DPMD bertolak ke Jakarta untuk menuntaskan persoalan kode desa 15 desa pemekaran itu. Bupati berharap sebelum 100 hari kepemimpinannya Kode desa itu sudah keluar. "Insyaallah sebelum 100 hari beliau, kita sudah rampungkan" kata Jalal. Lth01




Read More
Bupati Lembur Malam, Pantau Pelayanan RSUD Praya

Bupati Lembur Malam, Pantau Pelayanan RSUD Praya

 Lombok Tengah, SN - Bupati Lombok Tengah H.L. Pathul Bahri lembur di Rumah Sakit Umum Daerah Praya. Dia datang malam malam hanya ingin memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat khususnya pasien berjalan baik termasuk Kebersihan di areal rumah sakit juga Meskipun tidak dalam jam kerja. Bupati berharap pelayanan terbaik Harus dilakukan selama 24 jam. "Mau malam, pagi,siang sore, pelayanan kepada masyarakat harus tetap maksimal" ungkapnya.


Pantauan Bupati, pelayanan masih berjalan normal, kebersihan juga terawat, sementara masyarakat tidak ada lagi yang tidur di lorong lorong rumah sakit. "Kalau ada masyarakat yang masih tidur di lorong maka, satpam yang piket bertanggung jawab" ungkapnya.

 Bupati menegaskan masyarakat berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari pemerintah daerah karena itu pemerintah harus menyiapkan fasilitas yang baik dan sumber daya yang hebat. 

"Saya ingin masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dari rumah sakit, nyaman, aman dan tentunya semakin sehat, jangan tambah sakit karena lingkungan kurang bersih dan pelayanan tak memuaskan" ungkapnya.

Bupati berharap apa yang dilakukan dirinya ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tidak hanya hari ini namun seterusnya. "Jika ada pelayanan kurang memuaskan maka saya minta disampaikan ke pimpinan rumah sakit, bila perlu ke saya, biar kita perbaiki" pintanya.

Bupati duduk ditaman bersama masyarakat yang menunggu keluarganya yang sedang dirawat. Tidak sedikit Pengunjung yang tidak mengetahui kalau dirinya sedang duduk duduk bersama  dengan orang nomor satu di Lombok Tengah. 

Mereka kaget lalu segera beranjak dari tempat duduknya, namun pak bupati melarangnya pergi. "Diam diam disini jangan pergi,,kita duduk duduk sambil ngopi" ungkapnya. Lth01





Read More
Sidak Pelayanan Dukcapil Di Kantor Camat, Wabup Akui Masih Lelet

Sidak Pelayanan Dukcapil Di Kantor Camat, Wabup Akui Masih Lelet

Lombok Tengah, SN - Untuk menindaklanjuti hasil rapat mengenai program pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan, Bupati melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Kecamatan. 


Bupati datang tanpa pemberitahuan sebelumnya karena ingin melihat bagaimana proses pelayanan administrasi kependudukan di masing masing Kecamatan. " kemarin saya mengunjungi Kantor Camat Kec. Kopang, Kec. Janapria dan Kec. Praya Timur. Saya meninjau loket pelayanan administrasi kependudukan serta kesiapan SDM dalam pelaksanaan program ini dan saya akui masih banyak hal yang perlu dibenahi,terutama sarana dan prasarana serta kecepatan pelayanan yang masih lamban" kata Bupati Wakil Bupati saat meninjau pelayanan adminduk di Kantor Camat Praya Timur.


Wabup menilai pelayanan adminduk masyarakat masih jauh dari harapan namun demikian pihaknya berjanji akan segera melakukan pembenahan. "Memang masih terdapat beberapa yang perlu dibenahi, tapi InsyaAllah akan kita perbaiki secepatnya" ujarnya.


