Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Gandeng INOVASI dan Unram  Loteng Susun Roadmap Pendidikan

Gandeng INOVASI dan Unram Loteng Susun Roadmap Pendidikan

 Lombok Tengah, SN - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) akan menyusun roadmap (peta jalan) pendidikan sebagai pedoman dalam menyusun program dan anggaran pendukung pendidikan di daerah ini. Harapannya, dengan roadmap tersebut pembangunan pendidikan di Loteng ke depannya akan lebih terarah dan hasilnya pun bisa optimal.


Dalam menyusun roadmap pendidikan tersebut, Pemkab Loteng menggandeng INOVASI, program kemitraan Indonesia-Australia dalam bidang pendidikan, Universitas Mataram (UNRAM) serta unsur-unsur pemerhati pendidikan lainnya. “Kita ingin pembangunan pendidikan di Loteng lebih fokus dan terarah lagi,” sebut Wabup Loteng, Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., Senin (29/3) kemarin. 

Pada pertemuan lintas sektor di ruang rapat Wabup Loteng tersebut, Nursiah mengatakan penyusunan roadmap pendidikan tersebut menjadi prioritas untuk dituntaskan. Bahkan, masuk dalam program 100 hari Bupati dan Wabup Loteng yang baru saja dilantik, H.L. Pathul Bahri, S.IP., - Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si. 

“Dalam menyusun roadmap pendidikan kita harus bisa lebih cermat. Jangan hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada proses. Pendidikan, tidak hanya bicara soal hasil saja. Proses juga tidak kalah penting,” tambah Nursiah. 

Ia juga menekankan perlunya perbaikan mutu data pendidikan. Tidak hanya data di tingkat kabupaten saja tetapi lebih dipertajam lagi hingga data ke satuan pendidikan di tingkat bawah. Adalah sulit menyusun suatu roadmap pendidikan, jika tidak didukung dengan data satuan pendidikan yang akurat. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Diskdik) Loteng, H.M. Nazili, S.IP., menambahkan dalam menyusun roadmap pendidikan, pihaknya sudah membentuk tim penyusun. Tim ini terdiri dari berbagai elemen pendidikan di dalam dinas, ditambah dukungan tim INOVASI, tim Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNRAM, praktisi pendidikan, dewan pendidikan serta unsur dari Kementerian Agama. “Penyusunan roadmap pendidikan ini melibatkan berbagai unsur,” timpalnya.   

Nazili menjelaskan, roadmap pendidikan itu nantinya tidak hanya bicara tentang bagaimana mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Fokus utama adalah pada peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya tenaga pendidik yang merupakan ujung tombak pendidikan yang berkualitas. 

“Terus terang kita ingin pendidikan di Loteng bisa lebih maju lagi dan bisa mengejar ketertinggalan dari daerah lain. Roadmap inilah yang nantinya sebagai pedomannnya,” pungkas Nazili yang juga menjabat Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng. 

Di tempat yang sama, District Coordinator INOVASI, Muhtar Ahmad menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh Pemkab Loteng menyelesaikan penyusunan roadmap pendidikan secara teknis. INOVASI siap memfasilitasi proses yang menekankan solusi lokal untuk masalah lokal. Partisipasi dan kolaborasi semua pihak menjadi kunci pembuka kemajuan pendidikan bagi semua anak secara inklusif di Lombok Tengah.

“Kita siap memberikan dukungan secara teknis, dan dukungan yang diberikan tidak setengah-setengah,” tambah Muhtar. //kir

Read More
Kadis Pendidikan Buka Pembekalan Fasda Pembelajaran

Kadis Pendidikan Buka Pembekalan Fasda Pembelajaran

Lombok Tengah, SN - Sebanyak 20 orang Fasilitator Daerah (Fasda) Pembelajaran dari berbagai unsur seperti Kepala Sekolah, Pengawas, Guru dan Dosen Unram dan Undikma di Kabupaten Lombok Tengah mendapatkan pembekalan dari INOVASI berkerjasama dengan Pemda Lombok Tengah dan Universitas Mataram. 

Pembekalan Fasda Pembelajaran dibuka Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah H.L.Nazili di Wisma Quin Praya Rabu 17 Maret 2021. 


