Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Wabup Resmikan SMP IT Insan Adil Pancor Dao

Wabup Resmikan SMP IT Insan Adil Pancor Dao

Lombok Tengah, SN- Wakil Bupati Lombok Tengah H.L. Pathul Bahri menegaskan membangun lembaga pendidikan tidak mudah akan tetapi butuh kebersamaan sebab membangun lembaga pendidikan bukan hanya berbicara soal pengembangan sumber daya anak bangsa akan tetapi juga berbicara soal finansial. Oleh karena perlu ada kerja sama semua pihak. "Perlu perjuangan karena sangat besar biayanya namun demikian keihlasan untuk membangun akan menjadikan Pembangunan itu akan cepat selesai, yang penting kita ikhlas, insyaallah Allah akan meridhoi apa yang menjadi hajat kita semua" jelasnya. 



Ketua Yayasan Mustahab Hasbullah Peresmian dan Peletakan Batu permata SMP IT Insan Adil

Sudah berdiri tahun 2003, dan izin pendirian tahun 2006. Pertama didirikan PAUD. Majelis Taklim, Madrasah Diniah tahun 2010 dan tahun ini SMP Islam Terpadu. 

Read More
Kagumi Ciptakan Alat Cuci Tangan Otomatis, HBK Bantu Modal Kepada Siswa SMKN 3 Selong

Kagumi Ciptakan Alat Cuci Tangan Otomatis, HBK Bantu Modal Kepada Siswa SMKN 3 Selong

Lombok Timur, SN - Keberhasilan para siswa SMKN 3 Selong, Kabupaten Lombok Timur, membuat terobosan baru berupa alat Cuci Tangan Otomatis untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 (Corona) dari bahan-bahan yang sangat praktis, menarik simpati anggota DPR RI Dapil NTB II/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK).

Sabtu (07/08/2020), HBK mengirimkan tim relawannya dari HBK PEDULI Kab. Lotim untuk menawarkan bantuan berupa tambahan modal untuk pengembangan alat cuci tangan tersebut. Hal ini diniatkan untuk memberikan motivasi, dan sekaligus dorongan semangat kepada para siswa SMKN 3 Selong agar terus mengembangkan kreatifitasnya.

“Ini adalah salah satu bentuk kepedulian pak HBK di bidang pendidikan, dimana alat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, semoga bisa segera diproduksi dalam jumlah banyak untuk mendukung program New Normal,” kata Muh Ihsan, Ketua Tim HBK PEDULI Kabupaten Lombok Timur usai penyerahan bantuan.

"Niat baik pak HBK disambut hangat dan antusias oleh siswa-siswa maupun guru pembimbing SMKN 3 Selong yang ingin terus mengembangkan karya ciptanya untuk lebih baik lagi kedepan", tambahnya.

HBK mengaku sangat bangga atas capaian yang telah dilakukan oleh para siswa SMKN 3 Selong tersebut. Ia mengaku sangat percaya bahwa anak anak di Pulau Lombok tidak kalah hebat dengan anak2 lainnya di Indonesia.

Kita semua masih berjuang melawan pandemi Covid-19, dan diharapkan dengan diciptakannya alat cuci tangan otomatis ini, bisa menjadi salah satu langkah kita untuk menghadapi pandemi Covid19, dan juga sebagai bentuk kepedulian dan kerjasama kita bersama dalam mengatasi bahaya Covid19.

“Ini bentuk perjuangan kita bersama dalam memerangi Covid-19, dimana siswa siswa SMKN 3 Selong sudah melibatkan diri didalamnya, luar biasa", kata HBK, yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

"Dan semoga tambahan bantuan modal ini akan sangat bermanfaat buat mengembangkan pembuatan tempat cuci tangan otomatis ini, dan sekaligus bisa menjadi dorongan semangat bagi bagi anak2 kita untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan karya-karyanya," pungkasnya.

Sementara itu, H. Sahlan, Kepala SMKN 3 Selong mengatakan sangat berterima kasih atas kepedulian dan apresiasi yang diberikan oleh HBK dengan memberikan support berupa tambahan modal kepada hasil karya siswa2nya.
Ini adalah pemicu bagi kami dan para siswa untuk terus berusaha meningkatkan kompetensinya bersama Bapak/Ibu guru yang mendampinginya.