Program pembuatan administrasi kependudukan di kecamatan ini merupakan aspirasi dari banyak masyarakat yang mengalami kesulitan dalam pembuatan administrasi kependudukan. Lambannya proses pelayanan pengurusan administrasi kependudukan menjadi atensi Wabup.


Selain karena faktor jarak, jumlah orang dari seluruh kecamatan yang menumpuk di satu lokasi yaitu Dinas Dukcapil, membuat prosesnya menjadi sangat lama. "Semoga dengan program ini, masyarakat kita menjadi lebih mudah dan nyaman" ujarnya.



Read More
OPD Harus Giat Jika Ingin Kemiskinan Turun

OPD Harus Giat Jika Ingin Kemiskinan Turun

 Lombok Tengah, SN - Pengentasan kemiskinan di harus jadi prioritas. Dalam pelaksanaanya, masing-masing stuckhoulder yang terlibat di dalamnya harus mampu bekerjasama satu sama lain, sehingga anggaran pengentasan kemiskinan yang jumlahnya mencapai milyaran rupiah benar-benar tepat sasaran dan bisa dirasakan masyarakat miskin. Terutama anggaran yang berkaitan dengan bantuan kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya, harus dikelola dengan cermat dan penuh kehati-hatian. Dalam hal ini, OPD terkait juga harus mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. 

“ Misalnya untuk mendapat Bansos kesehatan, kalau bisa alur birokrasinya jangan terlalu rumit. Menurut saya usulan Bupati untuk memangkas alur pelayanan Bansos kesehatan sangat tepat,” kata Idham, Rabu (17’03/2021). Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Tengah, HL.Idham Khalid, 


Lebih lanjut ia menjelaskan, walaupun masih ada beberapa persoalan yang perlu dibenahi, namun secara umum program pengentasan kemiskinan di Lombok Tengah sejauh ini telah berjalan dengan sangat baik. Di bawah kepemimpinan H.Lalu Pathul Bahri, angka kemiskinan terus menurun setiap tahunnya. 

Komitmen itu juga tercermin dari target seratus hari Bupati dan Wakil Bupati yang menempatkan program pengentasan kemiskinan menjadi salah satu prioritas utama. Tidak tanggung-tanggung kata Sekda, Bupati dan Wakil Bupati langsung terjun bahkan ngantor di beberapa OPD memastikan masyarakat terlayani dengan baik. 

 “ Untuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), kami yakin estapet kepemimpinan dari Bupati HL.Pathul Bahri ke Wakil Bupati HM.Nursiah merupakan langkah yang sangat tepat. Keduanya memiliki arah pemikiran yang sama, sehingga tidak terlalu sulit untuk melanjutkan program pengurus sebelumnya,” kata Idham. 

Sementara itu Ketua Kelompok Kerja (Pokja) TKPKD Lombok Tengah, Saiful Muslim mengungkapkan, anggaran pengentasan kemiskinan tahun ini sebesar Rp 105.041.573.842.

Anggaran tersebut untuk membiayai setidaknya 15 jenis program/kegiatan di beberapa OPD. Adapun rincian kegiatan yang dimaksud kata Saiful sebagai berikut: 

1. Peningkatan divesrsifikasi dan ketahanan pangan masyarakat Rp 1.206. 2010.405 (Dinas Ketahanan Pangan). 

2. Penyediaan sarana panen dan bibit ternak Rp 500.015.000 (Dinas Pertanian dan Peternakan). 

3. Penyediaan pembudidayaan ikan, bantuan bibit ikan dan pakan RP 2.414.738.588 (Dinas Perikanan dan Kelautan).

4. Pembinaan kepada pengelola sarana produksi masyarakat (gerobak dorong dan tenda PKL) serta pembangunan sarana prasarana dan peningkatan IKM/UMKM dan kelompok lainnya sebesar RP 5.098.369.000 (Dinas Perindag). Termasuk di dalamnya aspirasi DPRD.