Menurutnya pemerintah daerah sendiri telah memiliki road map pendidikan yang jadi acuan pemerintah daerah dalam melaksanakan program kegiatan pembelajaran disekolah. Kegiatan pembekalan ini adalah salah satu upaya penyegaran ataupun pemanasan dilakukan sebelum kegiatan dimulai disekolah sasaran. Untuk itu diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan serius. "Ini sangat penting, harus diseriusi dan tekuni apa yang diperoleh dalam pembekalan ini agar bisa diimplementasikan ke sekolah sekolah tempat mengajar ataupun sekolah lain" kata Nazili. 

Sebaliknya kata Nazili peta jalan pendidikan yang sudah dibuat oleh Pemda Loteng itu tidak akan bisa berjalan sesuai harapan manakala tidak didukung oleh seluruh komponen pendidikan dan juga masyarakat. "apapun roadmap kita kalau tak didukung oleh bapak ibu guru maka tak bisa jalan" ujarnya.


Saat ini pemerintah daerah tengah fokus kepada efisiensi anggaran akibat dari refokusing itu sendiri. Refokusing anggaran itu berdampak pada program peningkatan kapasitas dan kualitas sarana pendidikan sehingga banyak hal yang belum bisa dilakukan. Dana DAK untuk perbaikan fisik sekolah yang seharusnya satu tahun itu harus tuntas namun karena terbatas sehingga dananya terbagi bagi untuk kegiatan lainnya dan juga Sekolah lainnya juga.


Selama ini APBD Kabupaten Lombok Tengah belum mampu memberikan konstruksi bagi sekolah, sekarang lebih banyak bergantung dari dana DAK. "Makan, minum, BBM, terpangkas, untung ada TTP sehingga bisa mengobati kegalauan" ungkapnya. 


Dalam waktu dekat ini kata Nazili ada kegiatan ujian untuk itu, penyusunan kisi kisi harus disesuaikan dengan kondisi, tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. Ini jadi dilema. Nazili Berharap dari guru Fasda ini sebagai penggerak bagi guru yang lain. Sehingga disekolah sekolah yang masih kurang literasi dan numerasinya bisa dicarikan solusi. 

"Paling tidak dengan kegiatan ini pendidikan kita di Lombok Tengah bisa lebih maju dan dapat mengejar daerah daerah lainnya" ungkapnya.


Sementara itu Manager Program Hamdian mengatkan output dari kegiatan ini adalah menambah wawasan pengetahuan dan keterampian dari para guru. Fasda akan belajar bagaimana melatih dan dilatih materi dan target outputnya. 

Dengan adanya Pembekalan ini diharapkan akan terbangun sinergitas antar Fasda dan suasana tim dengan sesama fasda. 

Latar belakangnya menurut Hamdian adalah Fasda lebih siap sebelum pada tahap implementasi program ke sekolah sekolah sasaran. Kegiatan ini cukup strategis dalam capaian kegiatan. Kegiatan ini lebih difokuskan kepada literasi dan numerasi yang inklusif. 

"Yang membedakan nanti adalah bukan umur siswa atau kelas namun tergantung kemampuan literatur dan numerasi. Untuk itulah perlu disiapkan sumberdayanya terlebih dahulu" urainya. 


Dipembelajaran ini kata Hamdian, akan disesuaikan berdasarkan kemampuan siswa. Dalam hal ini siswa dan guru tidak terbebani. Dua jam pertama untuk kegiatan pembelajaran literasi dan numerasi setelah itu kembali ke kelas masing-masing dan belajar seperti biasa. Justru akan membatu guru dalam mencapai target.


"Soal jadwal evaluasi hasil, belum ditentukan atau sepakati berapa durasi waktu sejak start dimulai tetapi kita bisa dilakukan evaluasi dalam dua tiga Minggu, nanti akan dilihat perkembangan anak itu sendiri" ujarnya.


Menurut rencana ada dua tahap yakni tahap ujicoba dan Tahap implementasi. Untuk tahap implementasi ada 3 sekolah namun sebelum itu akan uji coba di 6 sekolah di desa Karang Sidemen. " Enam sekolah yang kita ujicoba kan itu antara lain 5 SD dan 1 MI. Sementara tahap implementasi ada di 33 sekolah di 5 Desa yakni Desa Setiling, Desa Selebung, Desa Kuta dan Desa Darek" jelasnya.