“Dengan bantuan ini juga, kami rencananya  akan menaruh alat cuci tangan otomatis ini di tempat tempat ibadah atau masjid masjid di wilayah Selong, Pancor dan sekitarnya", pungkasnya. (Red)
Read More
Pendaftaran Seleksi Calon Guru Penggerak Ditutup 22 Juli 2020

Pendaftaran Seleksi Calon Guru Penggerak Ditutup 22 Juli 2020

JAKARTA, SN - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan resmi membuka pendaftaran seleksi bagi calon Guru Penggerak. Program Guru Penggerak telah diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim pada Jumat, 3 Juli 2020 sebagai bagian dari kebijakan Merdeka Belajar. Mulai Senin, 13 Juli sampai dengan Rabu, 22 Juli 2020 para guru dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti Program ini.

Melalui kebijakan Merdeka Belajar, program Guru Penggerak dirancang agar dapat mencetak sebanyak mungkin agen-agen transformasi dalam ekosistem pendidikan. Para Guru Penggerak ke depannya dipersiapkan agar mampu mencetak murid-murid berkompetensi global dan berkarakter Pancasila, mendorong transformasi pendidikan Indonesia, mendorong peningkatan kepemimpinan murid, menjadi pelatih (coach)/mentor bagi guru lain untuk pembelajaran yang berpusat pada murid, dan mengembangkan diri secara aktif. 
Guru penggerak lahir dari semangat Merdeka Belajar. 
“Filosofinya semua harus bergerak dan maju bersama-sama, menumbuhkan empati sosial untuk menggerakkan yang lainnya. Bergotong royong, tidak hanya maju sendirian atau hanya sebagian,” kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan Kemendikbud Iwan Syahril pada kegiatan Bincang Sore Kemendikbud yang dilakukan secara virtual, di Jakarta, pada Senin (13/07/2020).

Program Guru Penggerak berfokus pada pedagogi, serta berpusat pada murid dan pengembangan holistik. Pada angkatan pertama, seleksi calon Guru Penggerak akan dibuka untuk guru-guru jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.  Pendaftaran bagi guru SLB akan dibuka untuk angkatan selanjutnya. Sementara, untuk pendaftaran calon Guru Penggerak bagi guru SMK nantinya akan dikelola Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikbud.

Lebih lanjut Iwan mengajak para guru untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. “Siapa pun yang ingin pendidikan kita maju, mari daftar dan jadi bagian dari Guru Penggerak untuk perubahan,” tegas Iwan Syahril.
Tahap pertama seleksi calon Guru Penggerak (23-30 Juli 2020) akan meliputi seleksi administrasi, biodata, tes bakat skolastik, dan esai.  Mereka yang lolos seleksi tahap satu selanjutnya akan mengikuti, tahap kedua (31 Agustus - 16 September 2020) akan meliputi simulasi mengajar dan wawancara. Hasil seleksi calon Guru Penggerak angkatan pertama akan diumumkan pada 19 September 2020.
Guru-guru yang lolos seleksi akan mengikuti program pendidikan yang meliputi pelatihan kepemimpinan instruksional melalui on-the-job coaching, serta pendekatan formatif berbasis pengembangan dan kolaborasi. Selama pelaksanaan program, guru akan dibimbing oleh instruktur, fasilitator, dan pendamping profesional.

Turut hadir pada Bincang Sore, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Jawa tengah, Jumeri dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Malang Zubaidah. Keduanya menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap program Guru Penggerak.
Kadisdikbud Provinsi Jawa Tengah, Jumeri menjelaskan, guru penggerak tidak cukup hanya pintar untuk dirinya sendiri.

 Ia harus bisa membangkitkan semangat lingkungannya untuk maju bersama.
“Kami membutuhkan guru-guru terbaik untuk bisa menggerakkan pendidikan. Saat ini di Jawa Tengah, kami memiliki 2.496 guru berprestasi dan guru berinovasi. Semua, insya Allah, kami persiapkan untuk mengkuti program Guru Penggerak,” imbuh Kadissikbud Jateng, Jumeri.
Hal senada disampaikan Kadisdik Kota Malang, Zubaidah.
“Tugas guru adalah tugas yang mulia. Bukan hanya menyampaikan materi agar anak menjadi tahu saja, tetapi sesuai dengan visi misi Guru Penggerak. Ini lah yang ditunggu juga oleh orang tua. Nantinya peserta didik betul-betul menjadi pemimpin generasi penerus yang handal,” pungkas Zubaidah.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Perguruan Taman Siswa, Ki Saur Panjaitan VIII mengungkapkan pentingnya memaknai program Guru Penggerak sebagai kepentingan bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Mencerdaskan kehidupan bangsa berarti mencerdaskan siswa. Perlu pendidikan guru yang berkualitas seperti program Guru Penggerak yang berfokus pada siswa”, ungkap Ki Saur Panjaitan.