5. Fasilitasi usaha mikro menjadi usaha kecil dalam pengembangan pengelolaan, pemasaran, SDM, desain dan tekhnologi sebesar Rp 3.546.045.600 (Dinas Koperasi dan UKM).

6. Rehabilitasi sosial dasar penyandang disabilitas terlantar, anak terlantar, lanjut usia serta gelandangan, rehabilitasi PKMS, pengembangan ekonomi masyarakat, bencana korban dan update data DTKS sebesar 1.830.496.000 (Dinas Sosial).

7. Pengelolaan Jampersal, PMT dan jaminan kesehatan masyarakat (BPJS Daerah) sebesar Rp 37.516.643.000 (Dinas Kesehatan).

8. Belanja obat-obatan/barang pakai habis Rp 6.057.800.000 (RSUD).

9. Bansos kesehatan  Dana tak terduga Rp  1.035.000.000 (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah).

10. Peningkatan kapasitas kelembagaan desa Rp 417.535.179 (Dinas PMD).

11. Penyediaan layanan rujukan bagi perempuan korban kekerasan, peningkatan kwalitas keluarga, layanan bagi kekerasan anak, pengendalian penduduk dan KB, pembinaan kesehatan keluarga Rp 2.649.395.000 (DP3AP2KB).

12. Akses air bersih, stunting dan ibu hamil, sumur bor, pipa ACCP Rp 31.242.029.850 (Dinas PUPR).

13. Bantuan sosial stimulan peningkatan RTLH-DAK Rp 1.520.000.000 (Dinas Perkim).

14. Bantuan RTLH swakelola Rp 378.831.220 (Dinas Perkim).

15. Jamban keluarga, MCK dan sanitasi Rp 9.628.429.000 (Dinas Lingkungan Hidup).

Namun demikian kata Saiful, program-program tersebut bisa saja berubah menyusul rencana refokusing anggaran oleh pemerintah. Kendati demikian pihaknya berharap kepada pemerintah daerah dan DPRD nantinya lebih cermat dalam melakukan refokusing anggaran. 

“Tidak masalah ada refokusing atau tidak. Tapi kalau bisa program yang sekiranya sangat penting khususnya untuk warga miskin jangan diganggu,” harapnya. 


Pihaknya juga berharap kerjasama baik antara OPD dengan TKPKD yang telah terjalin selama ini bisa terus ditingkatkan. 

“Kemiskinan adalah tugas kita bersama. Jadi perlu adanya kerjasama yang baik dari seluruh stuckhoulder yang ada,” pungkasnya. (dar)

Read More
Bupati dan Wabup Ngantor di Dukcapil dan RSUD

Bupati dan Wabup Ngantor di Dukcapil dan RSUD

 Lombok Tengah, SN - Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri dan Wakil Bupati Nursiah memenuhi janjinya untuk berkantor di Dukcapil dan RSUD Praya. 

Hari kedua sejak dilantik, Bupati berkantor di RSUD Praya sementara Wakil Bupati di Dinas Dukcapil.




Bupati dan Wakil Bupati ingin melihat sejauh mana pelayanan yang dilakukan oleh dua instansi tersebut. "Kita ingin belajar dan melihat langsung seperti apa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat" ungkap Bupati di RSUD Praya.

Bupati ditemui Direktur RSUD, Kabid Pelayanan dan Sekretaris RSUD Praya.

Sementara di Dukcapil, Wabup mengumpulkan seluruh pegawai di dinas tersebut. Yang menarik staf dukcapil diminta untuk menyampaikan model pelayanan yang diberikan. Hal itu dimaksudkan agar tidak ada yang disembunyikan dalam hal pelayanan. 