Lalu siapa yang menentukan sekolah sasaran ?, Hamdian mengaku dipilih berdasarkan kesepakatan dengan dinas, alasannya siswa yang mengalami tantangan terberat didesa itu dan secara ekonomi masih dibawah garis kemiskinan serta orang tuanya buruh migran dan terpencil. 


Nantinya seluruh siswa disekolah itu akan disasar. Selanjutnya guru akan dilihat bagaimana mengelompok siswa itu sesuai dengen level siswa itu sendiri. 




Read More
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Melepas Ratusan Relawan Literasi

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Melepas Ratusan Relawan Literasi

Mataram, SN - Ratusan Mahasiswa dari berbagai Kampus LPTK se-NTB akan turun langsung membantu mendampingi anak-anak dan meningkatkan keterampilan membaca mereka. Kondisi Pendemi yang membuat persekolahan belum dibuka secara normal, membuat banyak anak-anak terancam tertinggal dalam hal kemampuan baca tulis.   


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. H Aidy Furqan sore ini (04/03) secara simbolis melepas ratusan Relawan Literasi NTB yang sebentar lagi akan melakukan pendampingan bagi anak-anak sekolah SD kelas awal. Para relawan literasi ini merupakan mahasiswa yang berasal 13 Perguruan Tinggi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (PT-LPTK) yang ada di Provinsi NTB. Mereka akan melakukan pendampingan dan membantu anak-anak dalam meningkatkan kemampuan membaca mereka. Tercatat, ada sekitar 800an mahasiswa yang terdaftar untuk mengikuti program ini.  Mereka tersebar di semua Kabupaten yang ada di Provinsi NTB.

Sebelum dilepas hari ini, para relawan literasi menjalani pembekalan dan persiapan selama tiga hari melalui platform online, Zoom. Dalam pembekalan ini mereka mendapatkan berbagai materi berkaitan dengan peningkatan literasi seperti, bagaimana mengukur kemampuan membaca anak dan bagaimana Membimbing siswa pada berbagai tingkatan membaca. Tidak sebatas itu, para relawan literasi ini juga dibekali dengan keterampilan yang dibutuhkan saat berinteraksi dengan orang tua serta pengetahuan tentang perlindungan anak. 

Para Relawan Literasi kali ini adalah angkatan kedua yang diterjunkan untuk mendampingi dan meningkatkan keterampilan membaca anak-anak selama masa pendemi.  Angkatan pertama program Relawan Literasi NTB telah turun mendampingi anak-anak pada bulan Agustus hingga November tahun 2020 lalu. Saat itu, program ini hanya diikuti oleh beberapa kampus dan lembaga-lembaga penggiat literasi. Kali ini, Kampus LPTK yang terlibat dan ikut mengirimkan mahasiswanya sebagai Relawan Literasi meningkat dengan pesat. 

Aidy Furqan, yang juga sempat hadir pada peluncuran program Relawan Literasi tahap pertama, mengaku senang dan bangga  dengan perkembangan program Relawan Literasi ini. Apalagi ketika mendengar laporan bahwa jumlah relawan dan Kampus LPTK yang akan terlibat di gelombang kedua ini jauh lebih besar dibanding sebelumnya.  Kepada penyelenggara, Aidy Furqan menaruh harapannya agar program ini tidak hanya menjangkau siswa sekolah dasar saja, tetapi juga anak-anak yang putus sekolah.

“Kami (Dinas Dikbud Prov NTB-red) sedang mengumpulkan data untuk anak-anak yang putus sekolah dan buta aksara. Saya ingin para Relawan Literasi bisa menjangkau titik-titik kebuta aksaraan yang masih ada di Provinsi NTB nantinya,”  papar Aidy


Rencananya, para Relawan Literasi ini akan melakukan pendampingan selama kurang lebih 45 hari. Bekerjasama dengan sekolah dasar di mana mereka berdomisili, mereka akan mengidentifikasi anak-anak yang masih mengalami kesulitan membaca. Anak-anak yang mengalami kesulitan itu kemudian akan didampingi secara intensif dengan menggunakan metode yang sudah dilatihkan.