Alokasi peserta program angkatan pertama, yaitu sebanyak 2.800 calon Guru Penggerak menyasar 56 kabupaten/kota sasaran yang mewakili enam wilayah di Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, serta Papua dan Maluku.

Program Guru Penggerak sebagai program pendidikan kepemimpinan, memang dirancang agar dapat menyiapkan para Guru Penggerak menjadi pimpinan di masing-masing sekolah. Salah satu faktor penentu pemilihan kabupaten/kota daerah sasaran angkatan pertama adalah angka kepala sekolah yang akan pensiun pada periode 2020-2024.

Pendaftaran bagi para guru dari kabupaten/kota atau provinsi lain akan dibuka pada angkatan-angkatan selanjutnya sesuai dengan alokasi peserta dan pemetaan wilayah sasaran program Guru Penggerak.

Informasi lebih lanjut: sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/faq/ 
Pendaftaran:sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak.
Pertanyaan: email guru.penggerak@kemdikbud.go.id .#(Adv)


Read More
Musda Golkar Loteng, Humaidi Siap Pertahankan,  Kelan dan Rumiawanl Rebut

Musda Golkar Loteng, Humaidi Siap Pertahankan, Kelan dan Rumiawanl Rebut

Lombok Tengah, SN - Selain perebutan kursi Ketua DPD I Golkar NTB yang bakal seru, perebutan kursi DPD II Golkar Lombok Tengah juga tak kalah serunya.

Tiga kandidat kuat bakal berebut pengaruh di pemilik suara untuk mendapatkan suara mayoritas. Ketiganya adalah Ketua DPD I Golkar Lombok Tengah H.Humaidi,  H.L.Kelan Sekretaris DPD II dan Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah H.L.Rumiawan.

H.L.Rumiawan yang dikonfirmasi di ruang kerjanya enggan berkomentar. Dia hanya tersenyum dan menganggap itu doa. "Amin, doakan saja" ungkapnya.

Terkait arah dukungan Golkar Lombok Tengah pada Musda DPD I Golkar NTB, Rumiawan mengaku tidak mengetahuinya sebab bukan dirinya pemilik hak suara. "Saya bukan pemegang suara, tanyakan ke pemilik suara" ungkapnya.

Sementara itu PLT Ketua DPD I Golkar Provinsi NTB H.M.Suhaili yang dikonfirmasi perihal kesiapannya maju mempertahankan kursi Ketua DPD untuk kedua kalinya. "Insyaallah kita siap maju" ungkapnya.

Musd
Read More
Guru Penggerak Lahirkan Guru Pembelajar yang Berpusat kepada Murid

Guru Penggerak Lahirkan Guru Pembelajar yang Berpusat kepada Murid

JAKARTA, SN - Pada filosofi Ki Hajar Dewantara yang menghadirkan tiga kata kunci yang perlu diterapkan bagi seorang guru, yaitu teladan, motivasi, dan berdaya atau merdeka, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program Guru Penggerak pada Jumat, 3 Juli 2020. Melalui program ini, Kemendikbud berkomitmen memajukan ekosistem pendidikan di Indonesia yang lebih baik dengan melahirkan agen-agen perubahan yang berpusat kepada murid.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Iwan Syahril mengatakan program guru penggerak dituntut untuk berfokus pada pedagogi, serta berpusat pada murid dan pengembangan holistik.

“Guru penggerak ini dengan suci hati mendekati sang anak, tidak untuk meminta sesuatu hak, namun untuk berhamba pada sang anak,” demikian disampaikan Iwan pada Bincang Sore melalui video virtual di Jakarta, pada Senin (13/07/2020).

Analogi berhamba ini, kata Iwan adalah betul-betul totalitas apa yang diberikan oleh guru sebagai pendidik dan semua penggiat yang ada dalam ekosistem pendidikan dengan fokus kepada bagaimana melayani anak.

“Inilah sebenarnya yang kita inginkan dari seluruh guru di Indonesia, seperti pesan Ki Hajar yaitu berpusat kepada murid,” kata Iwan.

