Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts
Bau Nyale Tak Ada Hiburan, Tapi Hanya Ini Yang Boleh

Bau Nyale Tak Ada Hiburan, Tapi Hanya Ini Yang Boleh

Lombok Tengah, SN- Bau Nyale tahun ini tak seperti biasanya. Biasanya ada hiburan seperti band papan atas dan artis ibukota namun kali ini ditiadakan, hal itu tidak lain karena Virus Corona masih bercokol dimuka bumi Indonesia termasuk di Lombok Tengah. Terkait dengan tak adanya hiburan  sudah dirapatkan dengan semua pihak. "Prinsipnya seluruh budayawan sepakat tidak ada keramaian termasuk keramaian oleh Kades. Tetapi tetap diadakan betandak, termasuk Sangkep warige tetapi hanya diikuti oleh 4 penjuru mata angin" kata Sekdis Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah H.L. Lendek Jayadi saat rakor dengan Bupati dan seluruh SKPD lingkup Pemkab Loteng di Pendopo Bupati Lombok Tengah Rabu 7/1/2021.

Rakor Bupati dengan SKPD terkait berbagai hal termasuk Bau Nyale

Menurutnya, pihaknya sudah meminta informasi prediksi sebelum Sangkep Urige dilakukan.  Untuk nyale Tunggak (awal) diprediksi tanggal 1 atau 2 Februari 2021 yakni Senin/Selasa, sedang untuk Nyale bau (Nyale poto) diperkirakan pada tanggal 3,4 maret 2021. "Jika pada awal atau dibawah Minggu pertama Pebruari maka diperkirakan akan bau Nyale pada pertengahan bulan maret" jelasnya.

Masyarakat pada prinsipnya siap diatur dengan protokol kesehatan. Tetap koordinasi dengan pemerintah provinsi. 

Sementara itu Bupati meminta kepada Sekda  untuk membentuk panitia penyelenggara untuk tingkat Kabupaten. Melakukan Rakor dengan provinsi. "Kalau Sangkep urige silahkan namun untuk kegiatan memaos seperti apa konsepnya" tanya Bupati. 

Masalah lokasi kata Bupati sekarang ini tidak bisa lagi di Pantai Seger Kuta karena sudah ditutup oleh ITDC, sementara di Kuta di sebab mobil akan menumpuk. Hanya solusi nya ada di Pantai Ann hanya saja bagaimana solusi untuk jalan pasti akan becek. "Disana juga masih gelap, harus dipasang lampu, jangan sampai nanti orang macem macem disitu gelap Gelapan" tegasnya. 

Ada kegiatan kegiatan yang dahulu rutin dilakukan tidak libatkan orang banyak, silahkan selama bisa menerapkan protokol kesehatan

Read More
Tahun Baru, Seluruh Destinasi Wisata Sepi Suwung

Tahun Baru, Seluruh Destinasi Wisata Sepi Suwung

 Lombok Tengah, SN - Pemandangan mencolok terlihat pada tahun baru 2021 ini. Tempat tempat wisata yang biasanya ramai menyemut oleh pengunjung, kini terlihat sepi suwung. Hal itu akibat dari pengetatan kunjungan ke destinasi wisata oleh aparat keamanan guna mengantisipasi berkembangnya virus Corona.


Pemantauan Seluruh Obyek wisata di Kabupaten Lombok Tengah baik di taman wisata kota maupun di wisata alam di pedesaan terlihat sepi pengunjung. Aparat keamanan baik dari Kepolisian, TNI maupun Pol PP berjaga-jaga untuk mengantisipasi kerumunan masa.

Sebelumnya pemerintah telah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk sementara tidak berkunjung ke obyek wisata pada libur panjang Natal & Tahun baru, guna untuk mencegah  terjadinya penumpukan masyarakat di tempat tempat wisata. "sampai saat  ini situasi dan kondisi di lapangan masih terpantau Aman dan terkendali" kata Kasat Pol PP Kabupaten Lombok Tengah H.L. Aknal Afandi kepada wartawan Jumat 1/1.