Program Relawan Literasi NTB ini sepenuhnya diinisiasi oleh Asosiasi Dosen LPTK NTB. Sementara dalam hal pelatihan dan pembekalannya, Asdos LPTK NTB didukung dan difasilitasi oleh Program INOVASI NTB. Ketua Asosiasi Dosen LPTK Provinsi NTB, Prof Dr. H  Wahab Jufri, M.Sc, pada kesempatan berbeda menyatakan harapannya agar Relawan Literasi bisa menjadi duta kampus serta duta LPTK yang bertanggung jawab dan bisa berkontribusi dalam membantu anak-anak yang mengalami hambatan pembelajaran, khususnya karena kondisi pendemi ini. Tidak lupa dia juga berpesan agar para relawan tetap menjaga protokol kesehatan selama kegiatan pendampingan.


Read More
TNI Masuk Sekolah,  Beri Materi Wasbang

TNI Masuk Sekolah, Beri Materi Wasbang

Lombok Tengah, SN - Siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan memiliki posisi strategis dalam membentuk dasar-dasar mental dan perilaku generasi muda bangsa. Usia seperti ini tentunya sangat penting diberikan bekal wawasan kebangsaan yang memadai untuk mewarnai perjalanannya meraih cita-cita dimasa yang akan datang. Dengan alasan tersebut, siswa SMK Qomarul Huda Bagu juga perlu diberi materi tentang wawasan kebangsaan.


"Sesuai dengan levelnya, tentu pemberian wawasan tersebut harus disesuaikan dengan keadaan usia. Sehingga bisa mudah dicerna, dipahami dan dimengerti untuk dilaksanakan dalam kehidupan," kata Babinsa Bagu Serka Lalu Zulkarnain Koramil 1620-09/Pringgarata disela pemberian materi kepada siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Qomarul Huda Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (27/01/2021).

Dandim 1620/Loteng Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan melalui Danramil 1620-09/Pringgarata Kapten Inf Syaipul, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tugas mereka (TNI) untuk memberikan pemahaman soal "wasbang" dan bela negara di wilayah teritorialnya.

Termasuk urgensi empat pilar kebangsaan meliputi yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka tunggal ika.

"Tujuannya agar siswa/siswi dapat memahami dan mendalami arti dan makna serta nilai nilai sesungguhnya Pancasila dan UUD 1945," katanya.

Hal ini juga, lanjutnya upaya menumbuhkembangkan kecintaan anak-anak bangsa terhadap tanah air serta rela berkorban bagi bangsa dan negara dan menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara.

"Kita juga menekankan siswa/siswi selaku pemegang estafet kepemimpinan bangsa kedepan agar tetap konsisten serta memiliki mental dan karakter yang baik," tutupnya.

Read More
Wabup Resmikan SMP IT Insan Adil Pancor Dao

Wabup Resmikan SMP IT Insan Adil Pancor Dao

Lombok Tengah, SN- Wakil Bupati Lombok Tengah H.L. Pathul Bahri menegaskan membangun lembaga pendidikan tidak mudah akan tetapi butuh kebersamaan sebab membangun lembaga pendidikan bukan hanya berbicara soal pengembangan sumber daya anak bangsa akan tetapi juga berbicara soal finansial. Oleh karena perlu ada kerja sama semua pihak. "Perlu perjuangan karena sangat besar biayanya namun demikian keihlasan untuk membangun akan menjadikan Pembangunan itu akan cepat selesai, yang penting kita ikhlas, insyaallah Allah akan meridhoi apa yang menjadi hajat kita semua" jelasnya. 



Ketua Yayasan Mustahab Hasbullah Peresmian dan Peletakan Batu permata SMP IT Insan Adil

Sudah berdiri tahun 2003, dan izin pendirian tahun 2006. Pertama didirikan PAUD. Majelis Taklim, Madrasah Diniah tahun 2010 dan tahun ini SMP Islam Terpadu. 

Read More
Kagumi Ciptakan Alat Cuci Tangan Otomatis, HBK Bantu Modal Kepada Siswa SMKN 3 Selong

Kagumi Ciptakan Alat Cuci Tangan Otomatis, HBK Bantu Modal Kepada Siswa SMKN 3 Selong

Lombok Timur, SN - Keberhasilan para siswa SMKN 3 Selong, Kabupaten Lombok Timur, membuat terobosan baru berupa alat Cuci Tangan Otomatis untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 (Corona) dari bahan-bahan yang sangat praktis, menarik simpati anggota DPR RI Dapil NTB II/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK).

