Politik dan Hukum
KPU Dipasangi Kawat Berduri, Komisioner Diamankan Polisi
![]() |
| Simulasi |
Lombok Tengah (7/10)- Polres Lombok Tengah memasang kawat
berduri di sekitar Kantor KPU Lombok Tengah. Kawat berduri tersebut dipasang
untuk menghalangi masa yang memasuki kantor KPU terkait dengan pemilihan umum. Jumat
kemarin puluhan masa mendatangi kantor KPUD Loteng mereka datang dalam tuga
gelombang. Gelombang pertama sekitar belasan orang, masa gelombang kedua dan ketuga
lebih besar lagi sehingga masa yang berkumpul di kantor KPU mencapai ratuan
orang.
Sambil berorasi meminta KPU untuk independen dan porfesional
pada pemilu tahun ini, masa mencoba merangsek masuk ke dalam kantor. Namun dihalangi
aparat kepolisian. Kecewa, masa kemudian membakar ban mobil. Melihat gelagat
yang kurang menjamin keamanan kantor KPU, polisi mencoba menenangkan masa
dengan membuat brigade polwan di garda terdepan. Polwan polwan itu bertugas
untuk merayu masa agar tidak anarkis. Namun usaha itu gagal, brigade polwan
itupun surut dan digantikan oleh pasukan Dalmas Polres Loteng. Masa yang sudah
emosi terus merangsek masuk, namun pasukan Dalmas bergeming. Aksi dorong
dorongpun terjadi. Masa melempari polisi dengan air mineral dan batu bata. Karena
kalah jumlah, Dalmaspun mundur dan membiarkan masuk Mobil Wather Canon untuk
menghalau masa. Masapun kocar kacir disemprot air dari mobil Wather Caon
tersebut, meski demikian masa kembali merangsek. Kuwalahan juga, wather
canonpun mundur dan dua kompi pasukan Brimob Polda NTB mencoba membantu pasukan
Dalmas yang kuwalahan. Pasukan elit Polri itupun langsung bertindak refresif
dengan menembakkan gas air mata ke arah kerumunan masa. Masapun kocar kacir
melarikan diri. Sementara di dalam kantor KPU, anggota komisioner terlihat
tegang. Polisi menjaga ketat para pejabat Negara tersebut. Melihat kondisi yang
mengkhawatirkan bagi keselamatan komisioner, polisi kemudian mengevakuasi
anggota komisioner dengan pengawalan pasukan Brimob bersenjata ke dalam mobil
yang sudah siap membawanya pergi.
Sementara itu polisi dan masa terus bentrok. Polisi terus
menembakkan gas air mata dan peluru karet. Akhirnya polisi berhasilmenghalau
masa menjauh dari kantor KPU. Situasi yang sempat mencekam akhirnya kondusif.
Bentrokan antara poilisi dan masa kemarin merupakan simulasi
pengamanan pemilu oleh Polres Lombok Tengah. Namun kali ini pasukan TNI tidak
dilibatkan dalam simulasi tersebut sepertihalnya didaerah lain.
Simulasi kali ini melibatkan ratusan orang dari berbagai
kesatuan. Simulasi dipimpin langsung Kapolres Lombok Tengah AKBP Supriadi SIK.

Posting Komentar