Disatu sisi pemerintah berhasil menekan perkembangan virus Corona tersebut akan tetapi disatu sisi kebijakan itu telah membuat jeritan disana sini baik jeritan pedagang asongan, pedagang kaki lima maupun jeritan pengusaha hotel dan restoran akibat ditutupnya obyek wisata. 

Desi Pedagang Kaki lima di Taman Wisata Kota Muhajirin termasuk satu dari sekian pedagang yang paling merasakan dampak dari Covid 19 itu. Semula dalam kondisi normal sebelum ada virus Corona, dia mendapatkan penghasilan rp.300-500 ribu perhari, akan tetapi sejak adanya Covid19 penghasilannya anjlok. Dalam sehari katanya paling banyak 100 ribu bahkan 50 ribu sehari. ,"Saat air mancur di Taman Wisata Kota Muhajirin dibuka, kami bisa dapatkan 500 ribu rupiah perharinya, nah sekarang 50 ribu saja sudah sangat bersyukur kita dapat" ungkapnya. 

Meski demikian dirinya memahami


kondisi ini sehingga dirinya hanya bisa pasrah. 

Read More
Pulihkan Wisata, INTI NTB, JMSI dan UPP Pemenang   Bagikan Face Shield dan Tanam Kenari

Pulihkan Wisata, INTI NTB, JMSI dan UPP Pemenang Bagikan Face Shield dan Tanam Kenari

Lombok Utara, SN- Untuk membangkitkan pariwisata NTB, Perhimpunan Inodnesia Tionghos NTB, Jaringan Media Siber Indonesia NTB dan UPP Pemenang menggelar pembagian Face Shield dan penanaman pohon Kenari di Gili Trawangan. Penanaman pohon dimaksudkan agar destinasi wisata Trawangan semakin indah, teduh dan sejuk.

Ketua JMSI NTB, Boy Mashudi yang diwakili wartawan senior Mustaan Suardi mengatakan, perekonomian harus bangkit, termasuk sector wisata. Tapi pencegahan Covid 19 tidak boleh kendor dan terus dilaksanakan protocol kesehatannya.
Ini, kata Andek, sapaan akrab Mustaan merupakan upaya kongkrit JMSI NTB bekerjasama dengan INTI NTB dan UPP Pemenang mengatasi Covid dan menjaga lingkungan destinasi. ‘’Ini bukan kerjasama yang pertama dan JMSI sangat support dan peduli lingkungan,’’ ujarnya.

Pohon Kenari yang ditanam terus dipelihara dan dijaga sehingga membuat Trawangan lebih hijau. ‘’Semakin banyak pohon yang ditanam, semakin sejuk dan indah,’’ jelasnya.

Kepala UPP Pemenang, Heru mengatakan tujuan bakti social ini untuk mencegah pertumbuhan Covid dan menghijaukan Gili. Kegiatan ini diikuti perwakilan Pos TNI AL, unsur Polri, Pol PP, masyarakat Trawangan dan insar perhubungan sekitar 50 orang.

Ketua INTI NTB, Alwan S Theo yang diwakili Wakil Sekretaris Rudi Hidayat mengatakan kegiatan penghijauan selama seminggu ini sudah dilaksanakan di Gili Poh, Gili Lontar, Gili Mas dan Gili Trawangan. ‘’Semoga bantuan Face Shield bisa membantu kita melawan COVID 19,’’ ujarnya.

Babhinkamtibmas Gili Indah, Diyan mengharapkan penghijauan ini tidak saja dilaksakanan di Gili Trawangan saja tapi juga di Gili Air dan Gili Meno. ‘’Seperti diketahui di Gili Meno ada danau yang dipinggirnya perlu dihijaukan juga supaya bagus,’’ pintanya.

Kadus Gili Trawangan yang diwakili Hardian Saputra menyatakan apresiasi yang dilakukan INTI, JMSI dan UPP Pemenang. ‘’Apalagi Gili Trawangan ini dikenal abrasi sehingga diperlukan penanaman pohon yang banyak dan sedekah oksigen,’’ jelasnya.