Sabtu (07/08/2020), HBK mengirimkan tim relawannya dari HBK PEDULI Kab. Lotim untuk menawarkan bantuan berupa tambahan modal untuk pengembangan alat cuci tangan tersebut. Hal ini diniatkan untuk memberikan motivasi, dan sekaligus dorongan semangat kepada para siswa SMKN 3 Selong agar terus mengembangkan kreatifitasnya.

“Ini adalah salah satu bentuk kepedulian pak HBK di bidang pendidikan, dimana alat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, semoga bisa segera diproduksi dalam jumlah banyak untuk mendukung program New Normal,” kata Muh Ihsan, Ketua Tim HBK PEDULI Kabupaten Lombok Timur usai penyerahan bantuan.

"Niat baik pak HBK disambut hangat dan antusias oleh siswa-siswa maupun guru pembimbing SMKN 3 Selong yang ingin terus mengembangkan karya ciptanya untuk lebih baik lagi kedepan", tambahnya.

HBK mengaku sangat bangga atas capaian yang telah dilakukan oleh para siswa SMKN 3 Selong tersebut. Ia mengaku sangat percaya bahwa anak anak di Pulau Lombok tidak kalah hebat dengan anak2 lainnya di Indonesia.

Kita semua masih berjuang melawan pandemi Covid-19, dan diharapkan dengan diciptakannya alat cuci tangan otomatis ini, bisa menjadi salah satu langkah kita untuk menghadapi pandemi Covid19, dan juga sebagai bentuk kepedulian dan kerjasama kita bersama dalam mengatasi bahaya Covid19.

“Ini bentuk perjuangan kita bersama dalam memerangi Covid-19, dimana siswa siswa SMKN 3 Selong sudah melibatkan diri didalamnya, luar biasa", kata HBK, yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

"Dan semoga tambahan bantuan modal ini akan sangat bermanfaat buat mengembangkan pembuatan tempat cuci tangan otomatis ini, dan sekaligus bisa menjadi dorongan semangat bagi bagi anak2 kita untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan karya-karyanya," pungkasnya.

Sementara itu, H. Sahlan, Kepala SMKN 3 Selong mengatakan sangat berterima kasih atas kepedulian dan apresiasi yang diberikan oleh HBK dengan memberikan support berupa tambahan modal kepada hasil karya siswa2nya.
Ini adalah pemicu bagi kami dan para siswa untuk terus berusaha meningkatkan kompetensinya bersama Bapak/Ibu guru yang mendampinginya.

“Dengan bantuan ini juga, kami rencananya  akan menaruh alat cuci tangan otomatis ini di tempat tempat ibadah atau masjid masjid di wilayah Selong, Pancor dan sekitarnya", pungkasnya. (Red)
Read More
Pendaftaran Seleksi Calon Guru Penggerak Ditutup 22 Juli 2020

Pendaftaran Seleksi Calon Guru Penggerak Ditutup 22 Juli 2020

JAKARTA, SN - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan resmi membuka pendaftaran seleksi bagi calon Guru Penggerak. Program Guru Penggerak telah diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim pada Jumat, 3 Juli 2020 sebagai bagian dari kebijakan Merdeka Belajar. Mulai Senin, 13 Juli sampai dengan Rabu, 22 Juli 2020 para guru dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti Program ini.

Melalui kebijakan Merdeka Belajar, program Guru Penggerak dirancang agar dapat mencetak sebanyak mungkin agen-agen transformasi dalam ekosistem pendidikan. Para Guru Penggerak ke depannya dipersiapkan agar mampu mencetak murid-murid berkompetensi global dan berkarakter Pancasila, mendorong transformasi pendidikan Indonesia, mendorong peningkatan kepemimpinan murid, menjadi pelatih (coach)/mentor bagi guru lain untuk pembelajaran yang berpusat pada murid, dan mengembangkan diri secara aktif. 
Guru penggerak lahir dari semangat Merdeka Belajar. 
“Filosofinya semua harus bergerak dan maju bersama-sama, menumbuhkan empati sosial untuk menggerakkan yang lainnya. Bergotong royong, tidak hanya maju sendirian atau hanya sebagian,” kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan Kemendikbud Iwan Syahril pada kegiatan Bincang Sore Kemendikbud yang dilakukan secara virtual, di Jakarta, pada Senin (13/07/2020).