Wabup mengingat kan kepada Dinas Dukcapil untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Wabup tak ingin lagi mendengar ada keluhan dari masyarakat mengenai sistim pelayanan yang diberikan. "Saya tak ingin dengar lagi di masyarakat mengeluh gara gara pelayanan kita yang kurang baik, semua harus diperbaiki, proses cepat tapat dan ramah senyum" kata Wabup. Lth01


Read More
Bupati Akan Ngantor di Dukcapil dan RSUD Praya

Bupati Akan Ngantor di Dukcapil dan RSUD Praya

 Lombok Tengah, SN - Pathul-Nursiah langsung membuat gebrakan pada kesempatan pertama sejak dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah Jumat pagi di Kantor Gubernur NTB. Keduanya berkomitmen untuk menjaga keharmonisan agar tidak pecah kongsi diperjalanan. Selain itu Bupati berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan di pusat layanan masyarakat seperti halnya di RSUD Praya dan Dinas Dukcapil. Oleh karena itu Bupati akan ngantor di kedua instansi itu. Hal itu disampaikan Bupati dalam keterangan persnya usai serah terima jabatan di Kantor Bupati Lombok Tengah NTB Jum'at 26/2.

"Saya akan ganti gantian ngan


tor di RSUD Praya dan Dukcapil karena ditempat ini tempat masyarakat berkumpul melayani masyarakat" kata Bupati didampingi Wabup H.M.Nursiah dan Kabag Humas Setda Kabupaten Lombok Tengah H.L.Herdan.

Bupati menegaskan dirinya mengambil keputusan itu bukan untuk gagah gagahan atau terlihat hebat akan tetapi semata-mata ingin melihat dari dekat seperti apa pelayanan yang diberikan. "Kami ingin belajar bagaimana cara kedua dinas ini melayani masyarakat, bukan ingin dikatakan hebat" ujarnya.

Kedua instansi ini memang paling sibuk melayani masyarakat namun sayang keduanya kerap dicemooh oleh masyarakat karena pelayanan yang dianggap kurang maksimal. Prosesnya dianggap berbelit belit dan kerap "maen pompong" sehingga merugikan masyarakat. 

Read More
Deraian Air Mata Iringi Purna Tugas Suhaili Sebagai Bupati Lombok Tengah

Deraian Air Mata Iringi Purna Tugas Suhaili Sebagai Bupati Lombok Tengah

 Lombok Tengah, SN - Haru Biru dan linangan air mata mewarnai pelepasan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah Suhaili-Pathul di Pendopo Bupati Lombok Tengah Selasa 16/2,2020.

 Bupati Suhaili tanpak tak kuasa menahan deraian air matanya, sesekali dia menyeka air matanya. Suaranya parau, matanya bengkak akibat tangis haru. Para pejabat pun ikut terbawa haru. Apalagi kondisi saat itu dalam keadaan kurang sehat. Yang ditangisi Abah Uhel sapaan akrab Suhaili bukan karena dia akan berakhir masa jabatannya sebab masa itu pasti datang, akan tetapi yang ditangisinya adalah karena selama ini dirinya belum banyak berbuat untuk Lombok Tengah ini. " 10 tahun kami ikhtiar tertatih tatih baru hanya meletakkan tujuan arah pembangunan kita belum banyak dirasakan oleh masyarakat kita. 4 lima hari terakhir saya sakit, dalam kondisi ini saya masih keliling 12 kecamatan untuk meminta maaf karena atas kekurangan selama memimpin" kata Bupati dengan suara yang berat menahan tangis.



Selama ini dirinya masih merasakan banyak kekurangan. Keluhan masyarakat melalui media sosial tentang apa yang dirasakan dan dialami masyarakat semakin menyayat hatinya. Hatinya menangis dan pilu karena belum bisa memuaskan masyarakat. "Setiap keluhan yang disampaikan masyarakat melalui medsos selalu saya teruskan ke para Kepala Dinas, kenapa begini, kenapa tak ditangani" katanya dengan nada sedih.