Semua pohon ditanam merata di Gili Trawangan mulai dari dekat dermaga. Termasuk di WAH Resort yang minggu kemarin kedatangan Ashanty dan Anang. Acara dlanjutkan dengan makan bersama di UPP Pemenang dan foto bersama. (*)     
Read More
Danrem 162/WB Bersama LIMO Dan ROC Laksanakan Penanaman Terumbu Karang.

Danrem 162/WB Bersama LIMO Dan ROC Laksanakan Penanaman Terumbu Karang.

Lombok Utara, SN - Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem penting di wilayah pesisir yang memiliki banyak fungsi dan manfaat mulai dari lautan hingga ke daratan, serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi dalam bidang perikanan maupun wisata sehingga perlu dijaga kelestariannya.

Terkait hal itu, Dalam rangka meningkatkan ekosistem dan kelestarian terumbu karang, Danrem 162 WB bersama Club Harley Davidson dari Lombok Indonesia Max Owners (LIMO) dan  Rebel Owners Community (ROC) Jakarta melaksanakan kegiatan peletakan 500 bibit terumbu karang di Pantai Kecinan Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, juga dalam menyambut Hut Ke 75 Proklamasi Kemeredekaan Republik Indonesia  Selasa (18/8/2020).

Disela-sela kegiatan, Danrem 162/WB dalam wawancaranya dengan awak media mengatakan, sesuai dengan perintah dari Presiden RI untuk menjaga kelestarian alam, hari ini melaksanakan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan contoh kepada para prajurit di jajarannya maupun masyarakat NTB khususnya untuk melestarikan alam bawah laut dengan menanam terumbu-terumbu karang.

"Siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan alam," katanya.

Menurutnya, dengan membentuk terumbu karang di pantai-pantai yang ada di sekitar kita selain bertujuan untuk menciptakan keindahan alam bawah laut dan mendatangkan ikan-ikan yang selama ini jauh agar datang lagi kembali ke perairan dangkal, juga merupakan salah satu cara untuk mencegah pemanasan global atau isu global warning yang saat ini semakin meningkat.

"Maka untuk itu, kita wajib menekan global warming atau isu pemanasan global salah satunya adalah penghijauan baik yang ada di permukaan bumi maupun yang ada di laut," terangnya.

Oleh sebab, itu Brigjen TNI Rizal Ramdhani menghimbau Kepada seluruh masyarakat, baik Nusa Tenggara Barat maupun internasional untuk ikut melestarikan alam khususnya yang ada di laut dengan membentuk terumbu terumbu karang di pantai pantai yang ada di sekitar kita, khususnya yang ada pulau Lombok maupun di NTB.

"Kita ketahui bersama pulau Lombok adalah salah satu destinasi wilayah yang site divingnya cukup baik, maka kita melestarikan titik-titik site yang menjadikan tempat penyelaman baik oleh diver-diver nasional maupun internasional," terang alumni Akmil 1993 itu memberikan himbauan.

Selanjutnya, Pria kelahiran Jakarta itu berharap dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, dapat menggugah hati masyarakat khususnya di NTB untuk menjaga ekosistem dan kelestarian alam, baik di daratan maupun bawah laut.

"Semoga Indonesia tetap menjadi wilayah yang nyaman dengan ekosistem yang terbaik di dunia," ucap Danrem sembari menyerukan NKRI Harga Mati bersama peserta lainnya.

Senada dengan Danrem 162/WB, Kapten Motor dari Rebel Owners Community (ROC) Bapak Arsi Aryanto mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menanam terumbu karang untuk menjaga kelestarian alam bawah laut khususnya di Lombok.

"Ayo kita datang, kita lestarikan alam terutama di Lombok," serunya penuh semangat dan gembira.
Read More
Ponpes Assunah Jurang Jaler Sulap Lahan 3,5 Hektar Untuk Wisata Agro

Ponpes Assunah Jurang Jaler Sulap Lahan 3,5 Hektar Untuk Wisata Agro

Lombok Tengah, SN -  Peluang sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Tengah cukup prospektif, karena selain sebagai salah satu penghasil pertumbuhan ekonomi pariwisata sektor pariwisata diharapkan dapat berpeluang untuk dapat menjadi pendorong pertumbuhan sektor pembangunan lainnya, seperti sektor
perkebunan, pertanian, perdagangan, perindustrian dan lain-lain.