Oleh karena itu, guru penggerak dituntut untuk dapat menjadi teladan, serta bisa memotivasi sehingga menguatkan kemampuan untuk memberdayakan murid.

“Ini yang kita maksud sesuai dengan yang dipesankan oleh Bapak Pendidikan kita. Tumbuh kembang secara holistik yaitu jalan secara cipta, rasa, dan karsa. Tajam pikirannya lalu kemudian halus rasanya, lalu kuat dan sehat jasmaninya,” ujar Iwan.

Untuk itu, guru penggerak hadir sebagai agen perubahan ekosistem pendidikan. Program Guru Penggerak ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit pemimpin ekosistem pendidikan di masa depan.

Iwan melanjutkan guru penggerak ini hadir menjadi teman belajar yang penuh inspirasi dan menguatkan semangat bagi guru-guru lain. Bagaimana pun kondisi yang ada, guru penggerak tidak akan patah semangat dan tidak mudah putus asa, tetapi terus berjuang dengan sebaik mungkin.

“Ini hal yang sangat penting yang perlu kita terus komunikasikan ke semua pemangku kepentingan,” tutur Iwan.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah menilai apabila program Guru Penggerak terlaksana dengan baik maka tidak ada lagi guru yang tidak baik di daerah. Menurutnya, program Guru Penggerak ini sesuai dengan visi dan misi Kota Malang yaitu menjadikan Malang bermartabat melalui pendidikan.
“Inilah yang ditunggu oleh orang tua. Peran guru menjadi penggerak, karena sosok guru adalah digugu dan ditiru ini selalu kami ingatkan,” jelas Zubaidah.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri. Dirinya mengungkapkan program guru penggerak dapat menciptakan peserta didik yang berkarakter.

“Seorang guru penggerak adalah mereka yang memiliki motivasi yang tinggi, Ia mampu mengidentifikasi siswanya sehingga sebisa mungkin siswanya pulang dari sekolah, mengerti apa yang dikerjakan,” tutur Jumeri.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perguruan Taman Siswa, Ki Saur Panjaitan mengatakan, guru harus mampu menangani siswa yang unik dan heterogen.
“Hadirnya program Guru Penggerak harus mewujudkan guru teladan yang bisa menangani siswa yang unik dan beragam,” ujarnya.
Terkait dengan hal itu, bagi guru-guru di seluruh Indonesia yang terpanggil hatinya untuk menjadi guru penggerak, bisa segera mendaftar melalui sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/ pada tanggal 13 sampai dengan 22 Juli 2020. Tahap pertama, seleksi calon Guru Penggerak akan dilaksanakan pada 23 sampai dengan 30 Juli 2020 dengan meliputi seleksi administrasi, biodata, tes bakat skolastik, dan esai.

Selanjutnya, pada tahap kedua yaitu pada 31 Agustus sampai dengan 16 September 2020 akan meliputi simulasi mengajar dan wawancara. Tahap terakhir adalah pengumuman hasil seleksi calon Guru Penggerak angkatan pertama pada 19 September 2020.**(Adv)


Tagline

#GuruPenggerak
#MerdekaBelajar
#BerpihakPadaMurid
#KepemimpinanPembelajaran
#Kemendikbud
#DitjenGTK
Read More
Kadis Pendidikan Larang Sekolah KBM Tatap Muka

Kadis Pendidikan Larang Sekolah KBM Tatap Muka

Lombok Tengah, SN - Simpang siur terhadap jadwal masuk sekolah bagi siswa sekolah dasar dan SMP akhirnya terjawab sudah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, NTB H.Sumum dengan tegas melarang sekolah melakukan tatap muka dengan siswa disekolah.
 "Memasuki ajaran baru tahun 2020/2021 ini sekolah atau madrasah masih belum diperbolehkan melangsungkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. Pasalnya, pandemi Covid-19 masih merajalela" ungkapnya di Kantor Bupati Selasa 14/7.


Menurutnya Kabupaten Lombok Tengah saat ini masih termasuk zona kuning. Sehingga butuh berbagai persiapan dari pihak sekolah untuk nantinya pada bulan September sudah mulai KBM tatap muka. KBM tatap muka tersebut, jelas Sumum, berlaku bagi seluruh satuan pendidikan, yang berada di zona hijau, kuning, oranye, dan merah penyebaran Covid-19. Untuk itu, memasuki ajaran baru ini pihaknya masih melakukan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) melalui mekanisme online atau daring dengan memanfaatkan sumber daya secara optimal. 

