ITDC Panaskan Mesin Sirkuit Jelang Moto GP
Lombok Tengah, SN - ITDC mulai panaskan mesin Sirkuit dengan mulai mengecek kesiapan Sirkuit Mandalika. Persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 memasuki fase akhir. InJourney bersama ITDC, MGPA, Pemerintah Provi
nsi NTB, dan berbagai stakeholder melakukan pengecekan langsung kesiapan Pertamina Mandalika International Circuit, Kamis (17/9/2026).Pengecekan melalui track inspection tersebut menjadi bagian dari Forum Diskusi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 untuk memastikan kesiapan seluruh sektor menjelang race week, mulai dari sirkuit, transportasi, keamanan, kesehatan, akomodasi, hingga pariwisata.
Homologasi FIM Grade A dijadwalkan berlangsung pada 8 Oktober 2026, sehari sebelum balapan digelar pada 9–11 Oktober 2026.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder tidak hanya mengejar kelancaran event, tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat.
Target kita bukan hanya memastikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berjalan aman dan lancar, tetapi bagaimana penyelenggaraan tahun ini bisa lebih baik dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat NTB.”
Dari sisi sirkuit, sejumlah pekerjaan terus dikebut. Civil works telah mencapai 90 persen, backbone 80 persen, track painting 60 persen, dan race electronic 60 persen.
Sementara pekerjaan kelistrikan, fire protection, storage circuit, dan common garage telah mencapai 100 persen.
Direktur Utama MGPA Ananda Mikola mengatakan, kesiapan lintasan dan sistem pendukung balap menjadi prioritas menuju homologasi.
“Kami memastikan pekerjaan track maintenance, fasilitas keselamatan, race electronic, hingga seluruh sistem pendukung terus berjalan sesuai kebutuhan. Target kami bukan hanya memastikan sirkuit siap, tetapi seluruh operasional balap juga siap.”
Sebanyak 400 marshal juga disiapkan untuk mendukung operasional balapan. Mereka akan mengikuti pelatihan pada 5–8 Oktober 2026.
Untuk logistik, dari 27 kontainer sea freight, sebanyak 13 kontainer telah tiba. Sementara lima penerbangan air freight dijadwalkan tiba pada 5–6 Oktober.
Sementara itu Direktur Utama InJourney Maya Watono menyebut penyelenggaraan MotoGP bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi penggerak pariwisata dan ekonomi daerah.
Untuk logistik, dari 27 kontainer sea freight, sebanyak 13 kontainer telah tiba. Sementara lima penerbangan air freight dijadwalkan tiba pada 5–6 Oktober.
Sementara itu Direktur Utama InJourney Maya Watono menyebut penyelenggaraan MotoGP bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi penggerak pariwisata dan ekonomi daerah.
Untuk mendukung peningkatan mobilitas wisatawan, tercatat ada tambahan 66 penerbangan dari dan menuju NTB selama periode event. Hampir seluruhnya menggunakan pesawat berbadan lebar atau wide body.
“Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan sekadar event olahraga internasional, tetapi merupakan katalis bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia,” ujar Maya.
Selain itu, sebanyak 118 shuttle disiapkan untuk mobilitas penonton di dalam kawasan The Mandalika, ditambah 35 shuttle dari Pemprov NTB untuk transportasi luar kawasan.
Dampak ekonomi juga diarahkan melalui keterlibatan masyarakat lokal. Sekitar 3.000 tenaga kerja lokal akan dilibatkan, termasuk 2.200 volunteer.
Sebanyak 213 UMKM juga tercatat ikut ambil bagian, berasal dari binaan InJourney Group, Pertamina, Pemprov NTB, Pemkab Lombok Tengah, hingga UMKM komersial.
Di sektor akomodasi, Ketua PHRI NTB Ni Ketut Wolini menyebut tingkat okupansi hotel menjelang event sudah mendekati 100 persen.
“Ini menunjukkan tingginya antusiasme dan permintaan terhadap akomodasi di NTB selama periode penyelenggaraan,” katanya.
Selain balapan, sejumlah side event juga disiapkan, seperti Watch Party pada 4 Oktober, Riders Parade di Mataram, serta Opening Ceremony pada 11 Oktober yang melibatkan budaya dan talenta lokal.
Sementara itu, penjualan tiket telah mencapai 53 persen dari total tiket yang tersedia. Untuk tiket khusus pemegang KTP NTB tahap pertama, sebanyak 91 persen dari alokasi 2.900 tiket telah terjual.
Dengan waktu sekitar tiga pekan menuju race week, seluruh stakeholder terus melakukan koordinasi dan pengecekan lapangan untuk memastikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berlangsung aman, lancar, sekaligus memberikan pengalaman wisata kelas dunia bagi pengunjung.

Posting Komentar