Salah satu unsur dari sektor pertanian yang saat ini belum tergarap secara optimal adalah agro wisata (agro tourism).
Pimpinan Ponpes Assunah TGH M.Juaini LC

Seiring dengan pesatnya pembangunan disektor pariwisata, Pemerintah daerah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa tenggara barat mulai menggerakkan sektor wisata di pedesaan dengan memanfaatkan lahan pertanian menjadi taman wisata holtikultura.

Di Desa Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah misalkan. Desa ini mulai mengembangkan potensi sumber daya alamnya dengan menjadikan lahan pertanian sebagai agro tourism yakni Hoktipark.

Holtipark Jurang Jaler Terletak di batas kota Praya kilometer 5 dari Kota Praya. Jarak dari Kantor Desa ke Lokasi Holtipark sangat dekat hanya sekitar tiga ratus meter.
Sampai dilokasi pengunjung cukup tercengang akan keindahan serta keunikan dari Holtipark itu.

Lahan seluas 3,5 hektar  itu ditata sedemikian cantik dan menawana dan dipenuhi oleh berbagai macam jenis tanaman holtikultura seperti, cabai merah, cabai keriting, terong, tomat, sayur mayur,kangkung, bayam, kool, brokoli, labu dan berbagai jenis tanaman dapur lainnya.

Pemerintah Desa Jurang Jaler  maupun pemerintah kecamatan sangat mendukung upaya masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif dan berharap Holtipark ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat "kita berharap akan menjadi pemicu dan pemacu bagi masyarakat untuk mengembangkan tanaman holtikultura di rumahnya untuk kebutuhan sehari-hari hari" kata Kades Jurang Jaler Suparman di Lokasi Wisata Agro.

Keterlibatan pemerintah daerah dalam mengembangkan usaha produktif masyarakat menjadi spirit bagi petani untuk meningkatkan perekonomiannya, tidak hanya dibidang pertanian tetapi juga dibidang lainnya seperti industri rumah tangga, perkebunan dan juga budidaya perikanan darat mutlak dilakukan, hal itu dimaksudkan agar usaha kecil masyarakat dapat berkembang.

Dari sisi keamanan, aparat kepolisian dan TNI siap bahu membahu mengamankan kawasan holtipark ini. "Alhamdulillah selama ini masyarakatnya sangat sadar soal keamanan" kata Babinkantibmas Desa Jurang Jaler.

Hal yang sama juga disampaikan Babinsa Desa Jurang Jaler.

Dikawasan ini, sistim pengairannya cukup baik karena berada di daerah irigasi sehingga   meskipun sudah memasuki musim kemarau namun tempat ini masih terlihat hijau.

Taman Holtikultura yang ada di desa Jurang Jaler ini sekarang ini mulai ramai dikunjungi masyarakat, tidak hanya sebagai wahanan untuk rekreasi dan jalan sehat tetapi juga dijadikan sebagai tempat transaksi jual beli sayur mayur sesuai selera.

Yang menarik, semua jenis tanaman holtikultura yang ada di Hoktipark tersebut merupakan miniatur dari tanaman holtikultura yang ada didalam lingkungan pondok pesantren As-sunah dimana semua jenis tanaman holtikultura yang ada di Hoktipark terdapat juga didalam lingkungan pondok pesantren.

Dalam pengelolaan Hoktipark,  pemilik yakni Pimpinan menerapkan Ponpes Assunah Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah TGH. M.Juaini LC mengatakan konsep natural (alami) agriculture (pertaniannya) dan culture (budaya) akan diterapkan di tempat itu sehingga kearifan lokal dan tradisional masih sangat kental dalam pengelolaan Hoktipark tersebut. "Alami artinya menampilkan view alamnya secara natural, pertaniannya yakni menampilkan tanaman tanaman holtikultura dan budayanya adalah menerapkan kearifan lokal zaman dahulu seperti "ngater" ungkapnya di Ponpesnya.