Untuk itu atas nama pribadi dan jajarannya dirinya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Lombok Tengah, "atas nama pribadi dan keluarga, saya memohon maaf yang sebesar besarnya. Jikalau ada anak anak saya keluarga saya yang karana posisi saya lalu memanfaatkan situasi maka saya memohon maaf" ungkapnya lirih.


Kepada Forkopimda, Uhel mengakui jalinan kemitraan sangat baik meskipun demikian Uhel juga merasakan ada kesalahan yang pernah diperbuat secara sengaja atau tidak, untuk itu melalui kesempatan itu dia meminta maaf. "Kepada Forkopimda, saya mohon maaf yang sebesar besarnya jika ada sikap saya yang tersinggung. Jangan sampai ada dendam pada diri saya" ujarnya.


Sebagai atasan di jajaran pemerintahan dirinya juga menyadari banyak kekeliruan dan kesalahan terutama kepada kepala dinas atas sikap emosional nya saat memimpin rapat atau secara individu. "Saya minta maaf kepada kadis, mungkin saya pernah marah marah, bentak, bersikap keras namun itu semata mata karena kita ini satu tim sebagai pelayan dan abdi untuk masyarakat" jelasnya.


"Tidak Lupa kami sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya. Hanya satu modal besar dan bekal nekat saya ikut ikhtiar yakni bagaimana bersatu dengan segala komponen yang ada untuk semata mata untuk kepentingan masyarakat Lombok Tengah, bukan karena Suhaili-Pathul. Terimakasih atas kerjasama selama ini. Tanpa bersatu maka tak akan bisa berbuat apa-apa. Kalau Loteng tetap satu padu maka akan tangguh dari rong rongan dari dalam dan luar" jelasnya.


Wakil Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul dalam pernyataan kesan dan pesannya menyampaikan bahwa dirinya selama ini menjadi ekornya Bupati selama 5 tahun.


Dia mengaku banyak berguru kepada Bupati cara memimpin. Memimpin rapat paling 5 menit. Hanya menyampaikan hal hal yang penting. Wabup merasakan Suhaili sangat adil dalam memimpin. "Saat ini sebenarnya saya Sedang berbahagia namun tak luput dari kesedihan, kita tidak berpisah namun tetap bersama untuk petuah petuah nya. Tidak bisa mengikuti cara memimpin, batuk pun saya tak bisa tiru. Banyak yang pernah diperbuat segala sektor, kesehatan, pusat perdagangan dan sektor lainnya. Untuk 

Mohon petunjuk, petuah untuk memimpin Lombok tengah lebih baik lagi. Banyak ilmu yang kami dapatkan. Mohon doa agar estafet ini bisa berjalan lebih baik lagi" jelasnya.


Sementara Penjabat Sekda H.L. Idkham Khalid mengakui kehebatan Sugali Pathul dalam memimpin Lombok Tengah. Bupati adalah sosok yang Humoris, suasana yang tegang jadi cair akan canda tawanya. "Beliau tegas dan lugas dalam memimpin. Sejuta kenangan kami rasakan, maaf atas segala kekurangan kami. Kami balas kebaikan beliau dengan doa doa kami" ungkapnya.


Sementara Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho yang mewakili Forkopimda mengatakan dirinya merasa kehilangan sosok yang sangat baik dan cerdas dalam memimpin Lombok Tengah. "Saya ingin katakan, kita tidak lepas hanya pindah tugas dari Lombok Tengah ke Mataram menjadi gubernur" ungkap Kapolres yang diikuti tepuk tangan tamu undangan.


Kapolres mengaku sangat berkesan dihatinya dan ada dua kata yang dia sampaikan.

"Kesan sangat banyak hanya dua kata yakni luar biasa itu saja. Bukan karena dihadapan saya tetapi benar adanya" ungkapnya.


Usai acara, masing-masing Forkopimda dan Kepala Dinas serta Kabag dan Kepala BUMN,BUMD memberikan cindera mata buat Bupati Lombok Tengah H.Suhaili. lth01

Read More