Program Guru Penggerak berfokus pada pedagogi, serta berpusat pada murid dan pengembangan holistik. Pada angkatan pertama, seleksi calon Guru Penggerak akan dibuka untuk guru-guru jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.  Pendaftaran bagi guru SLB akan dibuka untuk angkatan selanjutnya. Sementara, untuk pendaftaran calon Guru Penggerak bagi guru SMK nantinya akan dikelola Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikbud.

Lebih lanjut Iwan mengajak para guru untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. “Siapa pun yang ingin pendidikan kita maju, mari daftar dan jadi bagian dari Guru Penggerak untuk perubahan,” tegas Iwan Syahril.
Tahap pertama seleksi calon Guru Penggerak (23-30 Juli 2020) akan meliputi seleksi administrasi, biodata, tes bakat skolastik, dan esai.  Mereka yang lolos seleksi tahap satu selanjutnya akan mengikuti, tahap kedua (31 Agustus - 16 September 2020) akan meliputi simulasi mengajar dan wawancara. Hasil seleksi calon Guru Penggerak angkatan pertama akan diumumkan pada 19 September 2020.
Guru-guru yang lolos seleksi akan mengikuti program pendidikan yang meliputi pelatihan kepemimpinan instruksional melalui on-the-job coaching, serta pendekatan formatif berbasis pengembangan dan kolaborasi. Selama pelaksanaan program, guru akan dibimbing oleh instruktur, fasilitator, dan pendamping profesional.

Turut hadir pada Bincang Sore, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Jawa tengah, Jumeri dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Malang Zubaidah. Keduanya menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap program Guru Penggerak.
Kadisdikbud Provinsi Jawa Tengah, Jumeri menjelaskan, guru penggerak tidak cukup hanya pintar untuk dirinya sendiri.

 Ia harus bisa membangkitkan semangat lingkungannya untuk maju bersama.
“Kami membutuhkan guru-guru terbaik untuk bisa menggerakkan pendidikan. Saat ini di Jawa Tengah, kami memiliki 2.496 guru berprestasi dan guru berinovasi. Semua, insya Allah, kami persiapkan untuk mengkuti program Guru Penggerak,” imbuh Kadissikbud Jateng, Jumeri.
Hal senada disampaikan Kadisdik Kota Malang, Zubaidah.
“Tugas guru adalah tugas yang mulia. Bukan hanya menyampaikan materi agar anak menjadi tahu saja, tetapi sesuai dengan visi misi Guru Penggerak. Ini lah yang ditunggu juga oleh orang tua. Nantinya peserta didik betul-betul menjadi pemimpin generasi penerus yang handal,” pungkas Zubaidah.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Perguruan Taman Siswa, Ki Saur Panjaitan VIII mengungkapkan pentingnya memaknai program Guru Penggerak sebagai kepentingan bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Mencerdaskan kehidupan bangsa berarti mencerdaskan siswa. Perlu pendidikan guru yang berkualitas seperti program Guru Penggerak yang berfokus pada siswa”, ungkap Ki Saur Panjaitan.

Alokasi peserta program angkatan pertama, yaitu sebanyak 2.800 calon Guru Penggerak menyasar 56 kabupaten/kota sasaran yang mewakili enam wilayah di Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, serta Papua dan Maluku.

Program Guru Penggerak sebagai program pendidikan kepemimpinan, memang dirancang agar dapat menyiapkan para Guru Penggerak menjadi pimpinan di masing-masing sekolah. Salah satu faktor penentu pemilihan kabupaten/kota daerah sasaran angkatan pertama adalah angka kepala sekolah yang akan pensiun pada periode 2020-2024.

Pendaftaran bagi para guru dari kabupaten/kota atau provinsi lain akan dibuka pada angkatan-angkatan selanjutnya sesuai dengan alokasi peserta dan pemetaan wilayah sasaran program Guru Penggerak.

Informasi lebih lanjut: sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/faq/ 
Pendaftaran:sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak.
Pertanyaan: email guru.penggerak@kemdikbud.go.id .#(Adv)


Read More