Terkait dengan adanya beberapa sekolah di beberapa kecamatan sudah melakukan KBM dengan tatap muka semata mata karena adanya mis komunikasi dan informasi.
Sumum menjelaskan pelaksanaan KBM Tatap muka direncanakan mulai pada bulan depan.
"Bulan September nanti kita baru mulai KBM tatap muka. Itupun harus ada persetujuan Pemerintah Daerah, Komite sekolah, dan wali murid," jelasnya.

Dijelaskan, pada bulan September untuk SMP dan SMA. Kemudian jarak 2 bulan berikutnya untuk SD. Selanjutnya, pada bulan Januari TK/Paud sudah mulai masuk. "Tugas kami saat ini adalah mempersiapkan dan mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan Covid-19. Terkait mulainya KBM tatap muka kita tetap mengacu kepada persetujuan Pemda, Orang tua atau wali murid, dan komite," ulangnya. Lth01
Read More
Lagi Lagi Diperpanjang, Siswa Masuk Sekolah 1 Juni

Lagi Lagi Diperpanjang, Siswa Masuk Sekolah 1 Juni

Mataram, SN - Kerinduan akan bangku sekokah bagi siswa siswi sekolah dari TK hingga SMA kembali kandas setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB mengeluarkan surat edaran perpanjangan libur sekolah pasca darurat Corona diberlakukan pemerintah Indonesia beberapa bulan lalu.

Surat yang ditandatangani Kadis Dikbud NTB H. Audi Furqan mengatakan Menindaklanjuti Surat Persetujuan Gubernur Nomor : 1881 tanggal 8 Mei 2020 tentang Perpanjangan Masa Belajar Mandiri di Rumah serta menyusul surat kami Nomor : 420/2120.UM/Dikbud tentang Perpanjangan Masa Pendampingan dan Pengawasan Siswa/Siswi Belajar di Rumah tanggal 27 April 2020, maka Ditegaskan bahwa layanan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) diperpanjang kembali
sampai dengan tanggal 1 Juni 2020;

Agar Kepala Sekolah memastikan para Guru memberikan layanan belajar mandiri di rumah dengan tidak memberikan layanan yang berbentuk tugas secara kelompok melainkan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan
efisien (tetap di dalam rumah) atau bentuk layanan belajar mandiri lainnya;

Selanjutnya Agar kepala sekolah mengefektifkan kunjungan rumah (home visit) untuk memberikan layanan belajar secara konvensional di rumah bagi siswa yang tidak bisa belajar daring (online) atau semi online, dengan menugaskan guru BP/BK atau guru yang relevan;

Sekolah dapat melakukan observasi tidak langsung atas aktivitas spiritual siswa selama bulan Ramadhan bekerjasama dengan orang tua/wali siswa. Hasil observasi tidak langsung dapat dipertimbangan menjadi bagian dari penilaian ranah apektif;

Agar Kepala Sekolah menyampaikan laporan progres belajar mandiri yang dilaksanakan oleh setiap Guru. Laporan disampaikan melalui Kepala Seksi Kurikulum SMA, Kepala Seksi Kurikulum SMK, dan Kepala Seksi Kurikulum PK PLK pada Dinas Dikbud Provinsi NTB;

 Agar Kepala Sekolah menyampaikan progress hasil observasi tidak langsung atas aktivitas spiritual siswa selama bulan Ramadhan kepada Kepala Seksi peserta didik bidang Pembinaan SMA, Bidang Pembinaan SMK, dan bidang PK PLK pada Dinas Dikbud Provinsi NTB;

 Agar orang tua/wali memastikan putra/putrinya untuk tidak melakukan kegiatan diluar rumah seperti di pusat olahraga, tempat rekreasi, warung internet, pusat perbelanjaan, pusat permainan, mall, atau tempat berkumpul lainnya;

 Agar orang tua/wali tidak mengijinkan putra/putrinya melakukan kegiatan yang diikuti banyak orang seperti : perlombaan/pertandingan, kegiatan seni budaya, pameran, nyongkolan dan lainnya;

Selama belajar mandiri di rumah agar para orang tua siswa mengawasi / membimbing
putra/putrinya; Apabila diperlukan diminta kepada orang tua / wali untuk berkomunikasi dengan para guru / wali kelas untuk menginformasikan perkembangan berlajar mandiri putra/putrinya di rumah.
Read More