Sebenarnya menurutnya, destinasi wisata bukanlah menjadi tujuan utamanya akan tetapi bagaimana membedakan masyarakat sekitarnya akan tetapi jika kemudian masyarakat datang dan menjadikannya sebagai wahana rekreasi pihaknya tidak mempersoalkannya. "Konsep awalnya adalah bagaimana masyarakat sekitar bisa diberdayakan melalui kegiatan ini, tetapi Kalau mereka datang kami terima dengan senang hati" ujarnya. Lth
Read More
PADes Selong Belanak Dari Wisata Nihil

PADes Selong Belanak Dari Wisata Nihil

Lombok Tengah, SN - Meski Desa Selong Belanak Kecamatan Praya Barat merupakan salah satu desa wisata namun ironisnya Pendapatan Asli Desa (PADes) pada sektor itu nihil atau nol persen. Padahal destinasi wisata di Desa itu cukup ramai pengunjung.
TWA Meresek Selong Belanak

Kepala Desa Selong Belanak L.Yahya mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menarik retribusi pengunjung untuk Desa. "Terus terang sampai saat ini kita belum tarik retribusi untuk desa hanya untuk anak anak muda yang jaga disejumlah destinasi sehingga belum ada PADes kita yang masuk melalui itu" ungkap Kades yang ditemui di Kantor Wakil Bupati Lombok Tengah Senin 3/8.

Kades mengatakan sejauh ini untuk membiayai kepentingan desa pihaknya masih menggunakan dana desa atau ADD meskipun diakuinya pertanggungjawaban penggunaan dana desa itu cukup berat. "Karena masih ada dana desa, itu saja kita harapkan, namun kedepan perlu kita perhatikan penerimaan desa dari sektor pariwisata" ujarnya.

Saat ini Destinasi wisata di Desa Selong Belanak Kecamatan Praya Barat cukup banyak. Selain mengandalkan pantai Selong Belanak, Desa ini juga memiliki Destinasi lain yakni pantai Semeti, dan destinasi baru yang dinamai Taman Wisata Alam Meresek. Lth01
Read More
Pokdarwis Abangan Mpt Ecovilage Bangun Trek Sepeda Manjakan Pengunjung

Pokdarwis Abangan Mpt Ecovilage Bangun Trek Sepeda Manjakan Pengunjung

Tak mau kalah dengan desa desa lainnya yang sedang gencar gencarnya mengembangkan destinasi wisata pedesaan, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Montong Praja Timur Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat juga kini tengah mengembangkan salah satu destinasi wisata dengan nuansa alam pedesaan.

“Saat ini kami masih pada tahap persiapan untuk mewujudkan sebuah destinasi ekowisata yang siap melayani pengunjung-pengunjung yang rindu akan alam pedesaaan dan budaya turun temurun yang mengakar" kata Ketua Pokdarwis Abangan Mpt Ecovilage Padly Fadzil, S.Pd via handphone Rabu 29/7.

Saat ini kata Padly tidak hanya kuantitas pengunjung yang menjadi perhatian Pokdarwis, akan tetapi juga kualitas dari destinasi itu juga perlu diperhatikan. Untuk itu pihaknya terus melakukan pembenahan khususnya imprasruktur dari destinasi tersebut. "Kami masih perlu melengkapi sarana dan prasarana pendukung destinasi wisata alam seperti menambah gazebo lebih banyak lagi dan sarana lainnya" jelas dia.

Saat ini lanjutnya, pihaknya tengah menyiapkan trek Sepeda dengan menampilkan view alam pedesaan yang alami dan masih hijau dengan hamparan sawah dan ladang pertanian milik petani. Trek Sepeda itu nantinya diyakini akan menambah daya tarik kekomplitan dari wisata itu sendiri.
"Kami akan menyiapkan trek bersepeda dengan pemandangan sawah yang hijau, sesekali disapa kicauan burung dan para petani yang sibuk berladang.
Dan masih banyak pula atraksi lainnya yang sudah tentu akan menghibur dan menghilangkan rasa penat para pengunjung dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari" ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan penasehat Pokdarwis Subki Taufik Bawazir.
Menurutnya langkah Pokdarwis untuk mengembangkan destinasi wisata Abangan dengan membangun Trak sepeda harus didukung oleh semua kalangan. Dirinya terus mendorong Pokdarwis untuk berkreasi, berinovasi dalam upaya mengembangkan destinasi andalan didesa Pengenjek itu meskipun saat ini kegiatan masih lesu akibat adanya virus Covid 19 itu.

"Kami tidak ingin menunggu, tapi  ingin menciptakan momentum dimasa pandemi ini kesempatan kami untuk berbenah dan menyiapkan destinasi unggulan sehingga ketika semua sudah kembali normal, kami sudah siap menerima kunjungan wisatawan” jelasnya.

Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat selama ini dikenal luas dengan wisata perosotannya. Tidak hanya wisatawan lokal saja yang datang akan tetapi juga wisatawan mancanegara. Pokdarwis Montong Praja Timur sendiri siap menjadikan dusun Praja Timur sebagai salah satu destinasi wisata alam pedesaan alternatif bagi masyarakat.

"Tekad kita menjadikan dusun Montong Praja Timur menjadi desa yang maju dengan semangat menuju dusun dan desa wisata yg berdaya saing karena didusun Montong praja Desa Pengenjek kec Jonggat Loteng sudah lama sekali tempat wisata pelosotan Abangan ini menjadi pilihan warga setempat dan warga dari luar" jelasnya.

Ke depan,  Dengan keindahan yang alami serta suasana pedesaan yang sangat alami dan indah harus diperjuangkan menjadi tempat wisata handalan dimasa depan. Untuk itu diperlukan dukungan semua pihak agar apa yang menjadi harapan dan dambaan masyarakat dapat terwujud. "Kami juga berharap bantuan dari pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kecamatan danndesa agar destinasi wisata alam pedesaan ini bisa menjadi destinasi unggulan yang bakal ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun domestik" harapnya. Lth01


Read More
Evaluasi Covid 19, Bupati Nilai Satgas Mulai Kendor

Evaluasi Covid 19, Bupati Nilai Satgas Mulai Kendor

Lombok Tengah, MC - Akhir akhir ini, masyarakat mulai terlihat bebas berkeliaran dijalan hilir mudik tanpa menggunakan Masker. Begitu juga di obyek wisata dimana masyarakat dengan mudahnya masuk tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Hal itu dinilai akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Satgas Covid 19 dan masyarakat Sendiri. "Saya melihat akhir akhir ini Satgas Covid 19 mulai kendur, pengawasan terhadap aktivitas masyarakat mulai berkurang, contohnya saja di obyek wisata banyak masyarakat masuk tak gunakan masker, begitu juga di jalan jalan" kata Bupati Lombok Tengah NTB H.Suhaili saat memimpin Rapat evaluasi Penanganan Covid 19 Kabupaten Lombok Tengah di Pendopo Bupati Selasa 30/6.

Hadir Anggota Forkopimda, Kepala SKPD, Ketua PN Praya dan seluruh wartawan Lombok Tengah sebagai undangan.

Bupati menegaskan semangat untuk itu harus digalakkan kembali. Memang baik satgas maupun masyarakat sudah mulai jenuh namun selama belum diberlakukan new normal maka Penanganan Covid 19 ini harus lebih komprehensif lagi.
" Perlu bangkitkan semangat, harus tingkatkan lagi koordinasi dan komunikasi serta sinergitas kita dengan seluruh unsur. Perbanyak sosialisasi, baik dengan baner, pamplet, media masa dan elektronik" kata Bupati.

Bupati menegaskan akan memperketat kembali aturan aktivitas masyarakat jika masyarakat tak mau mengikuti prosedur protokol kesehatan baik dijalan maupun di destinasi wisata. " Pamplet, spanduk larang masuk ke daerah wisata tanpa menggunakan masker harus  dipasang setiap pintu masuk" jelasnya.

"Kalau ini bisa kita atasi maka insya Allah ekonomi masyarakat mulai beraktivitas. Ini akan menandai bangkit nya ekonomi kita" tambahnya. *

Read More